31 October 2007

[media-jabar] Event Off Air Radio ZORA 90.1 FM Bandung di penghujung tahun : Senam Sehat Ceria 2007

Selamat pagi rekan-rekan !
 
Di penghujung tahun 2007 ini, kami dari radio ZORA 90.1 FM Bandung akan mengadakan event off air yang dapat menyedot perhatian masyarakat Bandung pada khususnya dan wilayah di sekitarnya pada umumnya (Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Subang, Garut, dll.).
 
Kegiatan event itu adalah Senam Sehat Ceria 2007 yang mempunyai konsep event Senam Massal dengan ditambah panggung hiburan yang akan menampilkan artis-artis nasional, lokal Bandung dengan Guest MC Artis ibu kota. Setelah senam selesai peserta akan dihibur sambil diisi dengan product knowledge dan pengambilan undian yang berhadiah Sepeda motor, Kulkas, TV, DVD, dan masih banyak lainnya. Selain itu di sekitar venue juga akan diwamaikan oleh stand-stand bazzar.
 
Event ini akan dilaksanakan pada hari Minggu, 30 Desember 2007 bertempat di Lapangan Tegalega Bandung. Target peserta untuk event Senam Sehat Ceria 2007 ini yaitu 25.000 peserta dan target audience yaitu 50.000 orang.
 
Bagi para sponsorship yang ingin bergabung dengan event off air Senam Sehat Ceria 2007 dapat menghubungi saya di 081 5711 5811.
 

--
Sincerely yours,




Ardie Anggadipura
PR & Promotion | Radio ZORA 90.1 FM Bandung
Cell : 081 5711 5811 | YM : ardieanggadipura
Web : www.zora901fm.com

"Radio ZORA 90.1 FM Bandung is part of PT. TELKOM Indonesia, Tbk."

Ikutan milis khusus buat Anda seorang PR & Promotion, kirim e-mail kosong ke pr_promotion-subscribe@yahoogroups.com
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Penawaran Sewa TOWER untuk provider dan lain-lain

Selamat pagi rekan-rekan !
 
Kami menawarkan tower untuk dipakai oleh provider telepon atau pihak lain yang membutuhkan. Untuk pemasangan BTS dan lain sebagainya. Saat ini tower dipakai sebagai tempat pemancar Radio ZORA 90.1 FM Bandung (Self Supporting Tower).
 
Adapun lokasinya adalah di Desa Pagerwangi, Lembang Bandung - Jawa Barat. Di daerah ini sangat cocok untuk dipasang BTS. 
 
Untuk keterangan lebih lanjut bisa menghubungi saya di 081 5711 5811.


--
Sincerely yours,




Ardie Anggadipura
PR & Promotion | Radio ZORA 90.1 FM Bandung
Cell : 081 5711 5811 | YM : ardieanggadipura
Web : www.zora901fm.com

"Percayakan iklan radio anda hanya di radio ZORA 90.1 FM Bandung"

Ikutan milis khusus buat Anda seorang PR & Promotion, kirim e-mail kosong ke pr_promotion-subscribe@yahoogroups.com
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Pernyataan Sikap tentang Pertemuan Nasional Pemuda Indonesia di Hotel Sahid Jaya Jakarta

PERNYATAAN SIKAP
Tentang Pertemuan Nasional Pemuda
Indonesia
28 – 30 Oktober 2007
Di Hotel Sahid Jaya Jakarta

 

 

Pertemuan Nasional Forum Dialog Pemuda yang diselenggarakan mulai tanggal 28-30 Oktober 2007, yang mengambil Tema "The New Deal" Membangun Kesepahaman Baru Pemuda Indonesia, yang dihadiri oleh Kelompok – kelompok Pemuda dan Mahasiswa. Ternyata sudah mengingkari semangat awal perjuangan kaum muda Indonesia yang berkarakter progresif-revolusioner dan pro kerakyatan.

 

Setelah kami mengikuti rangkaian acara tersebut, kami memandang bahwa:

1. Roh Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 yang sejatinya adalah Anti Penjajahan (Kolonialisme-Imprialisme), telah diturunkan kualitasnya oleh forum ini menjadi sekedar peringatan simbolik yang melegitimasi kekuasaan penjajahan gaya baru neoliberalisme.


2. Pertemuan ini yang mengambil lokasi di Hotel Sahid Jaya
Jakarta, dengan fasilitas cukup mewah dan menghabiskan banyak dana, ternyata dalam pembahasannya masih sangat jauh dari kondisi sosial rakyat yang masih melarat dan tertindas. Forum ini tidak memberikan solusi jalan keluar yang konkret atas krisis kesejahteraan yang sedang dialami rakyat Indonesia.


3. Forum ini yang seharusnya dapat memberikan pencerahan kesepahaman baru bagi kaum muda, memberikan perubahan baru dan sekaligus merumuskan gerakan baru kaum muda, justru hanya menjadi alat legitimasi munculnya RUU Kepemudaan.

4. Forum ini telah menggiring peserta untuk bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan menurut kami, langkah ini sungguh-sungguh keliru, karena pemerintahan SBY-JK sudah terbukti menjadi agen dan kaki tangan neoliberalisme yang telah GAGAL membawa perubahan baru bagi rakyat Indonesia yang lebih Adil, Sejahtera dan Demokratis.

Dengan pandangan kami tersebut diatas, maka kami menyerukan:

1. Menolak RUU Kepemudaan dan membuat RUU Kepemudaan baru yang lebih demokratis dan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi semua organisasi kepemudaan, termasuk organisasi kepemudaan yang berbasiskan mahasiswa.

2. Membentuk wadah persatuan baru bagi kaum muda Indonesia.

3. Menolak hadir dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden.

4. Meminta kepada panitia "Pertemuan Pemuda Indonesia", untuk tidak mencantumkan nama organisasi kami kedalam semua keputusan-keputusan forum tersebut. Dan kami tidak bertanggungjawab atas semua keputusan yang dikeluarkan oleh forum tersebut.

Kami juga menyatakan kepada seluruh peserta Pertemuan Pemuda Indonesia dan rakyat Indonesia seluruhnya bahwa: Pemerintahan SBY-JK GAGAL MEMBAWA PERUBAHAN BARU MENUJU KESEJAHTERAAN BAGI RAKYAT INDONESIA!

Demikian pernyatan sikap ini kami tuliskan, demi kemenangan kedaulatan rakyat seutuh-utuhnya. Semoga sejarah perjuangan rakyat memberikan jalan keluar bagi kemenangan kemanusiaan dan kaum tertindas dengan Ridha Tuhan Yang Maha Esa.

 

MERDEKA!

BANGUN PERSATUAN KAUM MUDA UNTUK PERUBAHAN BARU!

 



 

Jakarta, 30 Oktober 2007


Kami yang mendukung:


Gerakan Mahasiswa Pemuda Indonesia (GMPI)

Gerakan Mahasiswa Nasionalis Kerakyatan (GMNK)

Jaringan Aksi Muda Nasional (JAMAN)

BEM-STIAMI

BEM- UNIJA

BEM-STAINU
KB UIJ

Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM)

 

 

 

 

 

Contact person:

Tino Rahardian/GMPI (081 333 333 216)

 

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Dicari: Tulisan-tulisan mengenai isu pemberdayaan masyarakat



Dessy Sekar <daisy.jazzy@gmail.com> wrote:


---------- Forwarded message ----------
From: Melati <melati_1984@yahoo.com>
Date: Oct 9, 2007 3:21 PM
Subject: [DevJobsIndo] Dicari: Tulisan-tulisan mengenai isu pemberdayaan masyarakat
To: Milis Sosio UI <mahasiswa_sosioui@yahoogroups.com>, Fasilitator Masyarakat < fasilitator-masyarakat@yahoogroups.com>, Milis Lowongan Kerja <DevJobsIndo@yahoogroups.com>, Milis Schmutzer < volunteer_schmutzer@yahoogroups.com>, Caang Milis <caang_bkp2003@yahoogroups.com>, Milis Mapala < mapala@yahoogroups.com>, RumBa <rumahbacasosioui@yahoogroups.com>, Indonesian Caver Society < indonesian-caver-society@yahoogroups.com>

Dicari: Tulisan-tulisan mengenai isu pemberdayaan masyarakat

Rekan-rekan semua,

Program Pengembangan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (PFPM) yang merupakan program gagasan the British Council, Decentralization Support Facility, Pusat Studi Kawasan Timur Indonesia, dan the Institute of Good Governance and Regional Development sedang mencari tulisan-tulisan mengenai kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat di Indonesia untuk dimuat di website Fasilitator Masyarakat ( www.fasilitator-masyarakat.org).

Tulisan dapat berbentuk: proses pendampingan pemberdayaan masyarakat, profil seorang tokoh pendamping yang sudah berpengalaman di bidangnya, atau wawancara dengan salah satu tokoh pemberdayaan masyarakat senior...

Tulisan dapat dikirimkan ke info@fasilitator-masyarakat.org.

Untuk informasi lebih lanjut silakan membuka link PFPM di www.fasilitator-masyarakat.org.

Terimakasih,

Staff Pengelolaan Pengetahuan
Program Pengembangan Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat (PFPM)

===============================================================

LAMPIRAN:

Kriteria penulisan:



Persayaratan Artikel
dalam dalam bentuk opini di website PFPM


Ø
Mengandung nilai artikel berbentuk opini/ pendapat terkait erat
dengan pemberdayaan masyarakat seperti :


§
Pemberian pelatihan untuk pemberdayaan masyarakat baik secara
individu (perorangan) maupun organisasi (seperti koperasi, badan keswadayaan
masyarakat dll)


§
Pemberian bantuan permodalan untuk pemberdayaan baik secara individu
(perorangan) maupun organisasi.


§
Pendampingan untuk pemberdayaan


Ø
Model untuk opini adalah :


o
Timeless : artikel ini tidak termakan waktu.







Persyaratan Profil atau sketsa tokoh yang
ditampilkan di Website





-
Sesepuh atau master fasilitator atau tokoh senior pemberdayaan
masyarakat yang kaya pengalaman pemberdayaan masyarakat


-
Fasilitator Pemberdayaan masyarakat yang sudah pernah memberdayakan
masyarakat : sudah mendapatkan pelatihan, terdaftar sebagai fasilitator di
website, ataupun walaupun belum terdaftar namun memiliki pengalaman
pemberdayaan masyarakat


-
Organisasi Pemerintah maupun non pemerintah (LSM), Donor, yang
terkait pemberdayaan masyarakat


-
Isi profil berbeda dengan wawancara karena dalam profil diceritakan
juga latar belakang dan atau pengalaman yang diprofilkan.


-
Format profil adalah seperti news feature, bercerita tentang yang
diprofilkan.





Persyaratan Wawancara yang akan ditampilkan di
Website


-
Yang akan diwawancarai adalah :


o
Pejabat lembaga donor


o
Pejabat LSM terkait pemberdayaan masyarakat


o
Pejabat Pemerintah, Anggota DPRD


o
Lainnya tergantung kondisi


-
Isi dari wawancara berbeda dengan sketsa tokoh. Kalau wawancara
disesuaikan dengan topik pemberdayaan.


-
Format wawancara berbentuk tanya dan jawab yang ditranskripkan dengan
sedikit brief pada awal wawancara yang dipublikasikan






Bentuk penulisan artikel:





Judul
Artikel





Nama Penulis


nama@penulis.com


http://penulis.com





Abstrak





Pendahuluan





Isi Artikel


1.
Deskripsi program


2. Pihak
yang terlibat dalam program


3.
Kendala dan solusi yang ditemui dalam pelaksanaan program





Penutup





Referensi





Biografi Penulis


Nama, tempat tanggal
lahir, riwayat pendidikan, pengalaman kerja, hobi.





Kontak Organisasi


Nama organisasi, alamat,
no telpon, no fax, alamat email, alamat website.






Contoh tulisan:

Artikel:

Sekampung Jadi Maling
(Menyelesaikan Potensi Konflik dengan Beternak Kambing)



                Oleh Iswan Kaputra, Deputi Direktur BITRA Indonesia
& Ketua Umum Forum Masyarakat Labuhan Batu (FORMAL)






      Sekitar 60 km ke selatan kota Medan, ada sebuah desa kecil
bernama Tambak Cekur, persisnya di kecamatan Galang, kabupaten
Deliserdang, Sumatera Utara. Menurut observasi dan cerita masyarakat
setempat, tahun 1970 – 1980 desa ini sejahtera. Bahkan, beberapa desa
di sekelilingnya dulu memusatkan perhatiannya ke desa Tambak Cekur
tersebut. Sejahteranya desa dapat dibuktikan dengan adanya "pekan"
(pasar tradisional sepekan sekali) yang dikunjungi oleh konsumen dari
beberapa desa sekelilingnya.

         Desa
itu sejahtera karena menjadi pelopor budidaya tanaman karet (keahlian
masyarakat berkebun karet diturunkan oleh nenek moyang mereka yang
dididik cara berkebun karet oleh pemerintahan penjajah Belanda). Pada
masa sekarang, setelah perkebunan Belanda di nasionalisasi tahun
1960an, desa itu berbatasan langsung dengan lahan perkebunan besar
milik negara, PTP Nusantara III (PTPN). PTPN ini pada lahannya dominan
menanam karet, sehingga turut memberi kontribusi pada rakyat desa
tentang ilmu bertani karet.

         Masyarakat
yang berbaur di desa ini terdiri dari bermacam-ragam suku, seperti
Melayu, Jawa, Batak Simalungun, dan Banjar. Belakangan masyarakat desa
terlena dengan hasil produksi karet yang dapat memberiakan kehidupan
yang cukup tersebut. Warga yang rata-rata punya lahan satu hingga dua
hektar setiap kepala keluarga itu terbiasa santai. Sebab tanaman karet
itu setiap pagi mereka sadap dan siangnya sudah bisa dipungut (mengutip
karet setengah kering) lalu dijual dan menjadi uang. Kemudian sore
harinya mereka sudah duduk-duduk santai di warung kopi, kampung.

         Di
awal 1990-an, mulailah warga merasakan pendapatannya menurun. Sebab,
pohon karet sudah mulai tua atau bahkan banyak yang tumbang dan mati.
Sementara, hasil mereka selama sepuluh tahun lebih itu tidak terbiasa
ditabung sehingga tidak memungkinkan mereka untuk melakukan penanaman
ulang.

         Singkatnya,
kurang lebih 150 kepala keluarga mulai kesulitan ekonomi, ditambah lagi
dengan perekonomian negara yang semakin memburuk diterpa krisis sejak
pertengahan 1997. Sementara kebiasan kerja santai tak bisa diubah,
begitu juga kebiasan duduk-duduk di warung sambil makan-minum.

         Di
tengah krisis itu, warga juga dihadapkan dengan budaya konsumtif yang
menjalar kemana-mana. Barang-barang kebutuhan semakin menggiurkan
seperti sepeda motor, furnitur, peralatan elektronik, dll yang sudah
masuk ke desa-desa dan menjadi impian masyarakat desa meskipun
terkadang mereka tidak membutuhkannya, akan tetapi karena doktrin dari
iklan yang dipatrikan ke kepala mereka sehingga hal tersebut jadi
seolah-olah menjadi kebutuhan yang mendesak. Harganya semakin
melambung, sedangkan di sisi lain pendapatan mereka terus merosot.

         Ironisnya,
pada saat yang sama sejumlah oknum dari luar desa datang memberi
"jaminan keamanan" kepada beberapa warga untuk ikut melakukan aksi
pencurian di lahan-lahan perkebunan pemerintah seperti PTPN. Maka,
mulailah mereka bergabung dengan kelompok yang dijuluki NINJA (Ninting
Janjangan, mencuri kelapa sawit) dan MACO (maling coklat), KENCOL
(kelompok colong lom/karet kering).

         Mulanya
warga yang menghargai adab dan etika menentang keluarga yang terlibat
aksi kejahatan itu. Tetapi belakangan jadi permisif. Mereka maklum
karena sadar beratnya beban ekonomi. Bahkan, belakangan pengikut
kelompok ini semakin besar karena alasan tadi.

         Puncaknya,
beberapa warga yang memegang teguh agama dan tidak mau mencuri, semakin
lama semakin terkikis. Mengapa? Soalnya, ada beberapa pencuri itu yang
belakangan mulai beraksi di rumah atau kebun penduduk setempat. Ini
disebabkan oleh semakin ketatnya penjagaan di areal perkebunan
pemerintah, membuat beberapa pencuri takut sehingga memilih menjadi
maling di kampung sendiri.

         Aksi
inipun akhirnya dimaklumi secara keliru dengan alasan ekonomi tadi.
Malah, beberapa warga yang biasa dimalingi pun ikut jadi maling dengan
alasan: "biar imbang". Sampai di sini terlihat fenomena yang sangat
dramatis dan ironis.

         Dampak dari sikap permisif aksi pencurian ini, membuat anak-anak muda di sana
menganggap perbuatan yang melanggar hukum itu sebagai hal yang biasa.
Pagi sekolah dan malamnya jadi maling sudah biasa bagi anak-anak muda.
Bahkan, beberapa ibu-ibu pun terlibat kelompok ini secara
kecil-kecilan. Misalnya, mencuri brondolan (buah kelapa sawit yang
sudah lepas dari tandannya) atau beberapa buah coklat dengan modus
pura-pura mencari rumput atau sejenisnya.

         Ternyata,
kebiasaan mencuri itu tidak bisa melepaskan warga dari jerat
kemiskinan. Bahkan mereka sering terpaksa menjual tanah karena ada yang
tertangkap karena mencuri, dan tidak bisa dibela kelompok itu (termasuk
oknum Militer yang memberi jaminan keamanan tadi), sementara yang
tertangkap harus segera dikeluarkan dari penjara.

         Hasil
curian yang mereka kerjakan itu tidak cukup membuat mereka kaya.
Apalagi kebiasaan konsumtif semakin parah. Kalaupun ada warga yang
perekonomiannya bagus, itu karena punya usaha lain seperti berdagang
atau pegawai.

         Di
tengah terbiasanya mereka mencuri, usaha tani karet atau perkebunan
rakyat lainnya semakin suram. Bukan lagi karena produktifitas yang
melorot tetapi karena terlalu banyak yang dicuri tetangganya sendiri.

         Bahkan,
belakangan ini para pedagang pun mengeluh. Pertama, karena penduduk
semakin sedikit yang belanja akibat pendapatan rendah. Kedua, karena
kios mereka pun disatroni maling dari kampung sendiri. Sebagian ada
yang frustasi dan tak mau meneruskan usahanya, malah memilih ikut jadi
pencuri!

         Tak
jarang terjadi berbagai perkelahian antara pencuri dan yang kecurian,
pencuri dengan pencuri maupun antar kelompok dan antar desa,
benar-benar bibit kekacauan dan kerusuhan sudah mulai mewujud bentuknya.

         Hal
diatas tidak hanya terjadi pada desa Tambak Cekur, Galang saja akan
tetapi hal ini terjadi secara merata di setiap desa (di Sumut disebut
Kampung) yang letaknya di pinggiran perkebunan (di Sumut disebut Kebun)
besar milik negara.

         Alhasil,
derajat desa semakin rusak. Beberapa warga yang ingin keluarganya
selamat dan tidak ikut jadi pencuri, ahirnya kesulitan. Memang ada juga
yang bisa menyekolahkan anaknya ke kota agar tidak "tertular" jadi pencuri. Tapi umumnya warga di sana sulit keluar dari masalah yang mengerikan ini.





8 Warga Berusaha Keluar

Di
saat sebagian besar warga menyerah dan memilih ikut dengan kebiasaan
mencuri, sebanyak delapan orang kepala keluarga mencoba mencari solusi.
Masukan dari seorang pemuda desa yang sudah sepuluh tahun mengecap
pendidikan dan bergaul dengan tokoh-tokoh LSM (Lembaga Swadaya
Masyarakat) di Medan, akhirnya muncul ide untuk membentuk sebuah
lembaga.

Awal
tahun 2002, mencuatlah ide untuk menggalakkan peternakan kambing.
Inspirasinya sederhana, di sebelah timur desa itu ada sekitar 100
hektar lahan tidur yang hanya berisi semak dan rumput yang bisa
dijadikan pakan. Lima
tahun sebelumnya, sawah tersebut masih produktif dengan panen padi,
tetapi kemudian mengering akibat di hulu irigasi ditanami kelapa sawit
oleh PTPN. Itu pula yang membuat warga bertambah kehilangan lahan cari
nafkah.

Selain
tersedianya rumput di lahan tidur itu, di sekeliling desa juga banyak
tanaman ubi kayu (singkong) milik rakyat. Tanaman ini satu-satunya yang
dianggap paling aman ditanam, karena relatif kurang diminati pencuri.
Nah, batang dan daun ubi tersebut sangat diminati ternak kambing.

Warga
juga bisa mengandalkan sebagian rumput yang ada di bawah tanaman karet
milik PTPN III. Jauh-jauh waktu sebelum maraknya pencuri, sebagain
penduduk sering menggembalakan kambing di sana .

Kendati
demikian, masalah yang dihadapi 8 warga ini adalah kurangnya percaya
diri akibat banyaknya pencuri. "Bagaimana kita mau berternak kalau
pencuri terus merajalela?" pertanyaan seperti itu mencuat.



Solusi dan Garansi

Akhirnya,
muncul satu pemikiran untuk membuat kandang ternak secara berkelompok.
Dengan cara ini, warga jadi lebih mudah melakukan ronda pengamanan,
sebab mereka bisa berjaga secara bergantian. Lagipula, dengan kandang
bersama ini, seorang anggota yang hanya memiliki dana Rp 300,000,-
hingga Rp 500,000,-, bisa membeli seekor induk kambing dan tidak perlu
lagi memikirkan dana untuk membangun kandang.

Intinya, manfaat kandang bersama ini adalah: (1) menjamin keamanan ternak; (2) meringankan modal awal peternak.

Sistem & peraturan yang diterapkan oleh kelompok adalah:


1.      Setiap anggota kelompok mendapat giliran mengarit rumput/cari makanan kambing satu minggu sekali.

2.      Setiap anggota kelompok mendapat giliran membersihkan kandang.

3.      Setiap anggota kelompok mendapat giliran jaga malam.

4.      Penyadaran
kepada warga desa lain dilakukan dari rumah ke rumah berdasarkan
kedekatan dan kekerabatan, dengan cara bertamu dan model penyadaran non
formal, santai dan bersahabat.

        Terdapat seorang putra desa yang dianggap sukses dengan posisinya sebagai wakil pemimpin redaksi di salah satu surat kabar di Medan ,
yang kata-katanya sangat dipercaya dan didengar warga. Ia mendirikan
kandang dengan uangnya sendiri dan berfungsi sebagai konseptor kelompok
serta pemegang garansi kepercayaan.



Melihat
8 warga tersebut "berani" memelihara kambing dan terbukti hingga
setengah tahun tidak terjadi kemalingan, akhirnya warga lain mulai
mengikuti jejak mereka satu persatu. Hingga awal 2003, kelompok
tersebut berkembang hingga mencapai 24 anggota tetap. Ada
juga warga yang berani membuka kandang dan beternak sendiri karena
ronda yang diciptakan kelompok itu sudah membuatnya lebih aman.

Hingga
pertengahan 2003, hampir semua warga sudah memiliki kadang kambing
sendiri. Meningkatnya pendapatan beberapa warga yang lebih dahulu
berternak kambing, membuat yang lainnya jadi berminat mengikuti.

Sedangkan
kelompok pertama tersebut yang kini bernama Kelompok Tani SETIA KAWAN,
sudah lebih maju dengan membuat anggaran dasar/anggaran rumah tangga
(AD/ART) yang terbilang baik.

Dalam
salah satu aturan kelompok tersebut dijelaskan, bahwa setiap anggota
wajib membeli daging kambing anggota lain apabila ada ternak yang sakit
dan harus disembelih. Harga daging tersebut dibeli dengan harga
pasaran. Dengan begitu, anggota yang kehilangan ternak tersebut masih
bisa membeli ternak baru dari uang penjualan daging tersebut. Ini
menjadi garansi bagi anggota untuk menghindari kerugian fatal akibat
kesehatan ternak.



Investor Kampung


    Dalam kalkulasi warga desa, modal lima ekor kambing atau setara
dengan Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta, berarti sudah menyelamatkan
seorang anak dari putus sekolah. Logikanya, lima
calon induk tersebut dalam setahun akan berbiak minimal menjadi 10 – 20
ekor. Berarti, pendapatan tambahan mereka mencapai Rp 2 juta hingga Rp
4 juta per tahun. Uang sebanyak itu, berdasarkan pengalaman warga desa,
sudah bisa menyelamatkan biaya sekolah si anak beserta kebutuhan
lainnya.


    Masalahnya, sedikit sekali warga yang punya modal untuk dapat
membeli induk kambing sebanyak itu. Rata-rata uang tabungan warga yang
belum keluar dari krisis tersebut hanya di bawah Rp 500 ribu yang
berarti cuma bisa membeli 1-2 ekor kambing berkualitas baik (jenis
ersip atau etawa).


  Maka, beberapa warga sempat frustasi karena tidak mampu mencari
modal. Sampai akhirnya ada pemikiran untuk mencari investor
kecil-kecilan dari luar desa. Lagi-lagi pemuda desa yang sudah punya akses di kota
dijadikan andalan mencari modal tambahan. Maka digalakkanlah sistem
"belah pinang". Warga disiapkan menjadi peternak yang akan berbagi
hasil fifty – fifty dengan si pemodal. Ini memang sudah sejak lama diberlakukan oleh peternak.


  Dengan berbagai cara, akhirnya ada beberapa pemodal yang mereka sebut
"investor kampung" yang berani menanamkan modal sebesar Rp 2 juta
hingga Rp 5 juta. Ada yang melakukannya dilengkapi dengan surat
perjanjian hitam di atas putih, namun ada juga yang mengandalkan rasa
saling percaya. Kendati demikian, dengan semakin tingginya minat warga
ikut berternak kambing, akhirnya kelompok kesulitan mencari investor.

        Kendati demikian, hasil yang sudah terlihat nyata di desa ini adalah tertekannya komunitas pencuri. Malah,
saat ini boleh dikatakan tidak ada lagi warga yang melakukan tindakan
tersebut. Mereka umumnya warga sudah kembali menekuni usaha
masing-masing dengan pendapatan tambahan dari ternak kambing tersebut.


    Pemuda desa yang sebelumnya lebih memilih ikut dalam kelompok
NINJA, MACO, dan KENCOL kini sudah terlihat dengan riang mencari rumput
atau daun ubi untuk makanan ternaknya. Apalagi,
saat ini kotoran kambing sangat bernilai tinggi untuk pupuk kandang,
membuat pendapatan mereka membaik dan semangat berternak semakin tinggi.


      Tinggal bagaimana investasi terhadap mereka menjadi perhatian
banyak pihak, sebab hingga kini kualitas ternak mereka masih perlu
diperbaiki karena bibit yang sanggup mereka beli belum maksimal.


    Pola mengurangi kriminal dengan ternak kambing ini kini telah
diikuti oleh tiga desa tetangga desa Tambak Cekur. Ini merupakan bola
salju kebaikan yang semakin lama semakin terus membesar dan bermanfaat
bagi orang banyak.


Sayang si pemuda perantau (Mendiang Aris Sumampin Damanik) sebagai
penggagas segalanya sangat cepat dipanggil oleh yang Maha Kuasa dengan
serangan penyakit kanker darah leukimia pada tahun 2004.

***

Iswan Kaputra, lelaki kelahiran Kisaran, Sumatera Utara, 1970 ini berhasil menamatkan sarjana sosialnya pada Program Studi Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Sekolah
Tinggi Ilmu Komunikasi Pembangunan (STIK'P) Medan tahun 1997.
Sebelumnya kuliah di Akademi Komunikasi Yogyakarta sampai semester V.
Ijazah negaranya baru dapat keluar pada tahun 2002 karena kesibukan di
luar kampus, yakni kerja-kerja pengorganisasian, pendampingan, dan
pemberdayaan masyarakat. Memiliki pengalaman lebih dari 14 tahun ikut
berpartisipasi dalam pengorganisasian dan pemberdayaan masyarakat
(dengan penguasaan metode PKM, PRA & RRA) melalui wadah berbagai
macam organisasi kemahasiswaan, organisasi masyarakat dan lembaga
swadaya masyarakat. Pengalaman dan penguasaan konsep community
development (CD) dan community organizer (CO) khusus pada masyarakat
pedesaan dan kaum miskin kota. Aktif menulis artikel & opini pada
media alternatif, media massa lokal dan nasional. Menulis dan
penyunting 5 judul buku pengalaman pendampingan bersama tim. Aktif juga
dalam berbagai macam penelitian & menjadi kontak person LP3ES,
Jakarta di Sumatera Utara dari tahun 1998 sampai 2002. Penelitian
bersama Komnas HAM, BITRA Indonesia dengan metode FGD.




Profil:

ANDI MUHAMMAD JUFRI

Lelaki
kelahiran Bone, 23 November 1973 ini mengawali pengalaman
pemberdayaannya sejak menduduki bangku kuliah di jurusan ilmu kelautan
Universitas Hasanuddin sebagai aktivis gerakan pemberdayaan relijius
yang melakukan dakwah keliling ke sekolah-sekolah dan pesantren di
Makassar.



Setelah
mendapatkan gelar sarjananya, Mas Jufri, panggilan akrab pria yang masa
kecilnya sering dihabiskan di sawah dan pantai ini, bergabung bersama
rekan-rekan alumni lainnya dalam sebuah lembaga yang fokus pada
pemberdayaan masyarakat pesisir di kepulauan Spermonde, Takabonerate,
Kabupaten Pangkep, Makassar. Selama empat tahun ia menjalankan kampanye
persuasif mengenai penyadaran lingkungan akan perusakan terumbu karang
di kalangan kelompok nelayan yang menangkap ikan menggunakan bom.



"Kita
coba mendekati mereka (kelompok nelayan—Red.) menggunakan forum-forum
di mesjid. Saya sendiri pernah khutbah di mesjid, saat shalat jumat
atau ceramah-ceramah di bulan Ramadhan. Menggunakan muatan-muatan
relijius, kita sampaikan tentang pentingnya menangkap ikan dengan ramah
lingkungan. Kita datang ke rumah-rumah mereka, silaturahmi, bicara dari
hati ke hati. Ternyata mereka sebenarnya tidak mau seperti itu, namun
mereka sudah berada di dalam lingkaran modal yang membuat mereka harus
menangkap ikan.



"Kita
mencoba menunjukkan alternatif cara untuk meraih nilai pendapatan yang
sama bahkan lebih menguntungkan daripada menggunakan bom. Kita
kembangkan budaya rumput laut sebagai pemasukan alternatif ekonomi
nelayan. Ketika rumput laut yang mereka kembangkan sudah bagus dan
tiba-tiba mati karena terkena bius dari bom, itu menyadarkan masyarakat
betapa pengaruh negatif dari alat tangkap yang merusak itu. Mereka
dengan sendirinya melokalisir dan mengusir nelayan-nelayan yang
menggunakan alat tangkap bius karena khawatir terumbu karangnya rusak
dan lahan budidaya rumput lautnya terganggu. Banyak yang berhenti
menggunakan bom. Banyak juga yang menjadi aktivis lingkungan dan
bergabung dengan kita untuk mengubah masyarakat."



Mas
Jufri mengakui bahwa ketertarikannya untuk terjun dalam upaya
pemberdayaan masyarakat pesisir diawali oleh niatnya untuk belajar.
Iapun terlibat dalam berbagai kegiatan pelestarian habitat bakau dan
budidaya kepiting di kepulauan Kapoposang dan Baluluang, serta
pelatihan-pelatihan lainnya yang berhubungan dengan ilmu kelautan.



"Di
kampus kita belajar tentang ilmu biologi, fisika, dan kimia kelautan.
Tapi setelah kita ke luar, melihat masyarakat di sana, terjun belajar
tentang masyarakat kepulauan, ternyata banyak masalah yang perlu
dibenahi. Ilmu di dunia kampus ada yang bermanfaat, terutama bagaimana
mengidentifikasi potensi sumberdaya alam, namun setelah teridentifikasi
kenapa terbengkalai? Itu menjadi motivasi saya, bagaimana menyadarkan
masyarakat mengenai pentingnya sumber daya kelautan. Kalau masyarakat
tidak sadar, keturunan-keturunan mereka di masa datang bisa kehilangan
mata pencaharian. Bayangkan kalau setiap hari mereka melakukan
perusakan terumbu karang, bagaimana anak cucunya?"



Namun
niatnya untuk belajar tidak hanya sampai di situ. "Latar belakang saya
murni dari ilmu kelautan. Saya tidak tahu tentang pola pengorganisasian
masyarakat. Berinteraksi dengan masyarakat, bagaimana mengorganisasi
warga dengan kelompok-kelompok sosial yang berbeda membutuhkan ilmu
baru." Hal itu yang mendorongnya untuk melanjutkan pendidikan S2nya dan
belajar mengenai pemberdayaan masyarakat di jurusan manajemen
pembangunan sosial, Departemen Sosiologi, Universitas Indonesia.



Kepindahannya
ke Jakarta semakin memperluas jaringan perkenalannya dengan berbagai
komunitas pemberdayaan masyarakat lainnya. Iapun bergabung sebagai
aktivis pada lembaga pemerhati aktivitas perusakan terumbu karang
Destructive Fishing Watch (DFW) Indonesia, lembaga pengawas korupsi
Masyarakat Transparansi Indonesia, dan Pusat Studi Konflik Universitas
Indonesia (CERIC UI).



Lulus
dari program pascasarjana UI pada tahun 2006, iapun diajak oleh
pembimbing tesisnya, Imam B. Prasodjo, Ketua Umum Yayasan Nurani Dunia
(YND) untuk bergabung dalam LSM tersebut. Sebagai program manajer di
YND, kini Mas Jufri berperan memfasilitasi berbagai proyek pemberdayaan
bagi kelompok-kelompok sosial yang mengalami konflik antar kampung dan
pemuda mantan pecandu narkoba di kawasan Bonang, Jakarta Pusat, serta
masyarakat perkampungan kumuh yang menjadi korban bencana banjir di
kawasan Kapuk, Jakarta Utara.



Pengalaman Pemberdayaan Masyarakat:

-        Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat Pesisir pada Konsorsium Pemerhati Kapoposang dan Yayasan Konservasi Laut Indonesia (1999-2004)

-        Fasilitator Pemberdayaan Masyarakat Pesisir pada lembaga Destructive Fishing Watch Indonesia (2002-2005)

-        Peneliti pada lembaga Masyarakat Transparansi Indonesia

-        Program Manajer Yayasan Nurani Dunia (2006-sekarang)

-       Ketua Masyarakat Peduli Nelayan Nusantara (2006-sekarang)



Wawancara:

Pendekatan Efektif untuk Diterima oleh Masyarakat Dampingan



                Andi
Muhammad Jufri, Program Manajer Yayasan Nurani Dunia yang telah
berpengalaman selama empat tahun mendampingi masyarakat nelayan di
pesisir kepulauan Kapoposang, Sulawesi Selatan, memfasilitasi konflik
antar kampung di kawasan Bonang, Jakarta Pusat, dan mengembangkan
program ekonomi aternatif yang ramah lingkungan di perkampungan kumuh
Kapuk, Jakarta Utara berbagi tips mengenai cara efektif melakukan
pendekatan terhadap berbagai kelompok sosial yang menjadi masyarakat
dampingannya.



                PFPM: Sepengalaman Anda, bagaimanakah pendekatan yang paling efektif agar diterima oleh masyarakat dampingan?



Andi Muhammad Jufri (AMJ):



"Pertama,
siapapun yang masuk ke masyarakat, dia harus merasa 'bodoh'. Jangan
merasa pintar karena seringkali pendapat-pendapat kita, walaupun benar,
seringkali berbenturan dengan masyarakat.



'Bodoh'
artinya menyimpan ilmu itu, melihat dulu sampai di mana pengetahuan
masyarakat. Mungkin pendapat kita sangat bagus, di tingkat referensi,
di tingkat keilmuan, sudah diakui benar. Tetapi bagaimana mensejajarkan
itu pada level pengetahuan masyarakat itu menjadi penting. Bagaimana
kita tidak mengeluarkan apa-apa dulu, mendengar dari masyarakat dulu,
baru kita mencoba mensinergikan pengetahuan kita dengan pengetahuan
masyarakat.



Kalau
kita memaksakan pengetahuan kita supaya diterima oleh masyarakat,
menggunakan bahasa-bahasa tertentu bahwa itu benar, maka masyarakat
seringkali tidak melihat lagi apakah kita benar atau tidak, tapi mereka
akan merasa digurui.



Sikap
'bodoh' itu sebenarnya merupakan upaya yang efektif bagi seorang
fasilitator untuk menjaga hubungan hati dengan kelompok dampingannya.
Seringkali pendapat kita benar, tapi tidak didengar oleh masyarakat
karena hati kita belum terhubung dengan dia. Secara kreatif kita harus
"bodoh". Kita harus berani membuang perilaku-perilaku kita yang mungkin
terlalu eksklusif.



Untuk
bisa diterima ke dalam masyarakat tersebut kita harus berani berkunjung
ke rumah-rumah mereka, bercerita di tempat-tempat kerja mereka, bermain
bola dengan anak-anak mudanya, berenang di pinggir pantai bersama
mereka, menyalami ibu-ibu mereka, mengikuti kegiatan-kegiatan umum di
masyarakat, dan tidak berkata: 'Ini salah, ini benar'... Tapi mencoba
menjalani itu.



Itu
sebuah proses dalam pemberdayaan masyarakat, proses sosialisasi. Proses
mengadaptasikan seorang pendamping masyarakat ke dalam masyarakat itu
sendiri. Itu adalah hal yang penting dan perlu dijaga oleh seorang
fasilitator atau pendamping masyarakat di manapun dia berada.



Kedua,
kita juga harus mencoba bersikap 'tuli'. Masyarakat itu biasanya mulai
membuka diri jika sudah mengenal kita selama beberapa hari, minggu,
atau bulan. Kemudian masyarakat seringkali menceritakan
kejelekan-kejelekan antara yang satu dengan yang lainnya.



Hal
tersebut selalu akan kita temui di manapun kita berada. Itu karakter
masyarakat yang biasa. Di situ kita perlu tuli mendengar. Tuli
maksudnya, kita mendengar tapi tidak berarti mempengaruhi hati kita
terhadap orang yang dia ceritakan.



Seringkali
kita membatasi diri ketika mendengar kejelekan orang lain, mudah untuk
bersikap antipati terhadap orang tersebut, kemudian menjauhinya.
Padahal seringkali justru itu akar masalah yang coba kita selesaikan di
masyarakat, di situlah sumber masalahnya.





Ketiga, pemetaan konflik lokal yang terselubung menjadi penting. Resolusi
konflik secara persuasif harus dilakukan, karena kita tidak mungkin
melakukan intervensi program tanpa mengetahui pemetaan sosialnya.



Apabila
kita mengetahui pemetaan sosial maka intervensi dapat ditentukan di
posisi yang tepat, kira-kira apakah yang menjadi resultan di antara
sekian banyak konflik yang terjadi. Apabila ini tidak dilakukan, maka
di lapangan akan terjadi ketimpangan-ketimpangan yang mungkin
menyulitkan kita dalam keberlanjutan program.



Seringkali
tokoh masyarakat yang kita segani justru menjadi sumber konflik, oleh
karena itu menjaga jarak dengan mereka itu perlu juga. Kita sering
datang ke rumahnya, bermalam di situ, namun tidak berarti kita
mengabaikan orang-orang di sekelilingnya.



Makanya
kita perlu rajin bersosialisasi dengan masyarakat, saling bercerita di
waktu luang mereka. Tapi kita tetap 'tuli', tidak boleh mengungkapkan
apa yang kita dengar kepada orang lain. Jangan kita
klarifikasi-klarifikasi.



Ketika
kita mengungkapkan sesuatu pada orang lain, maka Anda menjadi sumber
konflik, dan itu berbahaya. Makanya Anda harus tuli. Bodoh dan tuli! Ha
ha ha..."








____________________________________________________________________________________
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story. Play Sims Stories at Yahoo! Games.
http://sims.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]




Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/DevJobsIndo/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/DevJobsIndo/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto: DevJobsIndo-digest@yahoogroups.com
    mailto:DevJobsIndo-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    DevJobsIndo-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/




 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Re: [mediacare] lowongan language specialist Radio Japan Indonesian Service di Tokyo

 


lily_yulianti <lily_yulianti@yahoo.com> wrote:
Moderator yth,
mohon izin menyebarkan iklan lowongan ini.

lily yulianti
NHK-Tokyo

*******
(telah dimuat di iklan Harian Kompas 27 Oktober 2007)

Job Vacancy
Working With Radio Japan NHK World

Radio Japan NHK World Indonesian Service is seeking a high qualified
person to work as language specialist in its office in Tokyo, Japan,
starting from May 2008.

Work entrusted:
- Announcing news and other programs in Indonesian language
- Translating English scripts into Indonesian language
- Producing Indonesian language program for Radio Japan including
planning, gathering of materials, interviewing and tape-editing.
- Giving professional advice on reading and writing in Indonesian
language

Qualifications:
- Minimum 5 years experience working as
journalist/editor/producer for Indonesian/overseas printing media or
broadcasting services.
- Relevant university degree
- TOEFL minimum 550/IELTS minimum 5.5 overall band
- Excellent critical thinking, writing and communication
skills
- Ability to work in a team and in the multicultural
environment
- Ability to work independently under a tight deadline with
minimum supervision
- Ability to adjust with Japanese life-style and culture.

Interested applicants should send their applications including
curriculum vitae with a passport-size photograph, two letters of
reference, all supported documents of English Proficiency Test,
academic records and working history to:

Indonesian Service
Radio Japan NHK World
International Planning and Broadcasting Department- NHK
2-2-1 Jinnan Shibuya-ku
Tokyo 150-8001, JAPAN
The applications must reach us by 7 December 2007.
Do you want to rebroadcast NHK news?
Visit http://www.nhk.or.jp/indonesian
for further information contact: nhkworld@nhk.jp




 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Lomba penulisan jurnalistik

Jakarta, 31 Oktober 2007

Kepada kawan-kawan jurnalis

Sehubungan dengan adanya Lomba Penulisan Jurnalistik Bertema
"Undang-undang Administrasi dapat Mendorong Reformasi Birokrasi di
Indonesia" (kerjasama Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan
GTZ) yang sesungguhnya berakhir pada 31 Oktober 2007, kami dari panitia
lomba mengumumkan bahwa penyelenggaraan lomba ini DIPERPANJANG hingga 31
Januari 2008.

Oleh karena itu, kami kembali mengundang kawan-kawan jurnalis di media
pers cetak untuk mengirimkan karyanya.
Pada periode kali ini kami juga mengundang kawan-kawan dari media pers
online untuk turut serta perpartisipasi dalam lomba ini dengan mengirimkan
karya tulisan yang telah dipublikasikan dalam periode 1 September 2007
hingga 31 Januari 2008.

Pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada pekan ketiga Februari 2008.
Dalam pengumuman kali ini kami juga menyertakan soft copy dari RUU tentang
Administrasi Pemerintahan yang merupakan versi final dari Kementerian
Negara Pendayagunaan Aparatur Negara.
Semoga RUU ini dapat dipergunakan sebagai rujukan dalam membuat tulisan
untuk lomba.

Demikian pengumuman ini, selanjutnya panitia lomba menunggu karya Anda
untuk diikutsertakan dalam lomba ini. Hal-hal yang ingin ditanyakan
berkaitan dengan lomba ini dapat menghubungi Desy Saputra (021-93105568)
atau Shintawati (021- 7398401 – 7398301)

Hormat kami,

Desy Saputra
Project Officer

============================================
Lomba Jurnalistik
UU Administrasi Pemerintahan Dapat Mendorong Reformasi Birokrasi Di Indonesia
Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara bekerjasama dengan SfGG-GTZ

Syarat Peserta :
1 Peserta yang dapat mengikuti lomba ini adalah setiap jurnalis media pers
cetak lokal maupun nasional Indonesia dan jurnalis media online yang
dibuktikan dengan nomor identitas kewartawanannya atau keterangan lain
seperti Surat Keterangan dari Pemimpin Redaksi.
2 Mengirimkan karya yang pernah dipublikasikan di media pers cetak (bagi
jurnalis pers cetak) dan sudah dimuat di media online (bagi jurnalis di
media online) dalam periode 1 September 2007 sampai 31 Januari 2007.
Materi harus sudah diterima Panitia Lomba pada tanggal 05 Februari 2007.
3 Jenis tulisan jurnalistik yang dilombakan adalah "soft news/feature"
yang merupakan analisis dan atau opini dengan tema:
"UU Administrasi Pemerintahan dapat mendorong Reformasi Birokrasi di
Indonesia"
Adapun sub-tema yang dapat dipilih adalah:
a. Peran UU AP dalam Pencegahan Korupsi
b. Perubahan Paradigma Penyelenggaraan Pemerintahan
c. Perbaikan pelayanan publik
d. Memperkuat Peradilan Tata Usaha Negara
e. Memperkuat posisi masyarakat melalui hak dengar pedapat, hak
mengadukan keputusan pemerintahan yang merugikan (upaya administratif),
atau hak melihat dokumentasi keputusan pemerintahan

Diharapkan tulisan dikaitkan dengan kasus di lapangan atau dapat juga
mengambil studi kasus bagaimana birokrasi pemerintahan berjalan di
tempat jurnalis berada.

4 RUU-AP dan referensi terkait lainnya dapat di peroleh dari:
www.menpan.go.id
www.gtzsfgg.or.id

5 Setiap peserta dapat sebanyak-banyaknya mengikutsertakan tulisan untuk
mengikuti lomba ini.
6 Seluruh peserta harus menyatakan bahwa tulisan yang didaftarkan adalah
benar-benar karya orisinalnya.
7 Ralat dalam karya yang didaftarkan harus disertakan untuk menjaga
tingkat akurasi karya, menghindari klaim plagiatisme, dan tuntutan
pencemaran nama baik.
8 Seluruh karya yang masuk tidak akan dikembalikan. Karya tulis dari
Pemenang 1, 2 dan 3 menjadi milik Panitia Lomba.
9 Lomba penulisan jurnalistik ini tidak dipungut biaya.

Bagaimana Mendaftar ?
1 Setiap wartawan yang mengikuti lomba penulisan ini wajib amengisi
formulir pendaftaran yang bisa didapatkan dari situs panitia di alamat
berikut:
www.menpan.go.id
www.gtzsfgg.or.id
2 Formulir pendaftaran, hard copy dan kliping pemuatan di media pers cetak
dan media online dikirimkan ke alamat:
Panitia Lomba Penulisan Karya Jurnalistik: "UU Administrasi Pemerintahan
dapat mendorong Reformasi Birokrasi di Indonesia"
KEMPAN – SfGG GTZ
d.a
Support for Good Governance (SfGG) Project
Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
Jalan Jendral Sudirman Kav 69, Lantai 3, Jakarta 12190
Fax.: 021 – 739 8373
021 – 837 026 60
Atau
Email: panitialomba@gtzsfgg.or.id

Informasi lebih lanjut
Dapat diperoleh dari:
panitialomba @gtzsfgg.or.id
Atau menghubungi panitia:
Desy Saputra telp. 021- 93105568
Shintawati Hadinoto telp: 021- 7398401 - 7398301

Deskripsi Program:
Rancangan Undang-Undang Administrasi Pemerintahan (RUU-AP) yang segera
diserahkan Pemerintah RI kepada DPR telah dimulai penyusunannya sejak tiga
setengah tahun lalu. Proses panjang ini adalah untuk menggali berbagai
masukan dan pemikiran dari berbagai pihak
Kini RUU-AP telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) tahun
2007 yang menunjukkan bahwa para wakil rakyat bersungguh-sungguh untuk
melakukan percepatan reformasi birokrasi.
Komitmen ini pula yang saat ini menjadi prioritas Kementerian Negara
Pendayagunaan Aparatur Negara (KEMPAN) untuk mendorong perbaikan dan
reformasi birokrasi. Kami berharap bahwa akhir 2007, RUU-AP dapat
ditetapkan sebagai Undang-Undang.
Keberadaan RUU-AP ini bertujuan menciptakan kepastian dan perlindungan
hukum bagi masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan dan penyelenggaraan
administrasi pemerintahan, serta tentu saja mempercepat proses
pemberantasan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dalam birokrasi.
Dalam rangka sosialisasi rancangan undang-undang ini dan memulai momentum
reformasi birokrasi di republik ini, maka Kementerian Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara bekerja sama dengan SfGG-GTZ mengadakan lomba penulisan
karya jurnalistik se-Indonesia dengan tema:
"UU Administrasi Pemerintahan dalam mendorong Reformasi Birokrasi di
Indonesia".

Tujuan Lomba: Dengan Lomba ini diharapkan masyarakat dan para anggota
legislatif lebih memahami substansinya serta manfaat sebuah UU-AP baik
bagi masyarakat maupun bagi administrasi pemerintahan.
Pemenang penghargaan ini akan diumumkan pada pekan ketiga Februari di
salah satu Harian Umum Nasional dan situs Panitia. Panitia juga akan
menghubungi peserta lomba yang memberikan alamat e-mail.
Masing-masing pemenang akan memperoleh penghargaan berupa sertifikat dan
hadiah uang tunai senilai:
Pemenang I : Rp 10.000.000,-
Pemenang II : Rp 7.500.000,-
Pemenang III : Rp 5.000.000,-
Pemenang favorit : Rp 5.000.000,-
Pemenang favorit adalah peserta lomba terbaik dari kelompok peserta yang
digolongkan oleh Tim Juri tergolong produktif.

Kriteria Penilaian:
1 Penilaian tulisan dilakukan oleh Tim Juri kompeten yang terdiri atas
Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, SfGG-GTZ, pakar
administrasi pemerintahan dari kalangan akademisi, kalangan Lembaga
Swadaya Masyarakat, dan jurnalis.
2 Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat. Juri memiliki hak untuk
menggugurkan pendaftaran yang tidak memenuhi persyaratan.
3 Juri juga berhak menarik kembali penghargaan ini apabila di kemudian
hari karya yang menang ternyata bermasalah.
4 Pemenang penghargaan akan dipilih berdasarkan kualitas karya
jurnalistiknya, terutama dalam hubungannya dengan tema lomba ini. Karya
yang paling berhasil harus menunjukkan manfaat dari Rancangan Undang
Undang Administrasi Pemerintahan dalam mendorong gerakan reformasi
birokrasi.
5 Juri juga akan mempertimbangkan sejumlah kriteria umum seperti; teknik
penulisan, kedalaman pembahasan substansi RUU-AP, dan kasus nyata yang
terjadi yang dituliskan. Juri akan mempertimbangkan pula soal sumber
informasi yang digunakan serta besar tidaknya upaya yang dilakukan dalam
membuat karya itu.
6 10 tulisan terbaik akan "diapresiasikan" dalam bentuk penerbitan buku
oleh KEMPAN – SfGG GTZ. Hal-hal mengenai penerbitan buku akan
dikomunikasikan kemudian kepada mereka yang karya tulisnya terpilih.

======================
Sekretariat AJI JAKARTA
Jl. Prof. Dr. Soepomo No 1 A
Kompl. BIER, Menteng Dalam
Jakarta Selatan 12870
Telp/fax. +62-21-83702660
Website : www.aji-jakarta.org
======================


 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Industri televisi di Indonesia mengarah ke monopoli

Industri televisi di Indonesia mengarah ke monopoli
 
Jakarta, Kompas - Industri pertelevisian Indonesia saat ini telah
mengarah ke monopoli. Kondisi ini jelas tidak sehat karena selain
melanggar Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, juga
membuat masyarakat tidak punya banyak pilihan informasi. Kondisi ini
harus segera diatasi pemerintah dan sejumlah lembaga terkait, seperti
Komisi Penyiaran Indonesia.
 
Masyarakat Pers dan Penyiaran Indonesia (MPPI) menyampaikan hal itu,
Senin (29/10) di Jakarta. Anggota MPPI yang diketuai Kukuh Sanyoto
ini, antara lain Abdullah Alamudi dan Leo Batubara (keduanya dari
Dewan Pers), Amir Effendi Siregar (Sekjen Serikat Penerbit Surat
Kabar), Effendy Gazali (pakar komunikasi), dan Entjeng Shobirin
(peneliti LP3ES).
 
"Ketika era reformasi, masyarakat berusaha menghapus monopoli TVRI
dengan membuat UU No 32/2002. Namun sekarang, kepemilikan beberapa
stasiun televisi ternyata terkumpul di beberapa perusahaan privat
sehingga mengarah kepada monopoli dan oligopoli," kata Amir Effendi.
 
Keadaan ini, lanjut Amir, dapat membodohi masyarakat karena informasi
yang diterima akan relatif seragam dan cenderung tidak mendidik.
"Bahkan, ada kemungkinan televisi itu akan dipakai untuk kepentingan
tertentu, apalagi Pemilihan Umum 2009 tinggal dua tahun lagi. Ini
membahayakan, " katanya sambil menambahkan, saat ini ada sejumlah
pemilik televisi yang memakai medianya untuk membela diri ketika
terkena persoalan.
 
Kukuh Sanyoto menuturkan, gejala monopoli ini melanggar Pasal 18 Ayat
1 dan Pasal 20 UU No 32/2002 di mana suatu badan hukum paling banyak
hanya memiliki dua izin penyelenggaraan penyiaran televisi yang ada di
dua provinsi berbeda. "Sekarang, ada perusahaan yang memiliki lebih
dari dua televisi, itu pun letaknya di Jakarta," katanya. (NWO)
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] MATA MATA JOGJA


 

Pameran Sketsa dan Fotografi 'MATA-MATA JOGJA'

MENAPAKI KOTA LEWAT SKETSA

Jogja Gallery [JG], Jalan Pekapalan No 7, Alun-alun Utara Yogyakarta

3 - 18 November 2007

 

Muji Harjo, 'Ngejaman Kraton Yogyakarta', mixed media on paper, 30 x 42 cm, 2007

Perupa yang tampil: Denny 'Snod' Susanto, Deskhairi, M. Alfairuz Hasby, M. Fadlil Abdi, Masriel, Muji Harjo, WM. Hendrik

Kurator: Mikke Susanto

 

Mengawali bulan November 2007, ruang pamer Jogja Gallery akan dipenuhi karya fotografi koleksi museum di Prancis – 'Objectif Paris' [ruang pamer lantai bawah] dan karya sketsa dan fotografi tentang kota Yogyakarta – 'Mata-mata Jogja' [ruang pamer lantai atas]. Khusus di ruang pamer lantai atas, melalui karya seni yang tergolong sederhana ini, kita akan melihat sebuah 'diorama visual' yang direpresentasikan lewat media pensil, pena, tinta cina dan cat air di atas kertas. Semua sketsa yang terhampar dalam ruang pamer ini difungsikan untuk melacak kembali situasi terakhir kota Jogja. Terdiri dari berbagai hal, mulai dari bangunan tua dan bersejarah [dalam pameran ini ditampilkan foto-foto kuno bangunan yang ada di Jogja sebagai pembanding], hamparan sawah di sebuah desa, potret kehidupan, tetumbuhan, senjata tradisional dan beberapa makanan khas yang masih ada saat ini. Sketsa-sketsa ini dikerjakan oleh tujuh perupa muda yang nota bene telah sekian tahun tinggal dan hidup di Jogja. Dengan berbekal keterampilan akademis, seperti halnya ketika mereka menimba ilmu sketsa di Insitut Seni Indonesia [ISI] Yogyakarta, hasil karya yang mereka buat, sangat layak diapresiasi.

 

Gambar-gambar yang mungkin terkesan remeh ini ternyata menyimpan seribu kenangan bagi siapa saja. Di tengah perubahan tak bisa ditahan, kekacaubalauan yang mungkin tak terhindarkan, dan situasi tak menentu yang mungkin kan kita lewati, membuahkan kesadaran untuk melakukan pencatatan sedini mungkin. Sketsa--di samping fotografi--adalah jalan sederhana yang sangat efektif digunakan untuk tujuan itu. Dan salah satu ikhtiar yang ingin ditegaskan dalam pameran ini adalah bahwa sketsa dan fotografi layak disandingkan sebagai instrumen penting pencatat kehidupan. Tak salah bila pameran sketsa dan fotografi 'Mata-mata Jogja' dirangkai sebagai pendamping pameran fotografi 'Objectif Paris' di Jogja Gallery.

 

Pameran fotografi 'Objectif Paris' menampilkan 87 karya foto koleksi museum-museum di Prancis. Dikuratori oleh Anne Cartier-Bresson, pameran kali ini menampilkan nama-nama terbesar [40 fotografer] dalam dunia fotografi antara lain, Henri Cartier-Bresson, Jan Auvigne, Jean-Philippe Charbonnier dan  William Klein. Pameran tersebut merupakan bagian dari kegiatan Bulan Fotografi / Mois de la Photo yang diselenggarakan oleh Lembaga Indonesia Perancis [LIP], Yogyakarta. Suatu kebanggaan tersendiri bagi organiser kegiatan ini, karena pameran fotografi 'Objectif Paris' ini pertama kalinya digelar di Indonesia dengan mengambil kota Yogyakarta, untuk selanjutnya berkeliling ke Jakarta dan Bandung.

 

Organiser: Mairie De Paris, Lembaga Indonesia Perancis [LIP] dan Jogja Gallery

Bulan Fotografi official supporter: Dinas Kebudayaan Propinsi DIY

Bulan Fotografi partners: Ruang MES 56, De Britto Fotografi Club, Rets Fotografi Club, Via Via Kafe.

Jogja Gallery supporters: Plaza Ambarrukmo, Trully Jogja, Galeria Mall, Jogja View, Toko Buku Gramedia Yogyakarta dan PT Dakota.

LIP supporters: Grand Mercure Hotel, Hotel Novotel Yogyakarta dan Hotel Ibis Yogyakarta, Jogja National Museum [JMN] dan Bella Vitta.

 

Buka Selasa - Minggu, pukul 09.00 - 21.00 WIB / Tiket tanda masuk Rp 3.000,-

Jogja Gallery [JG]

Jalan Pekapalan No 7, Alun-alun Utara Yogyakarta 55000 INDONESIA
Telp. +62 274 419999, 412021

Telp./Fax +62 274 412023

Telp./SMS +62 274 716188, +62 888 696 7227

email: jogjagallery@yahoo.co.id / info@jogja-gallery.com

www.jogja-gallery.com

 


[media-jabar] Sastrawan Hudan Hidayat gugat Akademi Jakarta

Yang terhormat Anggota Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dan Akademi Jakarta (AJ).

Surat ini, disamping untuk DKJ, juga untuk AJ. Karena saya kira, ada hubungan fungsional DKJ dan AJ.

Dalam kaitan dengan "polemik sastra pornografi" khususnya antara Taufiq Ismail dan saya, saya melihat Taufiq Ismail telah:

1) membuat stigma terhadap salah satu bagian sastra Indonesia, yakni sastra seks, tanpa ada upaya membuat telaah pada karya yang dimaksud.

2) tidak memberikan pencerahan, karena caranya menggunakan perumpamaan dan menilai orang cenderung menghina, serta menutup pemikiran.

3) stigma seperti itu akan mengkerangkeng kebebasan kreatif.

Dalam kaitan dengan itu, saya bertanya dimanakah letak dan fungsinya DKJ dan AJ? Apakah DKJ dan AJ akan membiarkan saja wacana seperti itu berkembang? Apakah kedua institusi budaya ini tidak relevan mengurusi polemik "anggota budaya"nya?

Saya sungguh-sungguh ingin tahu, apakah fungsi kedua institusi budaya ini? Apa kaitan nyatanya dengan kehidupan seni di indonesia, khususnya kehidupan sastra?

 
Saya sangat percaya baik DKJ dan AJ benar-benar mengikuti semua denyut budaya yang ada, termasuk polemik "sastra pornografi" itu. Karena alasan seperti ini, saya tidak menyertakan bahan-bahannya. Karena bahan-bahannya sudah ada semua di media massa, termasuk media internet.

Demikian saya meminta jawaban, akan letak dan fungsi DKJ dan AJ dalam kehidupan budaya di Indonesia.

Salam hormat,
 
 
(hudan hidayat)
 
mobile: 0815-86274577
 


 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Fwd: Kinerja Kuartal 3 Bakrie Telecom Melesat Tajam



Note: forwarded message attached.

 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

30 October 2007

[media-jabar] Test ujian yang tidak bermutu

Inikah pendidikan yang diajarkan kepada anak-anak kita?
 
 
 
 
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Re: [FDWB] release pertunjukan cupak tanah



reni susanti <rensusanti@yahoo.com> wrote:

PRESS RELEASE
PERTUNJUKAN CUPAK TANAH DI KOMUNITAS CCL BANDUNG


Dengan hormat,
Bersama ini kami sampaikan Press Release tentang
pertunjukan Drama CUPAK TANAH dari Bali, yang akan
dipentaskan di Komunitas Celah Celah Langit (CCL), dengan
jadwal sebagai berikut :

HARI / TANGGAL : KAMIS, 8 NOVEMBER 2007
W A K T U    : PUKUL 19.30
T E M P A T    : KOMUNITAS CELAH CELAH LANGIT (CCL)
     JLN. SETIABUDI NO. 8/169 A
     BELAKANG TERMINAL LEDENG, BANDUNG

Kami sampaikan pula profil tentang drama CUPAK TANAH ini.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya,
kami ucapkan terima kasih.

Bandung, 30 Oktober 2007
Hormat kami,

Pupuhu Komunitas CCL,
Iman Soleh
08122451031


PROFIL DRAMA CUPAK TANAH

Karya Putu Satria Kusuma
Produksi Sanggar Kampoeng Seni Banyoening

Pentas Panggung Tiga Kota:
Kamis, 8 Nopember 2007, di CCL Jl. Setia Budhi No. 8 / 169
A Ledeng Bandung

Sabtu, 10 Nopember 2007, di ISI Yogyakarta Audotorium
Teater, FSP

Senin, 12 Nopember 2007, di Institut Agama Islam Negeri
(IAIN) Sunan Ampel Surabaya.

Terselenggara atas Dukungan Hibah Seni YAYASAN KELOLA

Sinopsis Cupak Tanah :
Penguasa itu bernama Cupak. Ia manusia tapi perangainya
raksasa, raksasa pemakan tanah. Semula, Cupak hanya rakus
maka nasi, tapi sejak berkuasa, ia gemar makan tanah.
Mula-mula sepiring, lama-lama menjadi semeter hingga
berhektar-hektar. Sementara itu, Cupak berusaha menikahi
Galuh, putri raja yang diselematkannya dari raksasa Menaru
yang menculiknya. Sebagai hadiah dari keberhasilan Cupak
menyelamatkan Galuh serta membunuh raksasa Menaru, maka
Cupak diangkat jadi penguasa dan bakal suami Galuh. Tapi
Galuh mengulur-ulur waktu.
Alasannya, menunggu Gerantang pulang. Gerantang adalah
adiknya Cupak. Dulu mereka berdua, Cupak dan Gerantang
berjuang bersama membunuh raksasa Menaru, namun yang
kembali hidup membawa Galuh pulang adalah Cupak. Maka
Cupaklah yang berhak menjadi penguasa sekaligus memiliki
Galuh. Sementara itu, kegemaran Cupak makan tanah membuat
rakyat resah dan menggelar protes. Menghadapi itu Cupak
memakai kekerasan, menembaknya. Tapi protes tak padam.
Setelah diselidiki pemimpin protes berupa demo itu adalah
Gerantang, adik Cupak yang dikira sudah mati. Cupak
mengajak adiknya berunding. Karena permintaan Gerantang
dirasa berat, mereka pun tarung. Sebagai penguasa Cupak
menang. Namun Cupak mengalah, ia serahkan kekuasaan pada
Gerantang dengan pesan jangan sampai nikmat kekuasaan
mengubah jati dirinya dari membela rakyat menjadi menindas
rakyat. Maka Gerantang pun menjadi penguasa menggantikan
Cupak. Tapi begitulah, kursi empuk kekuasaan mengubah
Gerantang menjadi Cupak

Catatan:
Kisah drama ini dikembangkan dari kisah rakyat Bali, Cupak
Gerantang.
Dalam kisah rakyat itu, Cupak rakus makan nasi. Sedang
dalam Cupak Tanah, kerakusan Cupak disesuaikan dengan
masalah kekinian, terjadi perampokan dan penipuan tanah
rakyat maupun tanah negara. Tetapi tanah di sini, juga
menjadi simbol yang luas tak hanya sebatas tanah.
Dipentaskan pertamakali tahun 2002 dalam festival
kesenian yang mengambil cerita Cupak dan Gerantang di Art
Centre Denpasar Bali. Sesudah itu Cupak Tanah keliling
Bali, hingga Bentara Budaya Jakarta dan GKJ.

Pemeran:
Nengah Wijana sebagai Cupak
AA Ayu Rahadiani Cwari sebagai Galuh
Nyoman Darwin sebagai Pejabat

Peran campur-campur:
Putu Kasmiada, Made Ngurah Suarta,Putu Sardani, Ketut
Purnade,Rina Aristadewi Dipa, Kadek Agus Wibisana,
Md.Tegeh Okta Wahyu Mahery S.S, I Ketut Wicana, Muhammad
Jazuli, De Uh.

Sutradara dan naskah : Putu Satria Kusuma
Diskusi pentas:
Drs. Hardiman MSi (Dosen Senirupa Undiksha dan Sesepuh
Teater Kampus Seribu Jendela Undiksa )

TENTANG KAMPOENG SENI BAYOENING
Sanggar Kampoeng Seni Banyoening terletak di ujung utara
pulau Bali, tepatnya di Kabupaten Buleleng. Kalau ditempuh
dari Denpasar, Anda akan melintasi 99 lekuk bukit untuk
sampai di Banyuning, lalu memasuki kota yang panas dan
berdebu. Sanggar ini adalah kumpulan aktor kampung yang
berakting dengan gaya kampung didorong oleh api murni
naluri keindahan kampung semata.

TENTANG CCL
Celah Celah Langit (CCL) adalah sebuah komunitas kesenian
berupa ruang kebun telanjang yang berada di kawasan
belakang Terminal Ledeng, Bandung.
CCL melakukan partisipasi aktif bersama berbagai pihak
untuk mewakafkan waktu, pikiran, tenaga dan daya
kreatifnya untuk ikut serta membangun spiritual masyarakat
melalui pengucapan kesenian, baik di bidang sastra,
teater, tari, musik, seni rupa, juga multimedia.
Kami bukan hanya sekadar penyelenggara kesenian, namun
menjadi bagian yang ikut memberdayakan masyarakat di
tingkat budaya dan kesenian untuk mensosialisasikan
gagasan.

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com



 

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Need SPG dll???

guys...sapa tau event atau acaranya butuh:
www.friendster.com/bakpawinc (for more picture's)
 
SPG
Wayang Golek "Pujaran Giri Harja III".Dalang Umar Darusman Sunandar Sunarya.
(Tradisi,Kontemporer,Bobodoran/Humor,Monolog)
Tari-tarian (tradisional - modern)
Group Band
Magician(Coorporate/Street Magic)
MC
Tarot Rider/Fortune Teller
Happening Art
Jugler,Pantomim,Statue Man,
Ballon Maker
Sexy Dancer
Kabaret Dance Comedy
Sound System
Event Management
Event Organizer
Handy Talky (Rental)
 
bisa hub aku...
 
Regards,
bakpaw inc.
Jl.Cipedes Atas No.14 Bandung
022-91204071 / 081802156687
bakpaw_inc@yahoo.com
www.friendster.com/bakpawinc (for more picture's)

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

29 October 2007

Blitzmegaplex Bandung tembus satu juta penonton

Suara Pembaruan, 29 Oktober 2007

sp/adi marsiela

Calon penonton Blitzmegaplex Bandung sedang memesan tiket.

[BANDUNG] Blitmegaplex menembus angka satu juta penonton dalam waktu satu tahun di Bandung. "Respons penonton sangat memuaskan," kata Dian Sunardi, Manajer Pemasaran Blitzmegaplex kepada wartawan di Bandung, Sabtu (27/10).

Dengan jumlah penonton seperti itu, diharapkan dalam waktu satu hingga dua tahun lagi, Blitzmegaplex bisa balik modal. Malah setiap tahunnya, bioskop dengan konsep one stop entertainment berencana untuk membuka dua hingga tiga lokasi baru. Pada 22 November mendatang, Blitzmegaplex akan hadir di Mall Pasific Place, kawasan SCBD, Jakarta dengan delapan auditorium eksklusif.

"Tahun 2008, juga bakal dibuka di Mall of Indonesia, Kelapa Gading dan Bumi Serpong Damai," tutur Dian. Terkait dengan jumlah penonton di Jakarta, disebutkan, akan segera menembus satu juta orang. Namun, hingga saat ini masih tertunda karena pembangunan mal yang belum selesai. Dikatakan, sejak dibuka bulan Juni 2007, saat ini jumlah anggota Blitz Card sudah mencapai 8.000-an.

"Di Bandung jumlahnya mencapai 25 persen dan sangat loyal," katanya" Selain membuka bioskop baru, Blitzmegaplex juga berusaha meraih penonton melalui pilihan film dan program acara yang beragam. Di antaranya dengan menyelenggarakan Scream Festival Indonesia 2007.

Festival yang bakal memutar sekitar 30 judul film ini dijadwalkan 25-28 November di Bandung, sedangkan di Jakarta 29 November-3 Desember. Pada festival itu, film yang diputar beragam seperti horor, aksi, dan animasi.

Ditambahkan, untuk mengatasi upaya monopoli distribusi film, Blitzmegaplex mengembangkan Jive Entertainment yang bergerak dalam usaha distribusi film. "Kami juga siap menayangkan film-film independen dari masyarakat asalkan lolos screening," ujarnya. [153]


[media-jabar] Re: [mediacare] Fwd: keamanan di bandung terusik oleh geng motor

 
----- Original Message -----
Sent: Tuesday, October 30, 2007 9:22 AM
Subject: [mediacare] Fwd: keamanan di bandung terusik oleh geng motor



---------- Forwarded message ----------
Date: Mon, 29 Oct 2007 00:50:15 -0700 (PDT)
Subject: keamanan di bandung terusi

Disumpah, Geng Motor Berani Merampok Dan Membunuh      

Kamis 25 Oktober 2007, Jam: 9:37:00
 
BANDUNG (Pos Kota) - Awalnya geng motor hanya kumpulan anak-anak remaja yang hobi ngebut dengan motor, baik siang maupun malam hari di Kota Bandung. Mereka melakukan balapan motor alias trek-trekan di jalanan umum. Tapi kini, geng motor kini sudah meresahkan masyarakat, karena sepak terjangnya makin beringas.

Kelompok ini sekarang sudah menyebar ke berbagai wilayah, meski organisasi induknya tetap berada di Kota Bandung, Jawa Barat.

Untuk mengetahui, kenapa mereka berubah brutal dan jahat, kita mesti lebih dulu mengetahui latarbelakang organisasinya dan doktrin yang diterapkan saat mereka direkrut yang disebut sumpah.

Setiap anggota geng motor dalam sumpahnya, harus berani melawan polisi berpangkat komisaris ke bawah. Anggota harus berani melawan orangtuanya sendiri. Sumpah terakhir, anggota harus bernyali baja dalam melakukan kejahatan .

Demikian tiga sumpah anggota geng motor di Bandung dalam 'buku putihnya' yang ditemukan polisi pada tahun 1999. Dokumen setebal 20 halaman yang diamankan Kapolwiltabes Bandung saat itu, Kolonel (Kombes-Red) Yusuf Mangga Barani, nampaknya menjadi 'sumpah' atau patokan geng motor selama ini.

4 GENG TERKENAL
Berdasarkan penyelidikan, ada empat geng terkenal di Kota Bandung, yakni Exalt To Coitus (XTC), Grab On Road (GRB), Berigadir Seven (Briges) dan Mounraker yang pada hakikatnya memiliki 'ideologi' sama, mencetak anggota dari kalangan siswa SMP dan SMA menjadi remaja yang berperilaku jahat dan tak lepas dari tiga sumpah di atas. Anggota bukan saja laki-laki, tetapi banyak juga remaja putri yang senang ngumpul-ngumpul, berbaur dengan putra.

Merujuk dari tiga poin doktrin geng motor tersebut, dapat dimaklumi kalau mereka selalu berbuat jahat karena termotivasi doktrin yang ada di kumpulanya itu. Hanya saja, aksi kejahatan mereka kini semakin membabi buta. Bukan saja sebatas tawuran atau merampas sepeda motor, tapi mereka sudah berani merampok dan membunuh. Masalah kejahatan inilah yang kini jadi 'momok' warga Bandung untuk keluar pada malam hari. Dan sering membuat kewalahan polisi untuk memberantasnya.

POTONG JARI

Geng XTC berdiri pada tahun 1982 di Kota Bandung. Dengan menancapka bendera putih biru muda bergambarkan lebah itu awalnya didirikan sekelompok anak SMA swasta elite di kota ini. Rekruitmen anggota terus digenjot kelompok ini. Sehingga pada usia belasan tahun geng ini mampu menarik anak sekolah dan dengan cepat berkembang di daerah-daerah di Jawa Barat.

Exalt To Coitas tercatat beranggotakan di atas 5.000 orang. Anggota ini tersebar mulai Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Ciamis, Garut, Tasikmlaya, Sumedang, Cianjur, Subang, hingga Cirebon dan Kuningan. Sejalan dengan tipe lebah, anggota geng tersebut selalu kompak bila ada anggotanya yang disakiti anggota geng lain. Bagaikan lebah, ketika disakiti, mereka terus memburu musuh-musuhnya yang menggangu kenyaman hidup mereka.

"Kami mengakui kalau XTC merupakan geng terbesar di Bandung dibanding tiga geng lainnya. Kekuatan semakin besar egonya pun tak ketulungan. Walau geng lain tak menggangu, XTC selalu membuat masalah," kata sejumlah pentolan geng motor yang menolak ditulis namanya.

XTC geng motor yang terkuat saat ini. Jumlah anggota semakin bertambah, sehingga 'daerah jajahan' nya pun semakin luas. Semula XTC hanya menguasai sejumlah ruas jalan di Kota Bandung mulai Jalan Peta, Buahbatu, Gatot Subroto dan Jalan Diponogoro. Namun, belakangan, daerah kekuasaan geng ini semakin bertambah dan mampu mencaplok daerah Jalan Dago, Pasteur hingga Kiaracondong.

Dengan adanya eksvansi daerah kekuasaan ternyata banyak menyinggung kewibawaan geng motor lainnya di Kota Bandung. Buntunya, percikan pertengkaran dan saling serang menyerang terus terjadi meski harus menumbalkan nyawa anggotanya.

"Diakui atau tidak, geng XTC dimusuhi tiga geng lainnya. Ini bukan impian tapi kenyataan," kata para remaja di Bandung.

Dalam membuat anggota baru, XTC memiliki cara tersendiri. Para anggota yang datang dari lingkungan sekolah SMP dan SMA selalu digodok di daerah Lembang selama empat hari untuk mengikuti training loyalitas.

Polisi jajaran Polwiltabes Bandung mencatat, training loyalitas yang diterapkan bukan berupa pelajaran sekolah, melainkan berupa penggojlokan fisik mulai ditendang diinjak dan dipukul. "Penyiksaan ala IPDN terhadap praja lebih ringan dibanding penyiksdaan di XTC. Dan cuplikan gambar tersebut ada di "CD" yang berhasil diamankan Polwiltabes," kata sejumlah anggota polisi.

Yang lebih parah lagi, semua anggota baru yang lulus dalam uji loyalitas, harus mengikuti tes terakhir ketika mereka pulang ke rumah. Tes itu berupa mengendarai sepeda motor Lembang-Bandung tanpa harus menggunakan rem . "Latihan ini yang kini terus dikembang dalam aksi kejahatan perampasan perampokan dan penyerangan di tengah jalan," kata dia. Anggota XTC memiliki keunikan tersendiri dalam organisasinya.

Setiap orang mengundurkan diri dari keanggotaanya yang bersangkutan diharuskan potong jari kelingking. Upacara ini menandakan kesetiaan seseorang terhadap geng. Luar biasa !

MINUM DARAH ANJING
Berbeda dengan geng motor Brigadir Seven (Briges) dalam merekrut anggota barunya. Tiga doktrin utama seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam terus dikembangkan pada tubuh geng yang semula beranggotakan siswa SMA 7 Bandung. Terhadap anggota baru, Komandan Briges terus melakukan uji nyali mulai keterampilan dalam beraksi hingga mereka diharuskan minum darah anjing dan ayam. Konon, dua darah ini bisa menubuhhkan rasa berani pada diri seseorang.

Dengan keberaniannya dalam beraksi, Briges mengalami perkembangan cukup lumayan. Di bawah bendera negera Jerman bergambarkan kelelawar hitam, Briges terus mengembangkan sayap dalam dunia geng hingga mengalami kekuatan kedua setelah XTC.

Dalam dunia 'pergengan' di Bandung, Briges yang berdiri pada tahun 1980-an menempati posisi kedua dan sekaligus musuh bubuyutan XTC.

Beberapa tahun belakangan, Briges berubah arti. Semula Brigadir Seven, tiba-tiba pada tahun 1999 berubah menjadi Brigadir Gestapu. Ketika nama Gestapu melekat pada kelompok mereka aksi brutalnya pun semakin menjadi-jadi. Setiap hari terus tawuran dan menyerang sekolah-kolah di Bandung. Tak kurang dari seminggu tiga kali, Beriges selalu bentrok dengan XTC.

Dalam pencaturan wilayah kekuasaan, Briges hanya mengendalikan beberapa jumlah ruas jalan yang ada di Bandung. Jalan Lengkong Kecil dan Besar, tempat sekolah mereka berdiri, merupakan daerah kekuasaan utamanya yang tak bisa diganggu siapapun. Ketika nyalinya semakin tinggi, Jalan Asia Afrika berhasil diambilalih termasuk Jalan Sudirman kota Bandung.

Moonraker, geng motor yang beridiri pada tahun 1978. Para pendiri geng ini merupakan siswa SMA yang ada di Jalan Dago yang mencintai dunia balapan motor pada waktu itu. Nama geng itu sendiri diambil dari judul film James Bond yang sedang naik daun pada waktu itu. Dalam pencaturan jumlah anggota geng ini di bawah Briges. Kecilnya anggota bukan jadi ukuran dalam dunia kejahatan.

Anggota Moonraker sama saja dengan yang lain, beringas, ganas dan selalu siap perang pada malam hari. Di bawah naungan bendera merah putih biru bergambarkan kelelawar, Mounraker mampu berkuasa di kota ini. Sepanjang Jalan Dago, Dipati Ukur dan Dago pojok merupakan wilayah kekuasaanya. Belakangan geng ini sering bentrok dengan XTC menyusul sebagian wilayahnya telah dieksvansi geng itu.

Grab On Road (GRB) merupakan geng motor paling bontot di Kota Kembang. Anggota mayopritas anak SMP 2 yang memiliki hobi balapan setiap malam. Di bawah bendera merah kining hitam, geng tetap berjalan meski anggotanya hanya sedikit dibanding tiga geng lainnya.

Daerah kekuasaan mereka sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya.

"Geng ini lamban dalam melakukan perkerutan anggota. Hal itu tertjadi karena pentolan pengurus masih anak SMP sehingga pola pegembangan organisasdinya cukup lamban. Kejahatan, jangan ditanya. Beringasnya sama saja," kata polisi.


INCAR EMPAT GENG
Empat geng motor yang terus membuat kisruh di Bandung nyatanya turut mengundang 'amarah' polisi. Tak tanggung-tanggung, Kapolrtesta Bandung Tengah AKBP Mashudi menegaskan empat geng motor itu yang menjadi inacaran kepolisian. " Keempat geng ini incaran kami karena selalu bikin ulah," tandasnya.

Polisi mengincar geng motor sangat dimalumi. Pasalnya, dalam dua bulan terakhir tercatat tiga warga tewas sia-sia akibat dibantai anggota geng motor. Sebut saja Asep siswa SMA tewas dibantai kemudian mayatnya dibuang ke sungai di Celenyi Kabupaten Bandung. Kemudian sensi anak SMA tewas dibantai geng motor dan mayatnya dibuang diselokan daerah margahayu raya. Korban ketiga PNS Kanwil Bea Cukai Merak Banten.

Putu. Korban ini dibantai ketika sedang silaturahmi ke teannya di Bandung.

Aksi kejahatan yang dilakukan geng motor, lanjut Mashudi, sangat monoton. Mereka berkelompok menyergap merampas dan menguras hartanya. Bila melawan korban dihabisi. " Geng ini tak mau bergerak sendirian," tegasnya. Dari fakta yang ada, lanjut dia, korban warga biasa (diluar anak sekolah) dibunuh ketiuka mereka melawan. Alasan melakukan pembunuhan sangat enteng yaitu salah sasaran.

Jika korban menimpa anak SMA itu murni dibantai karena adanya permusuhan antara geng. Korban terpaksa dibantai karena diduga menyakiti anggota geng lain, atau mengkhianati geng yang korban masuki. " Pengunglapan sangat a lot karena pelajar yang berhasil ditangkap selalu tutup mulut untuk ketika ditanya masalah gengnya itu,".

Berdasar bukti yang ada, anggota geng motor merupakan anak dari para pejabat yang ada di kota bandung. Melihat status sosial orang tuanya, ada kesan polisi nampak menutup sebelah mata terhadap aksi kejahatan geng motor tadi. Namun, Kapolda Jabar Irjen Pol Sunarko, memberikan sinyal, supaya geng motor yang berulah diproses secara hukum. "Tak peduli anak siapa dan darimana, kalau bersalah proises sesuai hokum," tegas kapolda kemarin.


BISA MEMBAHAYAKAN
KRIMINOLOG Soedjono, berkomentar blak-blakan masalah geng motor ini. Dia mengaku blak-blakan atas keburutalan mereka. "Jangan dibiarkan, bisa-bisa nantinya membahayakan!"

Geng motor kata dia, merupakan wadah yang mampu memberikan gejala watak keberingasan anak muda. Perkembangannya, tak lepas dari trend an mode yang sedang berlangsung saat itu. "Aksi brutal itu perlu diredam. Mulanya berbuat jahat dari yang ringan seperti bolos sekolah, lama-lama mencuri, merampok dan membunuh. Lumrahnya jika sudah berani jahat ada indikasi mereka mengkonsumsi narkoba," kata dia.

Menyikapi masalah ancaman terhadap polisi, demikian Soedjono, perlu dijadikan alat kaji diri untuk kepolsian. Ancaman mereka nampaknya serius karena anggota geng mengakui polisi merupakan penghalang utama dalam melakukan kejahatan. "Mereka berlaku jahat ujung-ujungnya berusurasan dengan polisi. Makanya mereka benci polisi," tuturnya.

Begitu pun membenci melawan orang tua. Mereka sadar karena masih sekolah sumber keuangan ada di orang tua. Olehgkarenanya, jika orang tua tak memberi uang cukup, mereka terpoaksa membenci dan mengancam orangtuanya tadi. Sedang aksi kejahatan berupa perampasan dan perampokan, merupakan jalan lain untuk m,endapatkan penghasilan. " Pola piker seperti harus segera dihentikan,".

Solusi konkret yang perlu ditempuh adalah, kepolisian haruis konsisten memberantas mereka. Kemudian DInas pendidikan dan sekolah harus turut bergandeng tangan dengan polri dalam meminimalisir aksi kejahatan itu. " Jangan ada kesan Diknas cuci tangan Karen ada polisi. Cuci tangan ini yang membahayakan," katanya.

TEMBAK DITEMPAT
Kebrutalan geng motor bukan saja dirasakan pihak kepolisian. Warga pun kini mulai merasa gerah akan ulah mereka. Aksi mereka yang dilakukan tengah malam, membuat rasa takut warga Bandung untuk jalan-jalan di malam hari. " kami merasa tak nyaman malam hari di bandung. Khawatir geng motor nyerang dan merampas motor. Olehkarenya kami setuju kalau mereka yang berbuat jahat tembak ditempat saja," kata warga, Yunus,45,.

Hal sama diungkapkan tokoh masyarakat wilayah Bandung Timur. H. Muhamad Husein dengan tegas meminta supaya polisi bertyindak tegas kepada geng motor ketika melakukan aksi kejahatan. " kami piker tak perlku pusing kalau sudah cukup bukti dan tertanghkap basah berlaku jahat tembak mati saja," katanya.

Tembak mati atau tembak melumpuhkan, merupakan stimulus jitu untuk memberikan efek jera pada meraka. Namun, action polisi mengarah ke penembakan itu belum, ada, sehingga ada kesan polri sangat menutup mata akan kejahatan geng motor tadi. " Geng motor yang diproses di perngadilan tak akan memberikan efek jera. Ketika pelaku divonis bebas, rekan-rekannya menyambut dan mengelu-elukan. Jika anggota geng motor ditangjap dan diadili maka anggota itu menjadi pahlawan," tegasnya.

Olehkarenya, untuk memberikan rasa aman pada warga dan tamu luar kota yang dating ke bandung, tiondakan tegas kepada anggota geng motor harus segera dilakukan. " Kami sangat prihatin bila ada tamu ke Bandung kemudian tewas dibantai geng motor. Mereka telah merusak citra kota Bandung," katanya, seraya menambahkan, warga luar kotra yang ada di bandung waspadalah bila jalan-jalan pada tengah malam. (dono)



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com




--
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
Internal Auditor  
PT.Sanyo Indonesia
Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi
--------------------------------------------
See my Article On http://blogerwinarianto.blogspot.com/


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG Free Edition.
Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.12/1098 - Release Date: 29/10/2007 9:28
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] HIMpersada10 : 28 Oktober – 3 November 2007 ( Ssstt.... single kedua dari Ungu ! )

 
 IIIHIMpersada10
   Edisi  :  28 Oktober – 3 November 2007
   HIM - friendster  :  himfiles@yahoo.com.sg
   HIM - milis  :  himtertainment-subscribe@yahoogroups.com 
   HIM - yahoomessenger :  jukeboxlist@yahoo.co.id
 
This
Week
Last week
Songs
Artist
1
3
  Buktikan
  Dewi Sandra ft. Rayen Pasto
2
1
  Hanya untukmu
  Ten2Five
3
5
  Bersamamu
  Sevensoul
4
2
  Mencari cinta
  Gya ft. Neo
5
7
  Biarlah
  Nidji
6
8
  Aku pergi
  Nemo
7
9
  Unbreakable
  Shanty
8
4
  Tak bisa hidup tanpamu
  d'Masiv
9
New
  Duniaku
  Hookey Supermarket
10
New
  Cinta dalam hati
  Ungu
I I I HIMpersadaKlasik :  Susah lupa ( Lingua )
Yang keluar minggu ini : 
-          Bukan pacarmu ( Bibus )
-          ……. ( Once )
 
 
 ::::::: HAPPY BIRTHDAY MG RADIO 103.3FM CIAMIS :::::::
Thanks for Very Setya Permana as the MD and all crews !
 &
CONGRATULATIONS FOR
THE GRANDLAUNCHING OF 98.7GENFM JAKARTA
 
IIIHIMlisted
Program radio
Stasiun radio
Tembang juara per data kompilasi situs
& milis tanggalagu ( 29 Oktober 2007 )
 10 KITA
 
 HardrockFM87.6 Jakarta
 Hanya untukmu ( Ten2five )
 Musik Anak Negeri
 
 MustangFM88 Jakarta
 Hanya untukmu ( Ten2five )
 Global Top Indo
 
 ARH Global FM88.4 Jakarta
 Selamanya cinta ( D'cinnamons )
 i – 20
 
 i – radioFM89.6 Jakarta
 Bukan pacarmu ( Bibus )
 Parade Pop Indo 10
 
 SonoraFM92 Jakarta
 Aksi kucing ( White shoes & the couples company )
 MasterINDO 10
 
 KISFM95.1 Jakarta
 Tak bisa hidup tanpamu ( D'masiv )
 Jawara Pop Indonesia
 
 Bens Radio FM106.2 Jakarta
 Untukmu selamanya ( Ungu )
 Gita Khatulistiwa
 
 MusicCity FM107.5 Jakarta
 Buktikan ( Dewi Sandra ft. Rayen Pasto )
 KISINDO 14
 
 KISIFM93.4 Bogor
 Hanya untukmu ( Ten2five )
 Produa Indo 10
 ProDua FM96 RRI Bandung
 
 Hanya untukmu ( Ten2five )
 Funkyndo 9
 99ers FM100 Bandung
 
 Munajat cinta ( The Rock )
 Indo 15
 
 MGT FM101.1 Bandung
 Aku tetap milikmu ( Rini Idol )
 Persada 10
 
 MG Radio FM103.3 Ciamis
 Hanya untukmu ( Ten2five )
 INDO 13
 
 DJFM89.4 Surabaya
 Betapa aku mencintaimu ( Vagetoz )
 Indo 15
 
 IstaraFM101.1 Surabaya
 ……. ( Once )
 20 Pop Soka
 Soka Radio FM102.1 Jember
 
 Sesungguhnya ( Ungu )
 Hits Indonesia 10
 
 Kuta Radio 106 FM Bali
 Ikan laut ( Musisi Jalanan ft. GIGI )
 8 Priboemi
 
 Radio-M FM107.1 Martapura
 Tak bisa hidup tanpamu ( D'masiv )
 Indonesia 12
 
 ClassyFM103.4 Padang
 Tentang kita ( Julian Cely ft. Terry )
 TTM 10
 
 OzonFM105.8 Palangkaraya
 Memandang dari luar ( Gading Band )
 Jawara Pop 10
 
 CirebonFM89.2 Cirebon
 Bukan satu rahasia ( CokePit )
…….
…….
 
 
 
IIIHIMlyric
Mencari cinta
Gya ft. Neo
Songs : Iwang Noorsaid / Lyrics : Abe Neo
 
Yeah yeah yeah yeah yeah ...
Yeah yeah yeah yeah yeah ...
 
Dimana saat ini / ku mencari lelaki
Yang pasti baik hati / dan juga mengasihi
Harus oke fisikly / romantis dan peduli
Juga bisa mengerti / tak buat sakit hati
 
Itu hanya harapanku / mungkin juga khayalanku
Ingin kurasakan cinta / jujur dan apa adanya
 
Begitu banyak lelaki / baik luarnya saja
Setelah mengenalnya / baru tahu maksudnya
Tapi ku tak'kan lelah / tuk terus berusaha
Apakah cinta buta / atau nafsu belaka
 
Reff://
Ku hanya / ingin cari cinta yang tulus / kepada diriku
Ku tahu / memang tidak mudah / ku harus sabar dan menunggu
 
Rap:
What's up girl akulah yang kau cari
I am the man nggak suka basa basi
Cukup lama sudah aku berteman sepi
Lelah lelah ku melangkah sendiri
Tak perlu malu tak perlu ragu
Akan ku berikan waktuku untukmu
Bukalah hatimu hanya untukku
Yakinlah dirimu untuk bersamaku
 
 
 
HIMtertainmentSound is provided by :
Retromantic of HardrockFM87.6
Rhytym of love of  MustangFM88
Monday Back2back, Wednesday Slow Machine, & Sunday Club 80's of KISFM95.1
One Love of JAKFM101
 
HIMsight | HIMpersada10 |  HIMoments
HIMblog!  :  himfiles.blogs.friendster.com
 
HIMoments2007. Jan-Okt. Grab now @ HIMblog! ( http://himfiles.blogs.friendster.com )
Jan 07 : Tell me you love ( Vina Morales ), A shoulder to cry on ( Tommy Page ),
Feb 07 : You ( Basil Valdez ), If you go away ( NKOTB ),
Mrt 07 : Runaway ( The Corrs ), Especially for you ( Kylie Minogue & Jason Donovan ),
Apr 07 : The real thing ( Bobby Caldwell ), Let's wait awhile ( Janet Jackson )
Mei 07 : Next to you ( Jeremaine Jackson ), We love to love ( PM Samson & Double Key )
Jun 07 : Roxann ( Jay Graydon ), Ready or not ( After 7 )
Jul 07 : Missing you now ( Michael Bolton ), When we dance ( Sting )
Agt 07 : Anytime ( BVMSP ), Can't get over you ( Lionel Richie )
Sept 07 : Baby it's wonderfull ( RIFF ), whisper your name ( Human Nature )
Okt 07 : Superwoman ( Karyn White ), Someday ( Chris Cuevas & Debbie Gibson )
Also catch the new ed. Nov-Des '07 only on : himtertainment-subscribe@yahoogroups.com
 


Yahoo! Movies - Search movie info and celeb profiles and photos. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] HIMsight : ini dia “penerus” Bajuri, promosi wisata via konser musik, (gaya) mohon maaf di media cetak, etc !

IIIHIMsight ed. 28 Oktober 2007
 
 
HIMtv
Tidak seperti pengelola tv lainnya yang seolah kembali ke program regulernya sebelum bulan puasa, promo TransTV menampilkan sesuatu "yang baru". Setelah "Bajaj Bajuri" dirasakan sudah sampai tahap titik jenuh, kini ada program komedi serupa ( setidaknya ditaruh di jam yang sama dengan "dubbing" ketawanya juga lumayan mirip J ) yg diproduksi oleh Multivision bertajuk : "Suami-suami takut istri". Dulu takut emak dan punya istri yg o'on, sekarang keder dengan istri yg galaknya nggak ketulungan, he he… Kontras sekali bila kita bandingkan dengan realitas yang ada dengan sajian infotainment yg belakangan ini menayangkan kisah "arogan" para suami. Untuk menambah bumbu keunikan karakter yang ada, maka tokoh2 yg dihadirkan pun mencitrakan kesan plural setidaknya dari segi karakter etnis para tokohnya, dari suku betawi, batak, padang, jawa, sampai sunda.
Lanjut ke acara yang diklaim "baru", ada slot lepasan dari sketsa ExtraVaganza yang dikembangkan dalam format program "Akhirnya datang juga". Intinya sang bintang tamu tidak diberitahu skrip jalan ceritanya nanti seperti apa dengan harapan kelucuan datang dari ekspresi spontan yang ada. Untuk pelawak kawakan yang punya jam terbang manggung banyak mungkin bisa mengatasi hal ini, tapi kalau bintang tamunya semacam pemain sinetron atau presenter yang terbiasa dengan konsep naskah ? Jangan2 nasib tayangan ini bakal seumur jagung, mirip ExtraVaganzABG ( yg para pemainnya lalu ditransfer dalam format program "PrimeTime" ), jadi mungkin tim kreatif memang musti pintar2 cari bintang tamu yang "nyambung".
Boleh dibilang, ditengah stasiun tv swasta lain sibuk berburu sinetron drama, TransTV ini tergolong punya banyak program komedi yang ciamik punya. Thanks to tim kreatifnya, entah dengan cara bagaimana godokan skenario yg musti menghadirkan kesegaran tawa tersebut diproduksi setiap minggunya ke depan layar kaca pemirsa. "Segar" disini maksudnya adalah tidak melakukan pengulangan atas materi lelucon yang pernah dibuat sebelumnya, susah tapi menantang memang. Btw, tawaran gajinya tergolong menantang juga nggak, he he…
 
 
HIMstage
2 pekan ini Jakarta kebanjiran seleb musik internasional, seperti : Black Eyed Peas, Megadeth, sampai Beyonce Knowles. Menarik untuk mencermati apa alasan mantan personel Destiny's Child ini membatalkan jadwal manggungnya di Malaysia, lalu memindahkan turnya ke Jakarta. Di beberapa milis yang penulis ikuti, ada kesan bahwa mungkin ini sebagai pertanda "ngambeknya" Beyonce karena banyak aturan maupun sensor kostum yang dibuat oleh pemerintah negeri jiran itu. Seolah ingin menunjukkan kesan bahwa Indonesia yang memiliki mayoritas umat muslim saja nggak komplain tuch alias fine2 saja.
Kasus Beyonce ini bila ditarik ke tema "konflik", mungkin secara halus dapat dianggap akhirnya public Indonesia bisa meraih kemenangan juga, setelah selama ini mengalah melulu, entah itu soal kekerasan pada TKI, wasit karate digebukin, sampai lagu "Rasa sayange" pun diklaim sepihak. Namun di sisi lain, instansi pariwisata Malaysia ternyata memiliki titik lemah dalam hal peraturan soal konser musisi luar negerinya. Disinilah semestinya Tourism Board Indonesia lebih gencar lagi mempromosikan keunggulan wisata nasional kita yg lebih variatif dan lebih "toleran".
Bila Singapura bisa menjadikan negerinya semacam surga belanja dan rekreasi berbasis layanan kesehatan, tampaknya Indonesia memang cocok untuk memompa industri wisata berbasis musik. Setelah JavaJazz ataupun JakJazz, mungkin ajang semacam Soundrenaline bisa naik pamornya menjadi agenda musik kelas dunia yang dapat diperhitungkan. Patut disayangkan memang, kita belum punya gedung pertunjukkan musik yang lumayan representatif, jadi lagi2 areal yang luas semacam arena olahraga atau lokasi pameran yang dipakai.
Perlu dicatat pula bahwa blantika musik Indonesia begitu gurih di mata industri rekaman internasional, entah itu dilihat dari sisi kreatifitas maupun potensi pasarnya, sehingga tak heran lirikan produser asing pun begitu gencar. Buktinya beberapa musisi "indie" kita yang berjuang lewat jalur MySpace sudah ada yang bisa memetik hasilnya. Meski demikian soal pembajakan memang masih menjadi momok bagi mereka untuk lebih serius lagi menggarap pasar yang ada.
 
 
HIMarketing
Mohon maaf atas ketidaknyamanan. Biasanya jawaban standar seperti itu yang diberikan humas atau public relation untuk menanggapi komplain surat pembaca di surat kabar. Mulai dari soal ketidakbecusan jam terbang pesawat, debt-collector salah "terror" pemilik rumah, cicilan kartu kredit yang tiba2 membengkak, "dipalak" petugas layanan public, pulsa hp disedot sms premium, layanan perawat rumah sakit yang tidak ramah, dan masih banyak lagi keluhan konsumen lainnya.
Seperti pernah diulas dalam beberapa edisi sebelumnya, semestinya hal2 ketidakpuasan konsumen seperti ini bisa diatasi bila ada komunikasi antara pihak produsen dengan konsumen, antara lain melalui jasa toll-free. Meski yach harus diakui, system layanan seperti ini mungkin kurang sosialisasi sehingga kurang familiar digunakan. Baru hendka menghubungi saja musti banyak jalur yg dilalui, semisal tekan 1 untuk A, tekan 2 untuk B, dan seterusnya. Jadi pelanggan dihadapkan pada traffic mesin penjawab dahulu sebelum benar2 dipacu "emosi" saat berbincang dengan customer service yg dituju J
Kebanyakan kasus kekecewaan yang timbul tersebut disebabkan jajaran frontliners yg tidak cakap memahami kebutuhan pelanggan. Keluhan yang sifatnya diluar kelaziman tentu butuh prosedur penanganan yang juga tidak biasa. Kadangkala kalau dipaksa oleh konsumen : "saya mau ketemu manajernya saja", eh malah terkesan dihalang-halangi biar para frontliners itu tidak dicap buruk oleh atasannya. Tentunya dengan berharap cemas, moga2 komplainnya nggak berlanjut masuk media massa. 
            Mungkin nasihat bijak dari kalangan pedagang rumah makan Padang ini menemukan makna pentingnya : bila anda tidak puas beritahu kami, namun jika anda puas beritahu teman2 anda. Bukannya menyodorkan opsi : anda tidak puas, silakan saja kirim tulisan di media2 cetak, he he…. Kekuatan promo ala testimoni via "word of mouth" ini tampaknya belum ketinggalan zaman untuk terus dipakai para praktisi pemasaran, meski memang tidak bisa dipukul rata. Tapi bukankah ada pepatah mengingatkan : "nila setitik, rusak susu sebelanga".
 
 
HIMoments this week :
Someday ( Chris Cuevas & Debbie Gibson )
 
 
HIMoments2007. Jan-Okt. Grab now @ HIMblog! ( http://himfiles.blogs.friendster.com )
Jan 07 : Tell me you love ( Vina Morales ), A shoulder to cry on ( Tommy Page ),
Feb 07 : You ( Basil Valdez ), If you go away ( NKOTB ),
Mrt 07 : Runaway ( The Corrs ), Especially for you ( Kylie Minogue & Jason Donovan ),
Apr 07 : The real thing ( Bobby Caldwell ), Let's wait awhile ( Janet Jackson )
Mei 07 : Next to you ( Jeremaine Jackson ), We love to love ( PM Samson & Double Key )
Jun 07 : Roxann ( Jay Graydon ), Ready or not ( After 7 )
Jul 07 : Missing you now ( Michael Bolton ), When we dance ( Sting )
Agt 07 : Anytime ( BVMSP ), Can't get over you ( Lionel Richie )
Sept 07 : Baby it's wonderfull ( RIFF ), whisper your name ( Human Nature )
Okt 07 : Superwoman ( Karyn White ), Someday ( Chris Cuevas & Debbie Gibson )
Also catch the new ed. Nov-Des '07 only on : himtertainment-subscribe@yahoogroups.com
 
 
HIMtertainmentSound is provided by :
Retromantic of HardrockFM87.6
Rhytym of love of  MustangFM88
Monday Back2back, Wednesday Slow Machine, & Sunday Club 80's of KISFM95.1
One Love of JAKFM101
 
HIMsight | HIMpersada10 |  HIMoments
HIMblog!  :  himfiles.blogs.friendster.com
 
 



Real people. Real questions. Real answers. Share what you know. __._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Prof. Bambang Hidayat diisukan terdampar di Nigeria.

Arifin Asydhad - detikcom


> Bandung - Lebaran telah usai. Namun telepon ke kediaman atau pun ke
> handphone Prof Dr Bambang Hidayat justru semakin berdering bertubi-tubi.
> Semuanya berisikan pertanyaan senada, betulkah ahli astronomi kawakan dari
> Institut Teknologi Bandung (ITB) ini terdampar di Lagos Nigeria dan
> kecopetan uang? Apakah betul dirinya perlu uang agar bisa pulang ke
> Indonesia? Prof Bambang pun terheran-heran.
>
> Apa pasal? Prof Bambang baru mafhum setelah mendengar cerita
> rekan-rekannya itu bahwa mereka mendapatkan kiriman e-mail dari dirinya
> yang mengaku sedang berada di Nigeria.
>
> 'Bambang Hidayat' palsu itu mengaku sedang mengikuti program "Empowering
> Youth to Fight Racism, HIV/AIDS, Poverty and Lack of Education' di Afrika.
> Soalnya,.. duit dan dokumen perjalanan yang dibawanya lenyap terbawa dalam
> taksi. "Saya kehabisan uang dan harus bayar hotel. Kalau tidak, saya akan
> diusir dan barang-barang saya akan ditahan manajemen hotel," keluhnya.
>
> Lucunya, semua cerita dan keluh kesah itu ditulis dalam bahasa Inggris.
> "Karena manajemen hotel mengawasi semua komunikasi yang saya lakukan,"
> begitu alasan 'Bambang Hidayat.'
>
> Singkat cerita, 'Bambang Hidayat' ini meminta rekan-rekannya membantu
> menalangi keperluan daruratnya itu termasuk untuk ongkos pulang ke
> Indonesia. Uang sebesar US$ 3.400 pun dimintanya untuk talangan pulang dan
> dikirimkan melalui Western Union ke alamat sementaranya di Lagos Nigeria.
>
> Prof Bambang Hidayat asli baru teringat, bahwa beberapa minggu sebelumnya
> dirinya memang menerima surat yang mengaku dari Administrator Yahoo! Mail.
> Di situ, dirinya selaku pengguna email Yahoo! diminta untuk melakukan up-
> date informasi. "Saya kira itu betul e-mail dari Yahoo! Maka pertanyaan
> yang diajukan saya isi dan jawab," tutur Bambang kepada detikcom di
> Bandung, Minggu (28/10/2007) malam.
>
> Eh, tak berapa lama account emailnya justru tidak bisa dibuka. Bahkan
> alternatif e-mail yang juga biasa dipergunakannya di Hotmail pun
> ikut-ikutan ngadat. Namun, Prof Bambang belum menaruh syakwasangka apa
> pun. Belakangan setelah mendapatkan bombardir telepon dari rekan dan
> sejawatnya dari berbagai belahan dunia, dirinya sadar kemungkinan e-mail
> dirinya telah dibajak dan disalahgunakan.
>
> "Di e-mail itu, saya banyak menyimpan alamat kontak email teman, sejawat
> dan kolega," papar dia lagi.
>
> Prof Bambang pun tetap bersyukur bahwa sejauh ini belum ada laporan
> koleganya ada yang tertipu dan mengirimkan uang ke penipu itu. "Ada kolega
> saya di Moskow yang menjawab e-mail itu dalam bahasa Indonesia. Eh,
> dijawab oleh si penipu agar mengirim jawaban dalam bahasa Inggris saja.
> Syukur, banyak yang curiga," tambahnya.
>
> Di sisi lain, Prof Bambang pun bersyukur. "Ternyata banyak teman yang
> tetap memperhatikan saya. Mereka menanyakan dulu ke sini. Kalau memang
> betul saya sedang kena musibah itu, banyak yang akan membantu. Di sisi
> lain, mereka juga kenal betul karakteristik saya, bahwa saya itu tidak
> punya sifat suka mengemis seperti yang tersirat dari e-mail itu," kata
> Prof Bambang. (asy/asy)

28 October 2007

[media-jabar] dibutuhkan volunteer untuk survey owa jawa


Konus kerjasama dengan Departemen Kehutanan & Yayasan Owa Jawa akan mengadakan  survey Owa Jawa di sekitar priangan timur, Nopember-Desember. dibutuhkan beberapa org volunteer utk membantu kegiatan di lapangan. Diutamakan yang pnya waktu agak luang (mahasiswa tingkat akhir/skripsi) dan sedikit paham ttg metode survey dan primata. Survey dimulai oktober tgl 7-20 Nop (lapangan) sisanya membantu pembuatan laporan. Konfirmasi paling lambat tgl 3 Nopember. Para calon volunteer sebelumnya akan ada pelatihan singkat ttg metode yang akan digunakan.

 yang berminta bisa langsung menghubungi Ery 081931304083.



__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Chart MG Radio 103,3 FM Ciamis, Chart 28 Oktober 2007

Chart MG Radio 103,3 FM Ciamis
"Ciamis Power Mix Music"
Chart 28 Oktober 2007

PT. Radio Megajaya Gempita,
(MG Radio 103,3 FM Ciamis)
Jl. Jend. Sudirman No. 44 Ciamis 46211
Telp./Fax. 0265-775911
Website : www.mgfm.co.id

chart terbaru radio kami dalam attachment file .xls
terdiri dari 4 sheet :
- MG Top 40 (Tangga Lagu Mancanegara)
- Persada 10 (Tangga Lagu Indonesia Part 1/Musisi
Lama)
- Persada 11 (Tangga Lagu Indonesia Part 2/Pendatang
Baru/Single Perkenalan/New Artist Indonesia)
- New Entry (Single New Release)
Chart bisa dilihat juga di www.mgfm.co.id


Ttd.

Very Setya Permana
Music Director
081.6466.6652

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around

http://mail.yahoo.com



Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:

http://groups.yahoo.com/group/media-jabar/

<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:

http://groups.yahoo.com/group/media-jabar/join

(Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
mailto:media-jabar-digest@yahoogroups.com
mailto:media-jabar-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
media-jabar-unsubscribe@yahoogroups.com

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

http://docs.yahoo.com/info/terms/

[media-jabar] RBT Telkomsel dan Flexi

Adakah yang tau CP untuk yang mengurusi Ring Back Tone Telkomsel (Simpati, AS, Halo) dan Flexi...
 
Atau provider lain juga boleh. Atau mungkin ada yang tau prosedur pembuatan RBT???
 
Japri aja ya. Thanks buat infonya.

--
Sincerely yours,




Ardie Anggadipura
PR & Promotion | Radio ZORA 90.1 FM Bandung
Cell : 081 5711 5811 | YM : ardieanggadipura
Web : www.zora901fm.com

"Percayakan iklan radio anda hanya di radio ZORA 90.1 FM Bandung"

Ikutan milis khusus buat Anda seorang PR & Promotion, kirim e-mail kosong ke pr_promotion-subscribe@yahoogroups.com
__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] EXTENDED!!

Kompetisi Jurnalistik Ashoka 

Media dan Kewirausahaan untuk Indonesia yang Lebih Baik

 

Pendidikan Mahal? Degradasi Lingkungan? Korupsi yang sudah sedemikian mengakar? Diskriminasi terhadap transeksual? Terbatasnya akses para difable? Populasi ODHA/OHIDA yang semakin tinggi? Konflik horizontal yang seperti tiada habisnya?

Ambil peran serta Anda dengan menulis bagaimana Kewirausahawaan Sosial menawarkan solusi dari masalah sosial sistemik tersebut!

 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap jurnalis untuk meningkatkan peran media dalam menyebarkan konsep Kewirausahaan Sosial, Ashoka bersama para pendukungnya mengundang rekan jurnalis untuk berpartisipasi dalam Kompetisi Jurnalistik. Penghargaan ini mengangkat tema “Media dan Kewirausahaan untuk Indonesia yang Lebih Baik”

 

Siapa yang bisa mendaftar?

Kompetisi ini diperuntukkan bagi jurnalis media cetak dan online baik yang terafiliasi dengan institusi media ataupun jurnalis free lance. Setiap karya harus pernah dipublikasikan atau disiarkan antara 1 Maret – 30 November 2007

 

Bagaimana cara berpartisipasi?

Artikel dikirim dalam bentuk kliping atau scan dari media massa yang memuatnya. Khusus untuk media online, peserta harus mengirim karya berupa print out berita yang dimaksud yang di-copy langsung dari situs beritanya atau dalam bentuk cd. Tulisan yang dikirim harus masih dalam format HTML, dilengkapi alamat situs yang memuat karya dan url-nya. Seorang redaktur media online yang bersangkutan juga diminta untuk memuat pernyataan bahwa karya yang dikirimkan memang pernah dimuat di media itu. Peserta wajib mencantumkan hari dan tanggal pemuatan artikel. 

Kirimkan formulir yang sudah diisi dengan lengkap dan benar beserta karya jurnalistik yang akan dikompetisikan ke Sekretariat Ashoka.

 

Aturan Kompetisi:

Setiap jurnalis media cetak/online dapat ikut berkompetisi. Peserta adalah jurnalis yang bekerja di media massa secara permanen ataupun jurnalis free lance. Karya yang didaftarkan harus pernah dipublikasikan di media massa yang bersifat umum.

Semua karya peserta harus pernah dipublikasikan pada media massa umum pada periode waktu antara Maret-November 30, 2007.

Seluruh peserta harus mengirimkan karya yang orisinal. Panitia tidak menerima bentuk karya jurnalistik yang menyadur ataupun menjiplak karya orang lain.

Satu hasil karya jurnalistik hanya dapat mencantumkan satu nama jurnalis.

Seluruh karya yang masuk tidak akan dikembalikan dan menjadi hak Ashoka. 

Tim juri independen terdiri dari tiga orang pengamat media serta pakar kewirausahaan sosial.

Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat. Juri memiliki hak untuk menolak karya yang dianggap tidak memenuhi persyaratan. Juri juga berhak menarik kembali penghargaan. 

Batas waktu pendaftaran dan penyerahan karya pada tanggal 30 November 2007. Naskah boleh diserahkan via post/email/fax ke Sekretariat Ashoka.

 

Pemenang akan diumumkan bulan Januari 2008.

Tiga karya terbaik mendapatkan hadiah berupa:

Juara 1: Kunjungan ke salah satu negara Eropa untuk menghadiri pertemuan tahunan Ashoka 

Juara 2: Lap Top

Juara 3: Kamera Digital 

 

Penilaian mencakup:

Orisinalitas ide 

Kadar informasi dan manfaat bagi pembaca 

Penguasaan masalah 

Kuat lemahnya data, fakta, angka, argumentasi, analisis, ilustrasi, bukti, dll yang mendukung suatu pendapat atau pernyataan 

Penguasaan konsep kewirausahaan sosial (ide inovatif yang berdampak sosial serta pribadi yang kreatif dan beretika)

Relevansi kewirausahaan sosial dan konteks permasalahan sosial di Indonesia

Formulir dapat diperoleh via online di www.ashoka.or.id atau via sekretariat. Untuk iinformasi lebih lengkap, hubungi Oda di Sekretariat Ashoka Telp/Fax. 62-22-7300955– Indonesia, Email. ashokaindonesia@bdg.centrin.net.id  

Terima kasih atas perhatian teman-teman media untuk turut serta menjadi bagian dari solusi atas permasalahan sosial di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 "Mari Bergabung Mendukung Tahun Kewirausahaan Sosial Indonesia"

 

 Ashoka Indonesia

 Jl. Durma II No. 5. Turangga-Bandung-40264

 www.ashoka.or.id | www.ashoka.org

 www.changemakers.net

 

__._,_.___

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

[media-jabar] Jangan lupakan Udin

Koran Tempo, Minggu, 28 Oktober 2007

Jangan lupakan Udin

Judul: Memburu Pembunuh Wartawan: Investigasi Kasus Kematian Udin
Penulis: Asril Sutan Marajo
Penerbit: Galangpress
Tempat Terbit: Yogyakarta
Tahun Terbit: Agustus 2007
Tebal: 213 halaman

Tahun ini tepat sebelas tahun kematian wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin. Pada Selasa malam, 13 Agustus 1996, sekitar pukul 22.30 WIB, ia dianiaya orang tak dikenal di depan rumahnya di Jalan Parangtritris, Km 13, Yogyakarta. Setelah tiga hari mendapat perawatan di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, Udin menghembuskan nafas terakhirnya.

Banyak yang menganggap kasus yang menimpa wartawan yang dikenal kritis itu sebenarnya hanya kasus kriminal biasa. Udin menderita luka parah karena dipukul, lalu dibawa ke rumah sakit, dirawat, dan kemudian meninggal. Tapi situasi menjadi luar biasa karena, meskipun kasusnya sudah berjalan 11 tahun, pelakunya belum juga diketahui. Demikian pula latar belakangnya.

Asril Sutan Marajo, wartawan Suara Merdeka, menyebut hal itu terjadi bukan karena istimewanya pelaku, namun karena di balik kasus itu terdapat banyak tangan dan kepentingan lain. Sebagian di antaranya bahkan secara terang-terangan membelokkan penangangan kasus tersebut.

Dari mana Asril mendapatkan kesimpulan demikian? Ia memperolehnya setelah melakukan investigasi mendalam atas kasus kematian Udin, khususnya dalam kapasitasnya sebagai anggota Tim Pencari Fakta (TPF) kasus Udin yang dibentuk PWI Cabang Yogyakarta satu hari setelah meninggalnya Udin. Bersama Asril, dalam tim itu ada Nurhadi (Kedaulatan Rakyat), Putut Wiryawan (Bernas), Sutirman EA (Yogya Post), dan Masduki A. (LKBN Antara).

Layaknya detektif partikelir, TPF turun ke lapangan mencari informasi dengan mewawancarai banyak orang, mulai dari istri Udin, Marsiyem, hingga mantan teman sekolahnya. Mereka juga menyigi berita-berita yang ditulis Udin, memperhatikan nama-nama yang sering menjadi pemberitaan sehingga patut dicurigai. Salah satu prestasi yang dicatat tim ini adalah keberhasilannya dalam membuat sketsa wajah pelaku yang, menurut istri Udin, 90 persen mendekati kebenaran.

Dalam buku yang merupakan laporan dari hasil investigasi TPF ini juga diceritakan pasang surut hubungan TPF dengan polisi. Pada awalnya kerja sama ini berjalan baik. Data yang didapat TPF selalu diteruskan kepada polisi. Tapi, dalam perkembangan selanjutnya, tim menganggap polisi tidak serius menangani kasus ini. Ada beberapa kejadian yang menguatkan opini ini, seperti tidak dipasangnya police line di TKP (baru dipasang pada hari ke-13) dan tidak dilakukannya olah TKP dengan segera.

TPF dan polisi makin tampak berseberangan ketika seorang anggota Serse, Serma Edi Wuryanto, melarung sisa darah Udin ke laut dan membuang sisanya ke bak sampah. Di media, Kepala Polda Daerah Istimewa Yogyakarta Mulyono Sulaiman menyebut tindakan itu sebagai usaha mengungkap kasus Udin secara supranatural. TPF mempertanyakan hal itu dan mengatakan seharusnya polisi melakukan scientific investigation dan menjunjung prosedur yang disediakan oleh hukum.

Puncaknya adalah skenario menampilkan Dwi Sumaji alias Iwik sebagai "kambing hitam" pembunuhan Udin. Tidak hanya karena Iwik tidak memiliki kaitan apa pun dengan kematian Udin, tapi juga karena cara yang dipakai untuk membuatnya "mengaku" tergolong pelanggaran hak asasi manusia. Iwik dicekoki minuman keras dan kepadanya disediakan wanita penghibur, lalu dia dipaksa mengakui memukul Udin sampai tewas. Karena polisi memang salah tangkap, di pengadilan Iwik akhirnya dibebaskan.

Kondisi itu membuat TPF semakin mengintensifkan investigasinya. Mereka harus keluar masuk kantor Pemerintah Daerah Bantul, membaca sejumlah surat dinas yang pernah dikeluarkan bupati Bantul kala itu, Sri Roso. Arsip-arsip tulisan Udin di Bernas didedah. Guna mendapatkan komitmen politis, mereka melakukan topo pepe ke Raja Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X.

Sama seperti ketika Goenawan Mohamad pernah mengatakan, "Kita tidak tahu siapa yang membunuh Marsinah, tapi kita tahu mengapa ia dibunuh", dalam kasus Udin TPF juga memperoleh latar belakang yang patut diduga menjadi pemicu penganiayaan. Sebagaimana sudah banyak dipublikasikan, latar belakang yang dimaksud adalah berita kesanggupan menyumbang uang Rp 1 miliar dan berita pemotongan dana Inpres Desa Tertinggal. Kedua berita yang ditulis Udin ini melibatkan jajaran birokrasi di Kabupaten Bantul.

Kendati sudah mendapatkan hasil penyelidikan yang sedemikian jauh, TPF menyayangkan karena ternyata penyidik Polri tidak mau melanjutkan pengungkapan kasus Udin melalui latar belakang itu.

Selain menyajikan kronologis lengkap kasus kematian Udin, buku ini juga memperlihatkan suka duka, ketekunan, serta tantangan (termasuk ancaman disantet) yang membentang selama perjalanan TPF. Lebih jauh lagi, buku ini menunjukkan betapa Udin telah menjadi korban sebuah sistem kekuasaan yang kejam, atau yang dalam bahasa Octo Lampito, "Salah satu dari mata rantai budaya kekerasan rezim Orde Baru terhadap suara-suara yang meneriakkan kritik terhadap penguasa."

Udin, yang pada 22 Juni 1997 dianugerahi penghargaan Suardi Tasrif Award oleh Aliansi Jurnalistik Indonesia untuk perjuangannya bagi kebebasan pers, memang hanya wartawan yang bertugas di wilayah ndeso. Ia bekerja jauh dari ingar-bingar dan sorotan Jakarta. Yang ditulisnya pun "berbau" kampung, mulai dari pemilihan kepala desa hingga warga yang kehilangan kerbau.

Tetapi ia jurnalis yang jujur dan pemberani. Ia yakin bahwa kebebasan mendapatkan informasi adalah sebuah keniscayaan, termasuk untuk wong ndeso sekalipun.

Karena itu, pantaslah bila kematian wartawan yang namanya dituliskan di salah satu tembok wartawan-wartawan yang gugur dalam menjalankan tugas profesinya di New York oleh International Press Institute (IPI) ini harus dihargai dengan semestinya. Bentuk penghargaan yang dimaksud sudah seharusnya diberikan kepada Udin. Penghargaan itu juga ditunggu-tunggu oleh keluarganya dan setiap orang yang mendambakan keadilan. Penghargaan itu adalah tersingkapnya kabut misteri yang melingkupi kematian Udin.

Terungkapnya kasus Udin sekaligus akan menjadi isyarat bagi para jurnalis bahwa profesi mereka mendapatkan proteksi. Laporan IPI, yang menyatakan tiap tahun rata-rata 100 wartawan gugur dalam menjalankan profesinya di seluruh dunia, jelas bukan sebuah kabar baik bagi wartawan mana pun. Karena itu, selain adanya jaminan atas kebebasan dalam memperoleh informasi, juga diperlukan kepastian hukum bagi pelanggaran-pelanggaran yang terjadi.

Pada konteks itu, tepat kiranya refleksi yang pernah disampaikan oleh David T. Hill, dosen senior Jurusan Kajian Asia di Universitas Murdoch, Australia. Dalam pengantar untuk buku Udin Darah Wartawan: Liputan Menjelang Kematian (Noorca M. Massardi [ed.], 1997: 22), ia mengungkapkan, "Semoga akhirnya dalam kasus Udin ini yang bersalah dihukum, dan yang tidak bersalah mendapat perlindungan hukum. Semoga pula pembunuhan terhadap pekerja pers tidak lagi terjadi di Indonesia. Semoga pengorbanan Udin melahirkan beribu-ribu Udin baru dalam dunia pers Indonesia yang kesemuanya tetap berjuang untuk kebebasan informasi serta hak asasi rakyat biasa…"

  • Muhammad Yuanda Zara
    Mahasiswa Ilmu Sejarah UGM Yogyakarta
  • __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    27 October 2007

    [media-jabar] Bandung Creative Showcase 2007, 29th - 31st of September 2007

     
    ----- Original Message -----
    Sent: Saturday, October 27, 2007 7:10 PM
    Subject: [mediacare] Bandung Creative Showcase 2007, 29th - 31st of September 2007

    Date
    29th - 31st October 2007
    Place
    Visiting program in various places
    Exhibition & Public Discussion at Common Room, from 29th - 31st of
    September 2007 (open for public)

    Introduction
    In conjunction with the seminar of International Education &
    Employability - Developing the Creative Industries that is held in
    Bandung from 29th -31st of September 2007, this program is being
    requested by the British Council Jakarta, which later on are being
    prepared and organized by Common Room in partnership with Bandung
    Experience Project team. Besides visiting program, there will be a
    showcase that presenting some works from local creative community and
    young entrepreneurs in Bandung. All recommended venues & participants
    are some of the few important nodes that are known as the pioneer for
    the new and emerging creative scene in Bandung in the recent decades,
    particularly in the field of youth fashion, music, art, architecture,
    design & media arts. More information about the program please visit
    http://commonroom.info/.

    Best,
    -Gustaff


    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG Free Edition.
    Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.12/1095 - Release Date: 26/10/2007 19:54
    __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Yahoo Answer kini tampil dalam Bahasa Indonesia

    Yahoo kian mempermudah masyarakat Indonesia untuk bersosialisasi di internet dengan menampilkan Yahoo Answer dalam Bahasa Indonesia. Sebelumnya Yahoo Answer hanya tampil dalam Bahasa Inggris dan beberapa bahasa asing lainnya. Kini Anda mau bertanya apa saja, bisa. Ada beberapa kategori yang dapat Anda pilih untuk kemudahan tampilan dan pencarian.
     
    Apabila Anda menuliskan suatu pertanyaan yang  menarik, dalam waktu singkat akan muncul  beragam jawaban dari orang-orang yang sebelumnya tidak Anda kenal. Tentu saja jawaban dari mereka ada yang sekadar iseng-iseng belaka, namun banyak juga yang serius.
     
    Ingin menelusuri Yahoo Answer? Silakan klik:
     
     
    Bukankah ini salah satu pertanda bahwa aktivitas berinternet ria kian menyenangkan?
     
     


     

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    26 October 2007

    [media-jabar] Hudan Hidayat: Taufiq Ismail telah "main kayu"

    Sumber:
     
    Tuan Taufiq Ismail sedang membisikkan hatinya sendiri?

    Oleh Hudan Hidayat


    Sejak Pidato Kebudayaan, sampai dengan kirim e-mail kepada Dubes Salim Said di Praha itu, Tuan Taufiq Ismail telah "main kayu" dalam berwacana tentang sastra Indonesia.

    Coba bayangkan, dia yang melancarkan stigma sastra SMS, sastra FAK.
    Samar-samar, tersebut nama Djenar Maesa Ayu dan Ayu Utami. Tapi tidak ada telaah, karya yang mana dan pada bagian mana sastra yang disebutnya bersyahwat-syahwat itu. Masa iya sih, dari ratusan lembar tulisan itu, syahwat semata seperti yang dituduhkannya? Karena itu saya bilang, sastra mereka bukan fiksi selangkangan, tapi memakai medium "seks" sebagai sampiran, untuk sesuatu yang lebih tinggi. Jadi, ada transendensi. Ada kontemplasi.

    Belakangan, setelah saya merespon Pidato Kebudayaan yang membuat banyak orang geli itu, saya pun kena tuduhan serupa: Hudan Hidayat dan Gerakan Syahwat Merdeka.

    Saya berani taruhan, bahwa "Tuan Penyuara Gerakan Syahwat Merdeka" kita ini, tak pernah membaca novel saya dan Mariana, "Tuan dan Nona Kosong" (meski awal terbitnya sudah saya berikan pada orang-orang HORISON untuknya), tetapi dengan sengit telah melancarkan tuduhan.

    Coba saya tanya, Tuan Taufiq, apakah "seks" di dalam novel kami itu semata dunia selangkangan? Bila iya, pada bagian mana? Tidakkah ia adalah sebuah upaya yang luar biasa, dari seseorang untuk menjangkau Tuhannya?

    Tentu saja, sastra bisa didekati dengan "bahasa" apa pun, meski pendekatan tetap harus ada batas-batasnya. Karena sastra adalah dunia tersendiri, di samping dunia-dunia tersendiri lainnya, yang memang diciptakan Tuhan seperti itu: mempunyai kekhasannya sendiri. Seperti ada gunung ada ngarai. Ada malam ada siang. Dan semua dunia ini mempunyai bahasanya sendiri dan hukum-hukumnya sendiri.

    Jelas sekali Tuan Taufiq mendekati sastra dengan bahasa moral agama (Islam). Tetapi dia mengatakan, saya yang mengutip Quran, dia tidak. Baiklah. Tapi saya tanya, dari mana moralitas Tuan yang (seperti saya juga yang menolak), sepenuh energi mengerahkan segala daya untuk mengatakan telah terjadi syahwat-syahwatan semata dalam sebagian sastra Indonesia ? Bukankah tindakan seseorang datang dari keyakinannya? Kalau demikian, apakah gerangan keyakinan Tuan?

    Menyadari ini, maka saya langsung mengajak Tuan untuk sama-sama melihat, bagaimana sesungguhnya "maunya" Kitab Suci itu, terhadap pokok yang sedang kita bincangkan. Tapi Tuan bungkam.

    Kebungkaman Tuan Taufiq, ternyata datang dari dua hal:

    1) berlogika dalam sastra tidak dikerjakannya lagi, sudah dikerjakannya 30 tahun yang lalu. Dan ini kan lucu! Bagaimana mungkin? Dia kan harus mempertanggung-jawabkan stigmanya itu! Ini kan sama dengan tuduhan: hey, kamu kan penjahat! Lho, kok kamu menuduh saya penjahat? Iya pokoknya kamu penjahat. 30 tahun yang lalu saya juga menemukan penjahat kok.

    2) bahwa Tuan Taufiq Ismail anti pada intelektualitas, dan kasar dalam "berdialog", serta yang lebih berat lagi, dalam hatinya telah berkecambah tuduhan yang jauh sekali dari contoh-contoh yang diperagakan Nabi: lemah-lembut sesama, bersangka baik dengan sesama.

    Mengapa? Simaklah surat kepada Salim Said itu (halaman 2): siapapun yang berbicara dengan aktivis 10 komponen gerakan ini dengan memakai ukuran moral manusia waras dan normal, apalagi agama, akan mereka tertawakan habis-habisan. Juga Tuan Taufiq suatu ketika berkata kepada saya: percuma berbicara agama dengan mereka. (Maaf Tuan, Nabi kita didustakan dan beliau tetap berbicara dengan musuh-musuhnya, dengan santun dan kasih sayang pula).

    Dan siapakah aktivis itu: adalah atheis, homoseks, lesbian, feminis, dan anarkis - semua mahluk-mahluk Tuhan juga. Jadi di mata Tuan Taufiq, semua orang sudah bersalah semua, kecuali, mungkin, penulis-penulis sastra yang bergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP), karena tidak menulis sastra dengan sampiran "pornografi" dalam karya-karya mereka.

    Lalu, ini apa? Bagaimana mungkin seorang Taufiq Ismail bisa menggenggam kebenaran sendirian? Bagaimana mungkin di dalam hatinya tidak sedikit pun terlintas untuk melihat kemungkinan kebenaran di dalam diri orang lain, setidaknya "kebenaran" dalam sastra - yakni kebermaknaan sebuah karya sastra untuk manusia.

    Sudah jelas, saya bagian aktivis yang dituduh oleh Taufiq itu. Tetapi toh saya malah yang mengajaknya memandang karya sastra dalam perspektif agama. Saya tidak menertawakan. Malah Taufiq yang bungkam, diam. Mengungkapkan dengan kalimat "moral manusia waras dan normal" seperti itu, Taufiq hendak mengatakan mereka tidak waras dan tidak normal. Bagaimana dengan feminis seperti Musdah Mulia, Maria Ulfah, Sinta Nuriah Wahid, Farha Ciciek, dan Debra Yatim yang santun serta sangat Aceh itu, juga tidak waras dan tidak normal?

    Haraplah dicatat, feminis-feminis ini mempunyai keluarga baik-baik, dengan suami dan anak- anak mereka yang baik-baik. (dengan segala hormat, mohon beliau-beliau ini ikut menyumbangkan suaranya dengan segenap tuduhan ini).

    Saya melihat malah rekan se"ideologi" Taufiq lebih matang dalam berwacana, lebih dewasa pula. Semisal Saut Situmorang dan Kuswaidi, yang berani dan mau masuk ke substansi masalah yakni sastra pornografi, meskipun hemat saya, kedua penulis ini tidak menggunakan metodologi yang maksimal dalam argumen mereka.

    Pada titik ini, akhirnya saya harus mengakui warning M. Faizi dalam tulisannya di harian Jawa Pos, bahwa "petasan-petasan yang disulut Taufiq Ismail dan Hudan Hidayat adalah berbahaya dan menakutkannya." Tapi saya memandang bahaya itu datang dari Taufiq Ismail dengan kedua poin yang sudah saya kemukaan ini.

    Saya disebut Taufiq tidak peduli dengan destruksi sosial. Siapa bilang? Terasa bagi saya di sini Taufiq sangat sloganistik. Sangat verbal dan sempit pikiran. Semua pengarang boleh saja menggarap karyanya, tidak mesti seluruh kerusakan yang diterminologikan sebagai Gerakan Syahwat Merdeka oleh Taufiq itu, yang boleh diangkut ke dalam karya sastra.

    Dalam kaitan dengan tuduhan a-sosial ini, terkait dan berkait dengan tuduhannya yang lain, bahwa saya mengalihkan 10 isyu yang dipeluk-ditimang oleh Taufiq Ismail yang, mohon maaf, tidak bisa saya hindari kesan seolah "dagangannya" ke muka publik, seperti sering dieejekkan kawan-kawan seniman.

    Mengapa? Karena tidak pernah/atau belum pernah, saya mendengar atau melihat seorang Taufiq Ismail mempunyai gerakan konkret terhadap masyarakat kecil yang terkena seluruh destruksi yang disebutkannya itu, kecuali kegiatannya menulis, membaca puisi, atau ceramah. Tentu saja, kegiatan ini pun mulia.

    Saya katakan, bahwa saya boleh memasuki dari bagian mana saja dari poin pidatonya, tanpa harus terkena tuduhan mengalihkan isyu. Apalagi poin yang saya masuki adalah hal yang langsung mengenai dunia yang saya geluti. Yakni sastra. Melarang saya mengekplorasi salah satu poin itu, sama dengan tindakan yang tidak demokrat dalam sastra. Menuduh saya tidak peduli karena saya fokus kepada poin itu, sama dengan tindakan/keinginan menyeragamkan pikiran manusia - sesuatu yang dilarang Tuhan secara keras. Dan kalau boleh berkata, saya menulis juga kok, akan imbas-imbas yang Tuan maksudkan itu, tetapi tentu, dengan "gaya sastra" yang pastilah Tuan tentang. Baca deh, buku-buku saya, Tuan Taufiq, sebagaimana saya membaca buku-buku Tuan.

    Dan lihatlah cara-cara kasar dan antiwacana seorang Taufiq Ismail, dengan membuat metapora kebakaran yang seluruh keluarga sibuk memadamkan api, tapi ada anak kecil umur 10 tahun yang merengek-rengek minta jatah jajan belanjanya. Yakni, HH.

    Inilah metapora yang sangat menghina pemikiran - khususnya pemikiran sastra. Inilah kehendak seorang fasis yang ingin dan memaksakan rakyatnya agar seragam dalam berpikir dan seragam dalam bertindak.

    Dan ini terasa sekali dengan metaporanya yang lain lagi, yang bagi saya sangat berbahaya dan sangat menghina pendidikan di Indonesia . Lihatlah kata-kata Taufiq: seorang guru mengajarkan alphabet "a" sampai "k", tapi ada seorang anak yang hanya mau menyebut "g" saja meski sudah dipaksa.

    Apakah artinya ini? Sang guru telah melampaui wewenangnya sebagai manusia, yaitu seolah tidak mungkin luput dari kesalahan, dengan memaksakan sesuatu yang tidak/belum sempat "disukai/disentuh" oleh muridnya.

    Dengan menindas dan mematikan kemandirian dan keberanian muridnya untuk berpikir lain, berpikir sendirian dari arus massa yang nota bene telah merusakkan segi-segi kita sebagai bangsa (ingatlah korpri, pakaian seragam, yang telah menjadikan bangsa kita tidak kreatif, takut dan tidak punya inisiatip kemandirian. Tidak punya visi sendiri).

    (Idiiihhh, Tuan Taufiq genit deh, dengan memetaporakan diri sebagai guru, dan HH sebagai anak didiknya).

    Ada satu lagi yang saya ingin tandaskan, Tuan Taufiq, Tuan Saut, dan Tuan Kuswaidi, bahwa dunia sastra adalah dunia kreatif yang kejam. Hanya orang bernapas panjang dan bersaraf baja saja yang berhasil. Dan tentu saja berbakat, Tuan. Tidak ada katrol-katrolan di dunia sastra. Setidaknya bagi saya. Sebagus apapun hubunganmu, kalau karyamu jelek, maka kamu akan
    tenggelam bersama waktu.

    Sudah sejak awal saya masuk dunia sastra, saya tanamkan pikiran ini di hati. Hampir 15 tahun sejak saya pertama kali menulis, saya memendam sendiri keinginan saya, melatih sendiri diri saya, tidak pernah merengek, tidak pernah bergantung dengan siapapun. Saya membatu dalam hati saya sendiri.

    Dan hingga hari ini prinsip itu saya anut. Tak tergantung. Jadi saya berjuang sendiri. Kalaupun saya berkawan, itu dalam kesetaraan. Begitu juga saya berkawan dengan penyair Sutardji Calzoum Bachri. Dan tak pernah sekalipun saya menunggangi kebesaran seorang Sutardji! Jadi kalau Tuan-Tuan berpikir saya (dan Mariana) menyerap tenaga-tenaga kalian, untuk sebuah popularitas, ini kelucuan dan kebodohan macam apa lagi? Dan Mariana, adalah seorang intelektual, seniman, aktivis dan Direktur di sebuah LSM perempuan. Jadi tak perlu kalian katrol, dia sudah mampu mengkatrol dirinya sendiri.

    Anak muda ini cerdik sekali mencari cara mempublikasikan dirinya dan bisa jadi kasus contoh praktek di London School of Public Relations, tulis Taufiq.

    Ini pun penghinaan bagi seorang yang ingin melihat dunia sastra maju, semarak dengan perdebatan, dan permainan yang membahagiakan. Lepas dari kesunyian dan keterpencilannya dibanding bidang-bidang lain. Dunia sastra yang bisa menjadi "oase" bagi dunia real di Indonesia.

    Apanya yang cerdik, Tuan, kalau semua tindakan saya, saya letakkan dalam bingkai aksi-reaksi: ada pidato kebudayaan Tuan, saya tertarik, saya membuat esai. Ada SMS Tuan yang nyasar ke kantor saya, saya membela diri dengan menulis. (meskipun dalam surat Tuan itu, Tuan menyanggah telah mengadukan saya, tapi faktanya ada SMS tuan ke kantor saya).

    Dengan kata-kata "cerdik" itu, malah saya jadi berpikir, jangan-jangan Tuan sedang membisikkan hati Tuan sendiri. Dan Tuan Taufiq minta ditunjukkan bagian mana dari Pidato Kebudayaan dan esai Tuan di Jawa Pos itu (HH dan Gerakan Syahwat Merdeka), yang menindas kebebasan kreatif. Saya akan jawab: stigma Tuan bahwa ada sastra Indonesia yang berputar pada selangkangan itu, (mau) mengkerangkeng pengarang Indonesia untuk memilih ekspresinya sendiri.

    Padahal dia bukan berputar di selangkangan, tapi mengutarakan tubuhnya (tanpa terjatuh pada pornografi), sebagai bagian yang diberikan Tuhan padanya. Sebagai salah satu unsur cerita untuk meraih maknanya yang lebih luas. Tetapi kalau VCD porno, pelacuran anak dan sebagainya, kita pun menolak.

    Saya akan menyudahi tulisan ini, dengan sekali lagi membuat sebuah argumen yang hemat saya sederhana sekali: tentu saja saya "atheis", tidak percaya kepada Tuhan yang seperti dibayangkan oleh Taufiq Ismail, Tuhan yang mengkerangkeng hambanya untuk mengembangkan nikmat berupa bakat-bakat serta potensi yang sudah diberikan oleh-Nya sendiri. Melalui penceritaan kehidupan dengan memakai imajinasi dan aspirasinya. Bagi saya Tuhan tidak seperti itu.

    Bagi saya Tuhan nyaman kok pada mahluk-Nya. Karena itu saya berkata, "Kita semua cuma anak-anak nakal di mata Tuhan".

    Tetapi terima kasih untuk doanya. Saya pun ingin mendoakan Tuan: semoga Tuan segera mendapat pencerahan, sehingga dapat lebih rendah hati terhadap kehidupan.

    Jakarta, 26/102007

    (hudan hidayat)
     
    ___________________________________
     
    E-mail dari Taufiq Ismail untuk Salim Said di Praha


    Ass.w.w.

    Bung Salim Said yang budiman,

    Selamat Idulfitri dan Taqabbala Llahu Minna wa Minkum, semoga Ramadhan kita barokah dan kita dinaungi keteduhan Payung Agung KeampunanNya. Amin. Mudah-mudahan Anda bersama Hera, anak-anak di Praha dan Rita di Ohio sehat serta sejahtera senantiasa, di akhir musim gugur yang tentulah menghadirkan simfoni warna dedaunan yang indah-indah.

    Terima kasih atas kiriman e-mail 20 Oktober 2007 berjudul "Taufiq Ismail Mengadukan Hudan Hidayat Atheis Kepada Pemerintah," sebuah judul hasil angan-angan HH yang kesasar. Interaksi antara HH dengan saya, dimulai dengan rangkaian "polemik" selepas Pidato Kebudayaan saya di forum tahunan Akademi Jakarta, 20 Desember 2006. Sesudah lewat lama, yaitu lima bulan kemudian, barulah HH menulis di Jawa Pos, 6 Mei 2007, bertajuk "Sastra yang Hendak Menjauh dari Tuhannya." Kemudian sampai Agustus 2007 lima penulis ikut dalam "polemik" tersebut.

    Sebelum saya merespons judul sesat e-mail itu, baiklah saya cantumkan di bawah ini ringkasan Pidato Kebudayaan (berjudul "Budaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka" --- atau BMDH-GSM) yang menjadi titik pangkal interaksi tersebut, agar semua fihak yang ingin tahu dapat gambaran mengenai masalah yang saya kemukakan.

    1. Ringkasan pidato "Budaya Malu Dikikis Habis Gerakan Syahwat Merdeka."

    Di dalam gelombang reformasi yang membawa perubahan politik sewindu yang lalu, sebuah arus besar digerakkan oleh kelompok permisif dan adiktif menumpang masuk ke tanah air kita. Arus besar itu, sesuai karakteristiknya, tepat disebut sebagai gerakan syahwat merdeka.

    Tak ada sosok dan bentuk organisasi resminya, tapi jaringan kerjasamanya mendunia, kapital raksasa mendanainya, ideologi gabungan melandasinya dengan gagasan neo-liberalisme sebagai lokomotifnya, dan banyak media massa jadi pengeras suaranya.

    Ada sepuluh komponen dalam gerakan dengan seks sebagai jaringan pengikatnya ini:

    Pertama, praktisi sehari-hari seks liar, yang bisa gratis karena sama-sama suka atau dengan janji membayar dalam jaringan prostitusi.

    Kedua, penerbit majalah dan tabloid mesum, bebas tanpa SIUPP menjual wajah dan kulit perempuan muda.

    Ketiga, produser dan pengiklan acara televisi syahwat, ditonton 170 juta pemirsa.

    Keempat, 4.200.000 (empat koma dua juta) situs porno dunia, 100.000 (seratus ribu) situs porno Indonesia di internet. "Kami di Amerika," kata seorang pengamat sosial, "mengalami fenomena pornografi internet ini yang bagaikan gelombang tsunami setinggi 10 meter, melanda seluruh bangsa, dan kami melawannya hanya dengan dua telapak tangan."

    Kelima, produsen dan pengecer VCD/DVD biru di Indonesia yang kini jadi sorga besar pornografi paling murah di dunia, dulu Rp 30.000, sekarang Rp 3.000 sekeping. Jumlah bajakan ditaksir 1 juta keping setahun, artinya setiap 25 detik 1 keping diproduksi, dan anak-anak SMP pun bebas membelinya.

    Keenam, penerbit dan pengedar komik cabul, yang sasarannya anak-anak sekolah.

    Ketujuh, penulis novel dan cerpen yang asyik dengan alat kelamin manusia, terbanyak perempuan, fanatikus narsis dan ekshibisionis yang rasa malunya sudah terkikis habis. Alirannya SMS (sastra mazhab selangkang), angkatannya Fiksi Alat Kelamin (FAK).

    Kedelapan, produsen dan pengedar narkoba. Tiga juta anak muda dicengkeramnya, 40 orang sehari mati karenanya, dengan beban ekonomi 11,3 triliun rupiahnya.

    Kesembilan, fabrikan dan pengguna alkohol, merdeka dijual sampai ke desa-desa, di penjual rokok depan sekolah dalam botol kecil, yang remaja bebas membelinya.

    Kesepuluh, produsen dan pengisap nikotin. Setiap hari 156 orang mati karena 25 penyakit akibat rokok, saudara sepupu narkoba ini.

    Mengapa alkohol, narkoba dan nikotin termasuk dalam kategori kontributor arus syahwat merdeka ini? Karena sifat adiktifnya, kecanduannya, yang sangat mirip, begitu pula proses pembentukan ketiga adiksi tersebut dalam susunan syaraf pusat manusia. Dalam masyarakat permisif, interaksi antara seks dengan alkohol, narkoba dan nikotin, akrab sekali, sukar dipisahkan.

    Interaksi ini kemudian berlanjut dengan proliferasi penyakit syphilis, gonorrhoea, HIV-AIDS, kasus perkosaan, aborsi (2,3 juta abortus setahunnya, berarti di negeri kita setiap 15 detik seorang bayi mati) dan tindak kriminalitas berikutnya, seperti pemerasan, perampokan sampai ke titik-puncaknya pembunuhan. Setiap hari berita semacam ini berserakan di koran-koran.

    Dalam destruksi sosial luarbiasa ini, dari banyak sebab, salah satu yang termasuk utama adalah RASA MALU YANG SECARA TRAGIS TELAH DIKIKIS HABIS OLEH GERAKAN SYAHWAT MERDEKA INI. Siapa pun yang berbicara dengan aktivis 10 komponen gerakan ini dengan memakai ukuran moral manusia waras dan normal, apalagi agama, akan mereka tertawakan habis-habisan. Mengembalikan dan menegakkan lagi budaya malu adalah kerja berat kita bersama.

    2. "Polemik" Itu.

    Sejak artikel pertama di Jawa Pos, 6 Mei 2007 dan seterusnya, HH hanya membahas butir ketujuh saja dari pidato BMDH-GSM, yaitu tentang (sebagian kecil) penulis Indonesia, yang mendapat angin selepas reformasi politik 1998, berasyik-asyik menggarap syahwat dalam karya cerpen, novel dan puisi mereka. Penulis-penulis itu, terbanyak perempuan, dipuji-disanjung oleh (sejumlah kecil) pengamat sastra, mendapat publikasi luas oleh koran besar, dan karena memang yang digarap itu masalah selangkang dan sekitarnya, persoalan sekitar fungsi alat kelamin, tentu saja buku mereka laku di pasaran.


    Sepenuh energi HH membela kelompok ini, dengan
    1) menggunakan teori-teori sastra begini-begitu,
    2) mengutip ayat-ayat Quran dengan semangat menunjuk-mengajari, dan
    3) mengatakan bahwa saya merepresi kebebasan kreatif. HH kesal karena saya hanya satu kali menjawab tulisannya (Jawa Pos, 17 Juni 2007).

    Menjawab

    (Butir 1) Saya tidak bersemangat melayani teori-teori sastra dan kutipan-kutipan HH, karena diskusi semacam itu sudah pernah jadi kerja saya 30 tahunan yang lalu, sekarang tidak lagi.

    (Butir 2) Dalam BMDH-GSM saya tidak mengutip Quran sama sekali, malah HH (yang belakangan baru saya tahu dia mengaku atheis) yang mengutipnya. Itu pun secara salah.

    (Butir 3) Saya minta ditunjukkan kalimat mana pada BMDH-GSM yang menindas kebebasan kreatif. Penindasan itu adanya cuma di dalam angan-angan cerebrum, otak kecil HH. Dua tahun lamanya saya tidak dapat menulis di media massa, 1964-1965, selepas pelarangan Manifes Kebudayaan (daftar hitam nama kami pendukung Manifes tersebar ke seluruh media massa zaman itu) dan pengalaman pahit tak terlupakan itu janganlah terjadi lagi pada siapa pun.

    3. Destruksi Sosial Luar Biasa Raksasa, Tak Tampak.

    HH tidak merasa peduli dengan destruksi sosial luar biasa raksasanya yang dilancarkan sepuluh pelaku Gerakan Syahwat Merdeka itu:
    1) praktisi sehari-hari seks liar,
    2) penerbit majalah dan tabloid mesum,
    3) produser dan pengiklan acara televisi syahwat,
    4) 4.200.000 situs internet porno dunia,
    5) produsen dan pengecer VCD-DVD biru,
    6) penerbit dan pengedar komik cabul,
    7) penulis cerpen dan novel syahwat,
    8) produsen dan pengedar narkoba, 40 orang mati sehari,
    9) fabrikan dan pengguna alkohol,
    10) produsen dan pengisap nikotin, 150 orang mati sehari.

    Kerjasama bahu-membahu kesepuluh komponen ini kemudian berlanjut dengan proliferasi penyakit syphilis, gonorrhoea (ada obatnya), HIV-AIDS (tak ada obatnya), kasus perkosaan, dan pada suatu titik di ujung jalan nun di sana: aborsi. Di negeri kita setahunnya berlangsung 2,3 juta abortus. Berarti setiap 15 detik seorang bayi mati, di trotoar ujung jalan Gerakan Syahwat Merdeka.

    Merenungkan hal itu kini, ngeri saya memikirkannya. Merenungkan hal itu dengan perkiraan ke depan, jauh lebih menakutkan memikirkannya. Katastrofi format apa yang akan terjadi dengan cucu-cucu kita kelak kemudian hari? KITA HARUS BERBUAT SESUATU, BERSAMA-SAMA, SEKARANG.

    Ini tidak terpikirkan sama sekali oleh HH. Karena itu dia sendirian asyik-sibuk-berputar-
    berpusu dalam satu titik, yaitu butir ke-7. Memberi saran sepotong kalimat pun dia tidak terhadap destruksi sosial seraksasa itu formatnya. Empati tak ada, simpati kosong. Dia bisu-tuli tak peduli. Dia gigih menuntut hak badannya, hak kelaminnya supaya bebas dalam karya tulisnya.

    Dapatlah kita ibaratkan rumah Indonesia sedang terbakar hari ini, dari beranda depan sampai ke dapur di belakang. Api berkobar bernyala-nyala. Kakek nenek, ayah ibu, anak menantu, keponakan pembantu, cucu-cucu sibuk mengangkati membawa barang yang bisa terbawa, seraya berteriak, sambil menangis, tergopoh-gopoh menyelamatkan diri. Kasau jeriau yang terbakar di atap, berjatuhan dari atas.

    Dalam keadaan rumah terbakar seperti itu, ada seorang anak kecil, 10 tahun umurnya, merengek-rengek pada ayahnya yang sedang termiring-miring bahunya memikul koper berat dan menjinjing tas ibunya. Anak kecil itu minta uang belanja besok pergi sekolah, merengek- rengek menuntut hak badannya. Anak kecil itu HH.

    4. Taman Kanak-kanak Nol Kecil.

    Seorang guru mengajarkan ejaan sepuluh huruf sambil menunjuk ke papan tulis:

    "A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K!"

    Seluruh murid mengikutinya. Tapi ada seorang murid hanya mengeja satu huruf saja:

    "G!"

    "A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K!" kata guru.

    "G!" katanya.

    "Ulangi bersama-sama. A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K!"

    "G!" ulangnya.

    "Ulangi bersama-sama. A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K!"

    "G!" ulangnya lagi sendiri.

    "Eh. Anak-anak. Ayo. Bersama-sama. Kamu juga. Ayo. A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K!"

    "G!" dia keras kepala mau menang sendiri.


    Dia ulang-ulangi terus dengan gigih alfabet ketujuh itu. Bocah itu tak peduli pada gabungan sepuluh alfabet itu yang harus dipelajarinya bersama-sama.

    Ketika HH berfilsafat-filsafat, beragama-agama, bertasawuf-tasawuf sastra dalam rangkaian tulisan "polemiknya" itu, penyair & dosen filsafat & tasawuf UII Yogya Kuswaidi Syafi'ie menyelentik telinganya, dan HH mengaduh-aduh kenyerian.

    5. Gerakan Syahwat Merdeka, Amerika Utara.

    Saya pernah mendapat kesempatan ketemu seniman atau aktivis kelompok atheis, homoseks, lesbian, feminis, anarkis, demonstran anti perang Vietnam, 36 dan 26 tahun yang silam, di Iowa City dan sekitarnya, ketika saya menjadi penyair tamu di International Writing Program, Universitas Iowa, 1971-1972 dan 1991-1992.

    Dibandingkan dengan setting 1990-an, maka setting Amerika Serikat 1970-an jauh lebih seru, gemuruh, simpang-siur, penuh tinju beracungan dan koor demonstran berseragam hijau loreng-loreng anti perang Vietnam di lapangan. Sebuah revolusi seks sedang berlangsung pula. Kaum feminis gencar-gencarnya mengumumkan liberasi atau pembebasan kaum perempuan, maknanya liberasi kopulasi atau kebebasan berkelamin. Ganja dan heroin dikonsumsi seperti permen dan biskuit. Korban HIV-AIDS bermatian.

    Di setasiun kereta bawah tanah New York, seorang laki-laki korban narkoba-HIV-AIDS menadahkan topi mengemis. Belum pernah saya melihat kerangka manusia berbalut kulit tanpa daging dan lemak sekurus dia itu. Sinar matanya kosong, suaranya parau ditenggelamkan deru mesin subway Manhattan.

    Kematian banyak anggota kelompok ini, terutama di kalangan seniman di tahun 1970-an, tulis seorang esais, bagaikan kematian di medan perang Vietnam. Sebuah orkestra simfoni di New York, anggota-anggotanya bergiliran mati saban minggu karena kejangkitan HIV-AIDS dan narkoba, akibat syahwat bebas bablas itu. Para feminis liberator kaum perempuan itu tak acuh pada bencana menimpa bangsa karena asyik mendandani penampilan selebritas diri sendiri, saban sebentar cengengesan wawancara di layar kaca. Saya sangat heran. Sungguh memuakkan.

    Kalimat bersayap mereka adalah, "This is my body. I'll do whatever I like with my body." "Ini tubuhku. Aku akan lakukan apa saja yang aku suka dengan tubuhku ini." Congkaknya luar biasa, seolah-olah tubuh mereka itu ciptaan mereka sendiri.

    6. Seusai Polemik-polemikan Itu.

    Itulah adegan garis besar Gerakan Syahwat Merdeka, Amerika Utara, 1970-an, yang berulang 3 dasawarsa kemudian di negeri kita dalam format sama, detail di sana-sini berbeda. Sosok dan bentuk organisasi resminya tak ada, tapi jaringan kerjasamanya mendunia, kapital raksasa mendanainya, ideologi gabungan melandasinya dengan gagasan neo-liberalisme sebagai lokomotifnya, dan banyak media massa jadi pengeras suaranya.

    Kelompok atheis, homoseks, lesbian, feminis, dan anarkis klop, bertemu ruas dengan buku memperkuat sepuluh komponen Gerakan Syahwat Merdeka negeri kita ini. Dengan energi dinamo neo-liberalisme, ciri kolektif mereka adalah tidak mau diatur oleh akal waras, anti peraturan yang ada, penuh gairah melabrak tabu, dan budaya malu sudah habis dikikis dari sistem susunan syaraf mereka. Kita harus pikirkan cara untuk penumbuhan kembali budaya malu ini kepada bangsa secara keseluruhan.

    Kembali ke "polemik." Sebuah pesan pendek kesasar ke telepon genggam saya. HH mengaku kepada seorang sastrawan seumur dia, bahwa dirinya atheis. Dia sembunyikan itu dari saya. Ini kasus menarik, karena dalam "polemik" dia menjajakan ayat Quran dengan tangan kanan, dan ternyata di luar "polemik" dia mengibarkan umbul-umbul atheisme dengan tangan kiri. Tak ada rasa (canggung) risinya, karena ditunjang (hipok) risi 24 karat. Karena ingin tahu, tiga kali lewat pesan pendek saya bertanya kepadanya, dan dia mengelak terus. Selepas kali yang keempat HH menjawab (tapi tetap mengelak untuk menjawab pendek langsung "ya" atau "tidak"), dengan berteori-teori abracadabra sepanjang 1100 karakter tentang apa itu atheisme. Pada hari Ahad 7/10/2007 sebuah pesan pendek HH ditembuskan pula ke telpon genggam saya, yang dengan bangga menyebut "aku menyelundupkan 'atheisme' pagi ini di media indonesia dalam ruang cerpen." Hebat. Sms itu dikirimkannya di bulan Ramadhan, dua pekan sebelum Idulfitri.

    Kawan-kawan saya bertanya tentang "polemik" yang berlangsung di Jawa Pos, Republika, Media Indonesia , dan Sekitar Indonesia itu. Saya katakan itu bukan polemik, tapi polemik-polemikan, atau (dengan tanda kutip) "polemik," karena gagasan saya A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K, hanya dialihkan ke GA saja. Format masalah G hanya 10% dari keseluruhan dari segi komponen, bahkan kalau ditinjau dari segi lain bisa cuma 1%, mungkin hanya 0,1% dalam keseluruhan Gerakan Syahwat Merdeka. Tapi HH berusaha keras mengalihkan masalah, dan memperbesar porsi sastra. Saya tidak layani pengalihan masalah itu. Sementara itu muncul pengakuan atheismenya itu.

    Kemudian datanglah e-mail 20/10/2007 yang ditembuskan kepada saya berjudul "Taufiq Ismail Mengadukan Hudan Hidayat Atheis Kepada Pemerintah." Rupanya HH, yang bekerja di Kementerian Pemuda dan Olahraga dipanggil atasannya, yang tentu saja mengikuti "polemik" anakbuahnya di media pers itu.

    Saya tidak pernah mengadukan HH kepada Pemerintah. Mengadukan? Buat apa? Apa urgensinya? Tidak ada untungnya sama sekali. Bahkan rugi memboroskan kalori jasmani dan menghabiskan waktu arloji saya. Anakmuda ini cerdik sekali mencari cara mempublikasikan dirinya dan bisa jadi kasus contoh praktek di London School of Public Relations.

    Urusan saya banyak, dan "polemik" yang secara cerdik dibelokkan persoalannya ini ternyata berakibat publikasi gratis popularitas yang menguntungkan HH saja. Saya rugi tak berhasil meyakinkannya tentang beratnya masalah A-B-C-D-E-F-G-H-I-J-K bagi bangsa, yang begitu sempitnya diputar-putar dalam masalah G saja. Kawan-kawan sastrawan, terutama yang muda-muda yang kenal dia lama, semua bilang agar saya stop menghabiskan energi, jangan melayani, jangan mau gratis jadi manajer Public Relations-nya dan supaya melupakan HH saja. Saya rasa itu benar dan saya sudah agak terlambat.

    Misalkan Menpora dan siapa pun bertanya kepada saya bagaimana saya menilai "atheisme" gagah-gagahan anakmuda seumur anak saya itu, menilik kepada argumentasinya, saya akan menilai dia seorang yang gigih mencoba mencari Tuhan dengan cara yang dia pilih sendiri, tapi pada saat ini metodologinya masih kusut dan dia ruwet-ruwetkan sendiri. Menutup e-mail 13.677 karakter ini, berikut ini alinea terakhir.

    Mudah-mudahan suatu waktu kelak dia akan lepas dari kekusutan dan keruwetan tersebut, kemudian mendapat huda, petunjuk, sehingga betul-betul memperoleh hidayah, pencerahan, di jalan yang mustaqim. (Nama yang diberikan orangtuanya sangat tak cocok untuk seorang mulhid, seorang atheis. Tapi saya tak menganjurkannya ganti nama). Baraka Llahu fihi wa ahlihi. Amin.***


    Selasa, 23 Oktober 2007.


     

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Siaran Pers dari Praha

    Siaran Pers
    No. 040/Pensosbud/X/07
     
    Harold Crouch: Indonesia Tidak Akan Menjadi Negara Islam

    Praha, 26 Oktober 2007 - Dalam ceramahnya di aula KBRI Praha Kamis 25 Oktober 2007 yang lalu, Dr  Harold Crouch meyakinkan masyarakat Indonesia, mahasiswa dan para pemerhati  Indonesia yang hadir bahwa Indonesia tidak akan menjadi negara Islam.
     
    Ahli ilmu politik dari The Australian National University (ANU) tersebut dengan gamblang menyampaikan berbagai alasan untuk mendukung pernyataannya tersebut. Berjalannya proses demokratisasi, desentralisasi, adanya perubahan konstitusi, dan penegakan hukum yang semakin baik, serta lancarnya Pemilu dan Pilkada di Indonesia disebutkan sebagai telah membuat Crouch yakin bahwa Indonesia dapat menjawab berbagai tantangan yang mengarah ke perubahan yang tidak baik, termasuk disintegrasi bangsa. Kenyataan seperti itulah juga yang meyakinkannya bahwa Indonesia tidak akan mengubah dirinya menjadi negara Islam.
     
    Pada awalnya Crouch yang juga dikenal sebagai seorang ahli yang banyak menulis mengenai peran politik tentara di Indonesia mengaku sempat skeptis terhadap perubahan yang terjadi pada awal pasca reformasi. Namun setelah melihat adanya perubahan institusi politik yang membaik maka pemikirannya pun berubah. Crouch menegaskan bahwa secara formal institusi politik di Indonesia sudah sesuai dengan ukuran demokrasi internasional.
     
    Ketika menyinggung tentang peran militer dalam panggung politik dewasa ini, Crouch melihat aspek pembiayaan militer sebagai hal serius yang harus segera di atasi, " Seperti saya, akademisi yang menginginkan anak saya mendapat pendidikan bermutu, tentara juga demikian," katanya menjelaskan.
     
    Dalam acara yang juga dihadiri oleh Dubes RI untuk Ceko, Salim Said, Crouch secara singkat menyinggung juga soal hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia. Mengenai soal di sekitar hubungan kedua negara yang bertetangga dekat itu, Crouch menyatakan bahwa pemerintah Australia berkali-kali menegaskan keinginan mereka untuk menjalin hubungan yang baik dan kerjasama yang erat dengan Indonesia. "Sebagai negara yang bertetangga hubungan baik dan kerjasama yang menguntungkan adalah pilihan terbaik bagi keduanya," tutur Crouch. 
     
    Crouch juga menyadari bahwa seringkali terjadi perbedaan pandangan di tataran masyarakat kedua negara terutama mengenai konsep Hak Asasi Manusia (HAM). Namun diharapkan perbedaan tersebut dapat dieliminir dengan mengurangi kesenjangan informasi (information gap) yang selama ini terjadi.
     
    Pada akhir ceramahnya, Crouch mengingatkan bahwa meskipun terjadi perubahan yang membaik, masih terdapat banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh Indonesia seperti pembangunan ekonomi yang menyangkut kehidupan rakyat dan penyelesaian konflik lokal yang dapat mengganggu jalannya sistem politik di Indonesia.
     
    Ceramah yang diakhiri dengan tanya jawab tersebut, merupakan kegiatan tetap KBRI Praha dalam rangka peningkatan wawasan warga Indonesia dan pemerhati Indonesia di Ceko. Selain Dr. Harold Crouch, beberapa waktu sebelumnya telah pula tampil Prof. Dr. R. W. Liddle dari Ohio State University, Dr. Syafii Anwar dari Jakarta dan Prof. Dr. Martin Van Bruinissen dari Universitas Utrech, Belanda.
     
    Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi:
     
    Azis Nurwahyudi
    Bagian Penerangan Sosial dan Budaya  KBRI Praha, Ceko

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    Re: [media-jabar] Undangan-HBH-Sambung Layang

    Halo Agni,
     
    Apa kabar? Kalau bisa jelasin dong tentang Gempungan Wargi Tatar Sunda ini....
    Biar yang nggak ngerti jadi ngerti..
     
    Terima kasih
     
    mod
     
     
     
    ----- Original Message -----
    From: mediacare
    Sent: Friday, October 26, 2007 4:52 PM
    Subject: [media-jabar] Undangan-HBH-Sambung Layang

     
    ----- Original Message -----
    Sent: Friday, October 26, 2007 3:35 PM
    Subject: [mediacare] Undangan-HBH-Sambung Layang

     
    Dengan Hormat,
    Gempungan  Wargi Tatar Sunda mengundang  Bapa / Ibu / Saudara dalam acara Halal bil Halal yang akan diadakan:
    Hari         : Sabtu
    Hari tanggal : 27 Oktober 2007 (14 Syawal 1428 H)
    Tempat        : Musium SRIBADUGA
                         Jl. BKR No. 185 - Bandung
    waktu       : Tabuh 14.00 ¡V 17.00
    Bandung,   23 Oktober  2007
    salam,
    S. Nata Soemantri
     
    SUSUNAN ACARA
    14.  00  ¡V 14.10   Pembukaan
    14.10  ¡V 14.20    Sambutan Panata calagara
    14.20 ¡V 14.30    Sambutan Kepala Musium
    14.30 ¡V 14.45    Sajian Kesenian Silat
    14.45 ¡V 15.15&nsp;    Visualisasi Peta Dokumentasi Ciamis
    15.15 ¡V 15.30     Sajian Kesenian Terbang Buhun Kampung Mahmud
    15.30 ¡V 17.00    Sajian Kecapi  Suling
    Ramah Tamah        
                            Acara Spontanitas


    <embed src="http://images.multiply.com/multiply/horizontal-headshot-badge.swf" type="application/x-

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com


    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG Free Edition.
    Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.11/1093 - Release Date: 25/10/2007 17:38


    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG Free Edition.
    Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.11/1093 - Release Date: 25/10/2007 17:38
    __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Undangan-HBH-Sambung Layang

     
    ----- Original Message -----
    Sent: Friday, October 26, 2007 3:35 PM
    Subject: [mediacare] Undangan-HBH-Sambung Layang

     
    Dengan Hormat,
    Gempungan  Wargi Tatar Sunda mengundang  Bapa / Ibu / Saudara dalam acara Halal bil Halal yang akan diadakan:
    Hari         : Sabtu
    Hari tanggal : 27 Oktober 2007 (14 Syawal 1428 H)
    Tempat        : Musium SRIBADUGA
                         Jl. BKR No. 185 - Bandung
    waktu       : Tabuh 14.00 ¡V 17.00
    Bandung,   23 Oktober  2007
    salam,
    S. Nata Soemantri
     
    SUSUNAN ACARA
    14.  00  ¡V 14.10   Pembukaan
    14.10  ¡V 14.20    Sambutan Panata calagara
    14.20 ¡V 14.30    Sambutan Kepala Musium
    14.30 ¡V 14.45    Sajian Kesenian Silat
    14.45 ¡V 15.15&nsp;    Visualisasi Peta Dokumentasi Ciamis
    15.15 ¡V 15.30     Sajian Kesenian Terbang Buhun Kampung Mahmud
    15.30 ¡V 17.00    Sajian Kecapi  Suling
    Ramah Tamah        
                            Acara Spontanitas


    <embed src="http://images.multiply.com/multiply/horizontal-headshot-badge.swf" type="application/x-

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com


    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG Free Edition.
    Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.11/1093 - Release Date: 25/10/2007 17:38
    __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Pelatihan di Klub Penulisan Hardim

    Pelatihan Menulis Artikel di Klub Hardim

    Klub Penulisan Hardim kembali mengadakan pelatihan penulisan opini &
    feature untuk umum. Pelatihan ini bertujuan mengembangkan kemampuan
    peserta dalam menulis naskah untuk media massa. Pelatihan berlangsung
    selama 6 kali pelatihan, dan dilaksanakan dua kali dalam seminggu.
    Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi sekretariat di (022)
    70137250 atau kunjungi www.hardim.or.id. Pendaftaran paling lambat
    dilakukan 2 November 2007. *



    Yahoo! Groups Links

    <*> To visit your group on the web, go to:

    http://groups.yahoo.com/group/media-jabar/

    <*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

    <*> To change settings online go to:

    http://groups.yahoo.com/group/media-jabar/join

    (Yahoo! ID required)

    <*> To change settings via email:
    mailto:media-jabar-digest@yahoogroups.com
    mailto:media-jabar-fullfeatured@yahoogroups.com

    <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    media-jabar-unsubscribe@yahoogroups.com

    <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

    http://docs.yahoo.com/info/terms/

    [media-jabar] Re: Kebun Raya Cibodas

     
    ----- Original Message -----
    Sent: Friday, October 26, 2007 2:07 PM
    Subject: [media-jakarta] PENUTUPAN KEBUN RAYA CIBODAS UNTUK UMUM

    PENUTUPAN KEBUN RAYA CIBODAS UNTUK UMUM
    Oleh : Didik Widyatmoko (UPT BKTKR Cibodas)
    Rabu, 24 Oktober 2007 (11:25 WIB)

    Terima kasih atas semua tanggapan dari bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian. Ada sejumlah hal yang perlu kami jelaskan berkaitan dengan akan ditutupnya Kebun Raya Cibodas - LIPI untuk kunjungan umum dari tanggal 1 November 2007 sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

    1. Permasalahan pintu masuk KRC melalui lahan Bumi Perkemahan Mandala Kitri Cibodas (di bawah pembinaan Gerakan Pramuka Kwarcab Cianjur) ini sebenarnya telah ada cukup lama.

    2. Dalam usaha mencari penyelesaian terbaik, pihak KRC – LIPI telah melakukan berbagai pertemuan dengan pihak Pengurus Gerakan Pramuka Kwarcab Cianjur dan Pemda Cianjur (Muspida, Dispenda, dan Dishubpar). Pertemuan-pertemuan dengan pihak-pihak yang berkaitan juga dilakukan KRC, termasuk dengan para pimpinan Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, dan masyarakat pedagang di Pasar Cibodas.

    3. Dalam salah satu pertemuan lanjutan pada tanggal 2 Desember 2006 antara LIPI dengan Pemda Cianjur (momen sangat penting untuk menyelesaikan masalah), LIPI telah mengundang Bupati Cianjur beserta jajarannya ke KRC untuk menyelesaikan masalah pintu masuk KRC tersebut, namun perwakilan Pemda Cianjur yang hadir ternyata tidak pada kapasitas untuk membuat keputusan. Dalam pertemuan tersebut disepakati langkah selanjutnya adalah pihak Pemda Cianjur yang akan mengundang LIPI. Sampai saat ini LIPI menunggu undangan dari Pemda Cianjur untuk menyelesaikan masalah yang ada.

    4. Atas desakan-desakan Kwarcab Pramuka Cianjur (Surat Bernomor 140/0903-A tertanggal 29 Agustus 2007) agar KRC-LIPI segera memindahkan pintu masuk ke KRC melalui Jl Singabarong (justru hal ini akan menimbulkan masalah-masalah baru), menuntut KRC menyediakan lahan parkir tersendiri yang tentunya sangat luas di dalam areal KRC (dan hal ini juga tidak mungkin KRC lakukan mengingat tupoksi KRC adalah sebagai lembaga konservasi dan penelitian, dan sudah semestinya Pemdalah yang mengadakan/mengelola), serta menutup kembali pintu masuk melalui areal Perkemahan Mandala Kitri dan mengembalikan lagi areal tersebut kepada Kwarcab Gerakan Pramuka Cianjur (padahal antara KRC dan Pengurus lama Pramuka telah ada kesepakatan-kesepakatan tentang pemanfaatan lahan tersebut dan KRC telah memberikan kompensasi-kompensasi, termasuk ganti rugi kepada para pedagang bunga/sayuran dan pembangun kios-kios di lahan Pramuka tersebut, dan juga membangunkan untuk Gerakan Pramuka sejumlah sarana (dengan bantuan Departemen PU), termasuk aula, MCK, pos, dan gapura. Tidak mungkin terjadi penataan-penataan jalan masuk di depan pintu gerbang KRC tersebut (milik Pramuka) kalau dulu tidak ada kesepakatan antara KRC dan Pramuka. Untuk itu, KRC sangat menyesalkan jika Kwarcab Pramuka Cianjur terus menerus mengungkit-ungkit masalah ini (tanggapan dari pak Martin C. Fatah dari BUP dan pak Budi Suharto dari BOK nampaknya sangat berkaitan dengan hal ini). Dari desakan-desakan tadi, nampaknya Pramuka tidak menganggap penting proses dan kesepakatan yang pernah terjadi antara kedua belah pihak di masa lalu mengenai penataan/pengelolaan pintu masuk ke KRC tersebut.

    5. Kondisi areal pintu masuk ke KRC (yang diklaim lagi oleh Pramuka tersebut) saat ini sebenarnya telah cukup tertata dan lebih rapi (walaupun belum semuanya tentunya), karena KRC melalui kerjasama dengan Departemen PU telah menata dan membangun area penerima dan pertamanan tematik disana, sehingga cukup layak sebagai area penerima pengunjung dan areal berputar mobil umum maupun pengunjung (yang cukup luas dan nyaman).

    6. Sebelum penutupan pintu masuk Kebun Raya Cibodas dimulai, KRC telah dan terus melakukan berbagai sosialisasi, baik di media cetak nasional maupun lokal, elektronik, televisi, maupun spanduk-spanduk di berbagai tempat yang strategis, termasuk di jalan tol keluar Ciawi.

    7. Sementara ditutup untuk umum, sambil menunggu respons serius dari Pemda Cianjur, khususnya dari Kwarcab Gerakan Pramuka Cianjur, KRC dapat memfokuskan program dan kegiatan peningkatan mutu koleksi (secara umum), peningkatan scientific dan conservation valuenya, serta kegiatan-kegiatan ilmiah dan pendidikan konservasi lainnya, baik untuk para murid sekolah, mahasiswa, maupun peneliti pada umumnya. Momen ini juga bisa dijadikan kesempatan untuk melakukan semacam "moratorium" dan "bernafas" bagi koleksi KRC setelah selama ini cukup mendapat tekanan dari para pengunjung, khususnya setelah lebaran kemarin.

    8. Pada prinsipnya KRC-LIPI menginginkan masalah ini segera tuntas, dan tuntasnya masalah hanya dapat dilakukan jika akar masalah dapat diselesaikan (termasuk pungutan tiket Pemda di depan loket KRC yang menyebabkan pengunjung KRC merasa dipungut tiket ganda). Dalam jangka pendek, KRC sangat menyadari dampak dari penutupan ini terhadap berbagai kalangan (termasuk pedagang, pengusaha restauran/warung makan, penginapan/hotel, sopir angkot, dan biro-biro wisata), namun dalam jangka panjang, jika masalah segera diselesaikan, KRC percaya bahwa semua pihak akan menjadi nyaman dan tidak selalu direpotkan oleh permasalahan yang sama, dari tahun ke tahun. Terima kasih.


    Didik Widyatmoko
    Kepala UPT BKT Kebun Raya Cibodas, LIPI



    Salam,
    ~Vie
    http://virgina.multiply.com
    http://blog.360.yahoo.com/virghien
    http://kksmelati.multiply.com

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com


    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG Free Edition.
    Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.11/1093 - Release Date: 25/10/2007 17:38
    __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    25 October 2007

    Re: [media-jabar] UNDANGAN: B-Art Festival di Braga Sabtu 27Okt07 jam 14.00 -18.00

    ACARANYA APA AJA NI BOS?

    anton <riposte_ajah@yahoo.com> wrote:

    UNDANGAN: B-Art Festival di Braga Sabtu 27Okt07 jam 14.00 -18.00
    UNDANGAN
    B-Art Festival 2007
    Braga Gandeng. Sabtu. 27 Oktober 2007. Pukul 14.00 - 18.00. Ruas Jalan Braga.
    Hanya Satu Hari.
     
    Salam,
    Anton
    Datang yaaaaaaaaaaaaaa............................>:)

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Fwd: Pers Rilis Primata Dunia dalam Ancaman Kepunahan



    Note: forwarded message attached.

     

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Malaysia Kembali "Bajak" Lagu Daerah Indonesia di Osaka


    Tokyo (ANTARA News) - Konsulat Jenderal RI di Osaka melayangkan surat protes kepada Direktur Malaysian Tourism Office di Osaka, menyusul penggunaan kembali lagu daerah Indonesia dalam acara Asia Festival 2007 yang berlangsung di Osaka pada pertengahan Oktober lalu.

    Konsul Jenderal RI Pitono Purnomo mengemukakan hal itu kepada Antara di Tokyo, Kamis, ketika dikonfirmasi mengenai aksi "pembajakan" tersebut.

    "Kami sudah mengirimkan surat protes kepada pihak Malaysia namun belum ada respon sama sekali dari mereka," katanya.

    Pihak Konsulat juga sudah melakukan koordinasi dengan pejabat Departemen Luar Negeri RI di Jakarta serta petinggi Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, termasuk Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Kuala Lumpur.

    "Surat protes ini penting sebagai peringatan keras terhadap Malaysia agar tidak lagi sembarangan menggunakan lagu-lagu Indonesia. Kejadian ini nanti bisa diartikan negatif, misalnya seperti menantang Indonesia," ujarnya.

    Oleh sebab itu, katanya, pihak konsulat buru-buru mengirimkan surat peringatan agar Malaysia bisa menahan diri agar hubungan kedua bangsa menjadi semakin memburuk. Terlebih kedua negara merupakan tetangga yang dekat.

    Lebih jauh ia menjelaskan bahwa sebetulnya Indonesia tidak mempermasalahkan penggunaan lagu-lagu Indonesia oleh Negara lain, asalkan secara jujur memberikan penjelasan yang lengkap bahwa lagu tersebut berasal dari Indonesia.

    "Kita sebetulnya bangga juga kalau lagu kita diperkenalkan oleh pihak lain, tetapi bukan begitu caranya," kata Pitono lagi.

    Ia menegaskan bahwa kesengajaan mengubah sebagian lirik dan aransemen lagu oleh pihak Malaysia dapat mengakibatkan penonton beranggapan bahwa keseluruhan penampilan baik musik dan tariannya adalah tari dan musik dari Malaysia.

    Asal Sumbar

    Menurut informasi yang diperoleh, penggunaan lagu Indonesia itu diketahui saat berlangsungnya acara Asia Festival 2007 yang diikuti oleh Negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia dan Malaysia pada 12-14 Oktober lalu.

    Salah seorang staf konsulat Jenderal Osaka ketika itu tengah menyaksikan penampilan tim kesenian Malaysia "Cinta Sayang" pada 14 Oktober lalu. Salah satu tarian yang ditampilkan Malaysia menggunakan iringan musik yang berasal dari Sumatera Barat (Sumbar), yaitu "Indang Sungai Garinggiang".

    Sebelum dan sesudahnya pihak Malaysian Tourism Office di Osaka yang mengelola penampilan tim kesenian tersebut sama sekali tidak memberi penjelasan bahwa lagu yang dipakai sebagai musik pengiring tarian itu adalah lagu yang berasal dari Indonesia.

    Guna memastikan, pihak konjen RI Osaka menghubungi berbagai pihak di Jakarta dan juga tokoh-tokoh masyarakat asal Sumatera Barat dan diperoleh kepastian bahwa pencipta lagu "Indang Sungai Garinggiang" adalah Tiar Ramon, seniman musik dan penyanyi asal Sumbar pada tahun 1981.

    "Memang sang penciptanya sudah meninggal, tetapi semua data-data yang kita miliki sudah cukup kuat untuk bisa memperingati Malaysia," kata seorang warga Minang yang tinggal di Osaka.

    Menurut keterangannya, lagu itu diciptakan atas permintaan Pemda Sumbar untuk digunakan sebagai musik pengiring "Tari Indang". Lagu itu diperkenalkan pertama kali dipertunjukkan secara nasional pada upacara pembukaan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur?an) tingkat nasional di Padang pada tahun 1983.

    Berdasarkan semua data itulah Konsul Jenderal Osaka Pitono Purnomo menyurati Azhari Haron, Direktur Malaysian Tourism Office juga di Osaka pada 19 Oktober 2007 untuk memberikan penjelasan yang selengkapnya atas penggunaan lagu itu.

    Tembusan surat juga dilayangkan ke pihak penyelenggara festival FM Cocolo guna mengeRti persoalannya dengan memberikan penjelasan yang lengkap.

    Sebelumnya lagu daerah asal Maluku "Rasa Sayange" juga dibajak oleh Negara tetangga itu yang semakin menyulut sentimen bangsa Indonesia, menyusul serangkaian perlakukan buruk dan meremehkan warganegara Indonesia yang bermukim di Malaysia.(*)


    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Magang di Lembaga Seni Budaya Terkemuka



    KELOLA <kelola@cbn.net.id> wrote:

    Kelola Membuka Magang Nusantara 2008
    Inilah kesempatan terbaik bagi pekerja seni yang ingin mengenal lebih dekat sekaligus magang di lembaga seni terkemuka Indonesia. Yayasan Kelola kembali membuka kesempatan bagi pekerja seni dan seniman untuk menimba ilmu, memperdalam pengetahuan, serta menambah jaringan melalui Program Magang Nusantara. Untuk itu Kelola telah menjalin kerja sama dengan 14 lembaga seni budaya terkemuka di Indonesia untuk menjadi organisasi tuan rumah (OTR) bagi peserta magang, yaitu:
    1. Centre Culturel Francais (CCF), Jakarta
    2. Gedung Kesenian Jakarta
    3. Goethe Institut, Jakarta
    4. JiFFest, Jakarta
    5. Kineforum, Jakarta
    6. Teater Koma, Jakarta
    7. The British Council, Jakarta
    8. The Japan Foundation, Jakarta
    9. Common Room, Bandung
    10. Selasar Sunaryo Art Space, Bandung
    11. Lembaga Indonesia Prancis (LIP), Yogyakarta
    12. LPK Tari Natya Lakhsita "Didik Nini Thowok", Yogyakarta
    13. Rumah Seni Cemeti, Yogyakarta
    14. Teater Garasi, Yogyakarta.
    Jika tertarik, segera daftar dan mengisi formulir lamaran yang dapat di-download dari situs Kelola (www.kelolaarts.or.id). Jika ada pertanyaan dapat menghubungi telepon (021) 739 9311 atau email ke magang@kelolaarts.or.id.
    Pendaftaran ditutup 15 Desember 2007 (cap pos).



     

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Fwd: [INDONESIA-Geographic] Turut berduka...... <>



    ---------- Forwarded message ----------
    From: Tigor <tigorp2001@yahoo.com>
    Date: Oct 26, 2007 11:03 AM
    Subject: [INDONESIA-Geographic]  Turut berduka......  <<Saran buat TransTV>>
    To: Indonesia-Geographic@yahoogroups.com

    Turut berduka…

    Berita jumat pagi di TransTV, nelayan Bengkulu telah berhasil
    menangkap seekor Pari Raksasa, sepanjang 4 meter (lebar sayap)
    dengan bobot seberat 700kg di perairan Bengkulu. Pari tersebut
    terjerat oleh jaring nelayan dan dibawa kedarat setelah menempuh
    waktu dua jam dari lokasi penangkapan. Sampai didaratan Pari
    tersebut sudah mati, dan dijual dengan harga Rp. 2.000 per kg.

    Pembawa berita hanya menunjukan expresi yang biasa saja, dan ada
    kesan seperti keberhasilan dari seorang nelayan menangkap ikang pari
    yang langka ini. Tampa ada menyinggung jika ikan pari ini (Manta
    Ray) termasuk binatang yang dilindungi (CITES listing).

    Saran buat reporter TransTV dan crew di lapangan, agar lebih
    sensitip didalam melaksanakan tugasnya. Jika mendapatkan kejadian
    seperti ini sebaiknya lebih menekankan unsur pendidikan; bagi si
    nelayan dan juga bagi pemirsa dirumah. Tidak hanya sekedar
    menyampaikan berita. Crew lapangan bisa mewawancarai nelayan
    tersebut mengenai ikan pari yg ditangkap, dan pemberitaan di TV
    memasukan juga berita kalau pari raksasa ini masuk binatang langka
    yg dilindungi.

    Masih banyak lagi pengkapan seperti ini terjadi dipelosok
    indonesia... bahkan Dugong diperairan timur indonesia masih suka di
    buru hanya untuk diambil taringnya untuk pipa rokok, karena
    kurangnya pengetahuan dari penduduk setempat akan langkanya binatang
    tersebut. Demikian juga dengan pemburuan Paus di Lamarera, lembata,
    Tarantuka..... malah dijadikan aktrasi wisata, dari satu per tahun
    yg diburu (adat lama). Sekarang beberapa ekor paus yang diburu demi
    tontonan wisatawan... benar tidak?. Saya hanya baca di internet,
    dan tidak pernah berminat untuk menyaksikan pembantaian tersebut.

    Ini ada blog dari anak flores..

    http://hurek.blogspot.com/2007/05/lamalera-pemburu-ikan-paus.html
    "Sudah turun temurun, warga Lamalera di Pulau Lembata, Nusa Tenggara
    Timur, dikenal sebagai nelayan pemburu koteklema atau paus jenis
    sperm whale, yang merupakan sumber hidup mereka".

    Mungkin sudah saatnya mereka musti mulai merubah kebiasan ini, agar
    kehidupan ekonomi mereka yang miskin bisa berubah.. Saya melihat
    mereka menjadi termanjakan, dengan hasil laut yang mencukupi untuk
    kehidupan satu tahu. (atau pendapat saya salah). Semoga ada anak
    Flores yang lebih pintar untuk merubah kondisi mereka saat ini...

    Semoga kita bisa berbuat yang lebih baik dalam segala kesempatan
    yang ada.

    Jika jadi reporter, jadilah reporter yg baik...
    Jika jadi nelayan, jadilah nelayan yg baik..
    Jika jadi tukang sapu, jadi lah tukang sapu yg baik...
    Pilosophy seorang Samurai yg sederhana dan itu yang mendasari negara
    Jepang menjadi negara super power..

    Salam peduli...
    Tigor

    __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] WORLD CLASS CLASSICAL GUITAR DUO VISITING JAKARTA



    WORLD CLASS CLASSICAL GUITAR DUO VISITING JAKARTA

     

    The Brazilian born Sergio and Odair Assad, world most respected and virtuous classical guitar duo will be on visit for the first time to Jakarta on 21 November 2007 at Usmar Ismail Hall. This would also be their first time visit to South East Asia countries. Program would be music from Brazil , other Latin America music and some European barock tune (Jobim, Gnattali, Villa Lobos, Piazzolla, Scarlatti, Rameau).

     

    These two extraordinary musicians promise you guitar music at highest level, phenomenal, breathtaking performance. Among other world-class musicians that have been playing with, inspired and composed for them are Yo Yo Ma, Astor Piazzolla, Terry Riley, Radamés Gnattali, Marlos Nobre, Roland Dyens, Jorge Morel, Nadja Salerno-Sonnenberg, Fernando Suarez Paz, Paquito D'Rivera, Gidon Kremer, Dawn Upshaw, Turtle Island String Quartette, …

     

    As prolific recording artists they recorded with the prestigious Nonesuch Record, Sony Classical and GHA. Some of them won the Grammy Award in 1998 and 2002.

     

    This would be one of the most important concert to attend this year and don't miss this rare event! Get your ticket earlier for better seats... (Light buffet service before and during concert break).

     

    Info call: 0816-1397461 (English) and 0813-15030390 (Indonesian)

     

    * Sergio and Odair Assad proudly presented for you as an exclusive event of The Guitar Maestros Concert Series 2


    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com


    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com


    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com


    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com


    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Mohon pendapat kalian sebagai orang media

    Kepada YTH,

    Saya hanya minta pendapat kalian apakah yang dilakukan
    oleh oknum polisi ini dapat dikatakan melanggar hukum
    atau tidak?
    Saya berikan link yang didapat dari youtube

    http://www.youtube.com/watch?v=q4j0Hg8eFsc

    Terima kasih,

    Ari

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around

    http://mail.yahoo.com



    Yahoo! Groups Links

    <*> To visit your group on the web, go to:

    http://groups.yahoo.com/group/media-jabar/

    <*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

    <*> To change settings online go to:

    http://groups.yahoo.com/group/media-jabar/join

    (Yahoo! ID required)

    <*> To change settings via email:
    mailto:media-jabar-digest@yahoogroups.com
    mailto:media-jabar-fullfeatured@yahoogroups.com

    <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    media-jabar-unsubscribe@yahoogroups.com

    <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:

    http://docs.yahoo.com/info/terms/

    [media-jabar] UNDANGAN: B-Art Festival di Braga Sabtu 27Okt07 jam 14.00 -18.00

    UNDANGAN: B-Art Festival di Braga Sabtu 27Okt07 jam 14.00 -18.00

    UNDANGAN

    B-Art Festival 2007

    Braga Gandeng. Sabtu. 27 Oktober 2007. Pukul 14.00 - 18.00. Ruas Jalan Braga.

    Hanya Satu Hari.

     

    Salam,

    Anton

    Datang yaaaaaaaaaaaaaa............................>:)

    __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Re: [mediacare] Sinopsis 'Jendela' Edisi "Rahasia Pesisir Selatan Jawa" TPI, Sabtu, 28-10- 2007

     
    ----- Original Message -----
    Sent: Thursday, October 25, 2007 6:18 PM
    Subject: [mediacare] Sinopsis 'Jendela' Edisi "Rahasia Pesisir Selatan Jawa" TPI, Sabtu, 28-10- 2007

    Sinopsis `Jendela' Episode "Rahasia Pesisir Selatan Jawa"
    (TPI, Minggu, 28 Oktober 2007, 12.00 WIB)

    Ujung Genteng adalah objek wisata pantai di pesisir selatan Jawa Barat
    yang termasuk wilayah kabupaten Sukabumi. Mayoritas penduduknya
    bekerja sebagai nelayan, 15% di antaranya nelayan ikan hias. Dari 57
    jenis ikan hias yang hidup di sekitar karang, blue stone dan udang
    pelet lah yang paling populer. Pantai Pangumbahan --sekitar 4
    kilometer dari Ujung Genteng-- merupakan tempat bertelur penyu hijau
    yang menetas setelah berumur 55 hari. Sedangkan ombaknya digemari
    turis asing untuk berselancar. Sekitar 15 kilometer dari Pantai
    Pangumbahan, ada Ombak Tujuh dan Pulau Keris yang jarang dikunjungi
    pelancong, karena hanya bisa dicapai dengan ojek motor. Selain
    nelayan, penduduk Ujung Genteng juga berprofesi sebagai pembuat gula
    merah dari air nira yang disadap dari pohon kelapa.


    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG Free Edition.
    Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.10/1091 - Release Date: 24/10/2007 14:31
    __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Bangun budaya baca tulis dengan blog

    JAKARTA, KCM - Kehadiran blog dapat memberikan harapan baru bagi
    pengembangan budaya baca tulis masyarakat Indonesia di saat kondisinya
    masih rendah dewasa ini. Sebab, salah satu produk teknologi website
    gelombang kedua yang sering disebut-sebut dengan Web 2.0 itu
    memberikan kemudahan bagi setiap orang menulis buah pikirannya di
    Internet dan bebas menyebarkannya tanpa halangan birokrasi dan
    keterbatasan ruang.
     
    Blog lebih mudah dibuat dan interaktif, tidak seperti produk website
    konvensional yang statis dan tidak semua orang dapat membuatnya.
    Lagipula penyedia layanan blog gratisan sudah menjamur dan sepopuler
    email, instant messaging, dan situs jaringan sosial sehingga semua
    pengakses internet dapat mempelajarinya dengan cepat, membuatnya
    dengan mudah, dan memanfaatkannya dengan leluasa.
     
    Kalau dulu sebuah web mungkin banyak dimanfaatkan untuk menampilkan
    informasi saja karena sifatnya yang statis. Kini, web interaktif
    seperti blog menjadi ajang diskusi, tukar pikiran, selain berbagi
    informasi, dan membangun jaringan. Penulis blog dapat seolah-olah
    bercakap-cakap dengan pengunjung blognya yang memberi komentar dan
    langsung dapat memperoleh kritik, kesan, maupun tambahan informasi
    terhadap tulisannya. Di antara pemilik blog juga dapat saling bertukar
    link alamat blog maupun artikel.
     
    Agar tulisan atau artikel dapat tampil di media konvensional seperti
    suratkabar atau majalah, seseorang mungkin dituntut memiliki latar
    belakang profesi atau kompetensi yang sesuai, bahkan tak jarang harus
    pakarnya. Tapi, dengan blog, siapapun bebas menulis dan
    memublikasikannya ke seluruh penjuru dunia. Priyadi Iman Nurcahyo,
    yang memiliki blog
    www.priyadi.net, mengakui sulitnya menembus media
    konvensional karena keterbatasan ruang dan standar penulisan sedangkan
    blog memberi ruang bagi setiap orang untuk berekspresi dan
    menyampaikan pemikirannya.
     
    Blog memberi ruang menulis tak terbatas dan tidak dibatasi standar
    penulisan yang baku. Dari anak-anak hingga manula dapat menuangkan apa
    yang dipikirkan ke dalam tulisan. Dari sekedar kabar keluarga,
    uneg-uneg, kritik sosial, nasehat, renungan, curhat, sampai artikel
    lengkap bisa diakomodasi. Mau hanya teks saja bisa, ditampilkan dengan
    foto, video, tabel juga terserah pemilik blog. Sudah banyak layanan
    pendukung blog yang mempermudah pemilik blog memperkaya interaksinya
    dengan pengguna internet lainnya.
     
    Dengan kemudahan menulis dan pola interaksi tersebut tak salah jika
    blog dijadikan sebagai alat membangun budaya menulis dan membaca.
    Meski demikian blog hanyalah sekedar alat yang memudahkan agar
    keinginan membaca dan menulis dapat terus berlanjut dan konsisten.
    Faktor utama yang mendorong budaya membaca dan menulis tetap saja
    kemauan setiap individu untuk melakukannya.
     
    Peluang ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin jika bangsa Indonesia
    ingin tampil sebagai kekuatan yang diperhitungkan di kancah
    internasional seperti yang diharapkan dalam Visi Indonesia 2030. Sebab
    budaya tulis merupakan salah satu ciri kemajuan bangsa-bangsa maju
    dibandingkan dengan budaya tutur dan lisan.
     
    "Sebagian bangsa kita terbiasa dengan budaya lisan dan tutur. Budaya
    ini mengalami kerawanan manakala dari nara sumber ke nara sumber yang
    lain, seiring dengan pergantian jaman, terjadi perbedaan versi,
    penyimpangan dan distorsi, sehingga yang diceritakan seratus tahun
    lalu bisa berubah duapuluh lima tahun kemudian. Oleh karena itu,
    bangsa yang maju lebih berorientasi pada budaya tulis dibandingkan
    dengan budaya tutur dan lisan," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
    dalam pidato saat perayaan HUT Perputakaan Nasional ke-26 beberapa
    waktu lalu.(
    www.presidenri.go.id)
     
    Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006 menyebutkan bahwa
    masyarakat Indonesia belum menempatkan membaca sebagai sumber utama
    mendapatkan informasi. Penduduk Indonesia lebih memilih menonton TV
    (85,9 persen) dan mendengarkan radio (40,3 persen) daripada membaca
    suratkabar (23,5 persen).(Pikiran Rakyat, 25 Aprol 2007).
     
    Rendahnya budaya bada dan tulis juga dapat dilihat dari produksi buku
    di Indonesia yang masih sangat rendah. Setiap tahun Indonesia yang
    berpenduduk ebih dari 220 juta jiwa hanya memproduksi 10.000 judul
    buku dengan jumlah setiap judul mencapai 3.000 eksemplar atau tiga
    juta eksemplar per tahun itupun 55 persen adalah buku terjemahan.
    Sebagai perbandingan Malaysia yang berpenduduk 26 juta jiwa tiap tahun
    menghasilkan jumlah buku baru yang sama.
     
    Internet belum diperhitungkan, namun cepat atau lambat akan menjadi
    media baru yang menyebar di tanah air. Blog sebagai alat membangun
    budaya tulis dan baca hanya akan efektif jika akses internet murah
    mudah dan merata.
     
    Upaya ini telah diusahakan pemerintah melalui rencana proyek
    pembangunan berskala nasional, seperti pemerataan akses internet ke
    sekolah-sekolah yang ditargetkan menjangkau 50 persen sekolah pada
    tahun 2015. Termasuk pembangunan jaringan serat optik Cincin Palapa
    yang menghubungkan seluruh titik di tanah air. Tahun depan, lima tahun
    lagi, atau lebih infrastruktur akan siap. Tinggal, apakah masyarakat
    Indonesia siap memanfaatkan infrastruktur tersebut semaksimal mungkin
    untuk kemajuan.
     
    Menurut Enda Nasution, pemilik blog http://enda.goblogmedia.com, blog
    adalah salah satu konten yang potensial untuk dikembangkan dan punya
    potensi besar untuk mendidik masyarakat. Karena itu Departemen
    Komunikasi dan Informatika sangat mendukung upaya komunitas blogger
    Indonesia yang akan menggelar pertemuan pertamanya di Jakarta, Sabtu,
    27 Okotber 2007. Ajang bertajuk Pesta Blogger 2007 ini akan
    diselenggarakan di Blitz Megaplex, kawasan Bundaran Hotel Indonesia
    dari pukul 10.00 hingga 15.00 WIB. Sekitar 500 penulis blog akan
    berkumpul untuk berbagi pemikiran mengenai blogosphere atau dunia blog
    di Indonesia.
     
    Penulis: Tri Wahono
    Copyright 2006 Kompas Group
     


     

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    24 October 2007

    [media-jabar] Lomba karya tulis ilmiah: "Politik Orang Melayu"

    Ajaran dan budaya Melayu, khususnya dalam konstelasi kehidupan
    nasional, dipandang masih cukup relevan untuk dijadikan acuan dalam
    upaya membangun konsep dan praktik politik yang sehat, bersih, dan
    bertanggung jawab. Dari sudut pandang kemelayuan, pemikiran, tradisi,
    dan etika kekuasaan bisa disimak lewat teks-teks dan berbagai khazanah
    tradisi Melayu klasik. Akan tetapi, bagaimana konsep dan pandangan
    politik orang Melayu sebagaimana terekam dalam berbagai kitab dan
    tradisi lisan itu bisa diaktualkan dalam praktik kehidupan politik
    nasional tentu soal lain.
     
    Untuk menjaring gagasan yang inovatif tentang hal itu, Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu mengadakan lomba karya tulis ilmiah dengan tema besar "Pandangan
    Politik Orang Melayu". Informasi lebih lanjut dapat dilihat di:
     
    atau melalui e-mail lkti@melayuonline.com

    dan telepon 0274-414233.
     
    Naskah sudah harus diterima panitia pada 15 Desember 2007. (*/ken)


     

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    [media-jabar] Saut Situmorang menebarkan makalah "kabar angin"

    Saut Situmorang menebarkan makalah "kabar angin"

    Secuplik pengantar dari saya:

    Dengan membaca postingan ini, semoga Saut Situmorang (SS) dan  bonek-boneknya --serdadu SS -- tidak masuk angin, karena terlalu  sering menebarkan kabar angin. Konon, menurut sahibul hikayat,  kalau ada orang yang demen menebar angin, itu akan menuai badai dahsyat. Saut yang lagi panas dingin dengan sastra berbau politisi, ingin? Atau sekadar ingin 
    menebarkan kanonisasi konon dan kononisasi kanon kah?
     
    Salam semangat,
     
     
    RD
    suka jeprat-jepret dengan kamera merk Canon
     
    _____________________________
     
    Catatan untuk Politik Kanonisasi Sastra
     
    Oleh E. Endratmoko
     
    Saut Situmorang, melalui makalahnya "Politik Kanonisasi Sastra"  Saut Situmorang (untuk Kongres Cerpen ke-5 di Banjarmasin, 26 Oktober 2007), bermaksud menunjukkan bagaimana karya itu diunggulkan jadi "kanon", bukan karena teks itu sendiri, tetapi karena peran politik dan kekuasaan.  Saya tidak akan membantah teorinya, tetapi saya lihat pandangannya  tentang sastra Indonesia itu kurang berdasar penelitian tentang sastra Indonesia sendiri. Saya akan menunjukkan lima contoh.

    Pertama:
     
    Menurut Saut, Dalam sastra Indonesia persoalan "mutu" sebuah karya sastra selalu dikaitkan dengan sifat "universalitas". Dalam sejarah sastra Indonesia, keadaannya tidak selalu demikian. Pengaitan "universalitas" malah pernah ditentang setidaknya oleh tiga kalangan:
     
    (a) Di kalangan "angkatan terbaru" sastra Indonesia yang  diproklamasikan di tahun 1959 oleh Ajip Rosidi. Lihat  uraian Ajip  Rosidi dalam bukunya Kapan Kesusastraan Indonesia Lahir? Angkatan  ini membedakan diri dari angkatan 45 yang menurut Ajip jendelanya hanya terbuka ke Eropa, sedangkan "angkatan terbaru" menampilkan warna "daerah" dalam kebudayaan nasional.
     
    (b) Di kalangan Lekra, yang mengutamakan kesusastraan yang berwatak kelas, di tahun 1950-an sampai dengan 1960-an.
     
    (c) Di kalangan penganjur "sastra kontekstual",  seperti dapat dibaca dalam buku yang disusun Ariel Harjanto, Perdebatan Sastra Kontekstual, di tahun 1980-an.

    Kedua:
     
    Menurut Saut, selera HB Jassin menentukan bermutu-tidaknya karya sastra Indonesia pada zamannya. Kata Saut: "Jassin bukan cuma 'Paus Sastra Indonesia' tapi justru Sastra Indonesia itu sendiri!" Menurut catatan sejarah, Jassin memang berpengaruh, akan tetapi tidak menentukan. Saya akan melengkapi apa yang sudah dikemukakan Rizka Maulana dalam milis dan blog ACI. Di tahun 1950-an, Jassin memimpin majalah sastra Kisah, ikut dalam redaksi majalah kebudayaan Zenith. Kemudian di tahun 1960-an ia juga memimpin Sastra. 
     
    Akan tetapi sejak tahun 1950-an, ada majalah kebudayaan lain di mana Jassin tidak memegang peranan. Misalnya majalah Indonesia, (diterbitkan oleh Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional) dan majalah Basis yang sekarang masih hidup.
     
    Di samping itu  di masa Demokrasi Terpimpin (1958-1965), ada lembaran Lentera Pramoedya Ananta Toer.Bahkan kemudian HB Jassin "tenggelam", ketika Manikebu dilarang dan Sastra (majalah yang memuat Manifesto itu) tutup di tahun 1964. Masa itu yang menentukan adalah politik sastra Lekra dan Lembaga Kebudayaan Nasional (LKN) dengan tokoh-tokoh macam Pramoedya Ananta Toer dan Sitor Situmorang.  Masa ini berakhir dengan datangnya rezim Orde Baru di tahun 1966.
     
    Di tahun 1966, nama Jassin muncul di majalah Horison, tetapi dia tidak sendirian di majalah itu.  Dalam daftar nama redaksi majalah ini terdapat Arief Budiman, Goenawan Mohamad, Taufiq Ismail, Sapardi Djoko Damono dan lain-lain. Tidak lama kemudian, Jassin sendirian memimpin majalah Sastra yang terbit kembali  Tetapi Sastra tidak bertahan lama. Di tahun 1968 majalah ini memuat sebuah cerpen yang dianggap menghina Tuhan, "Langit Makin Mendung", dan Jassin dijatuhi hukuman dengan masa percobaan.
     
    Di samping itu juga menonjol majalah Budaya Jaya yang dipimpin Ajip Rosidi.  Peranan Ajip dalam "kanonisasi" sangat besar karena antologi sastranya, Langit Biru, Laut Biru (1976?
     
    Ketiga:
     
    Menurut Saut, dalam masa Horison, "hanya karya-karya apolitis yang eksperimental secara formal/bentuk (walau isinya biasa-biasa saja malah cenderung konservatif) yang menjadi kanon sastra Indonesia." Saut menyebut contohnya: fiksi Danarto, Putu Wijaya dan Budi Darma atau puisi Sutardji Calzoum Bachri. Tetapi yang tidak disebut Saut, dalam masa Horison juga sangat  menonjol cerpen Umar Kayam, misalnya "Bawuk", "Musim Gugur Kembali  di Connecticut" yang realis dan berinti pembunuhan dan pengejaran orang PKI setelah 1965.
     
    Di tahun 1966, di Horison juga dimuat prosa non-fiksi berjudul "Perang dan Kemanusiaan", kenang-kenangan Usamah mengenai pembantaian orang PKI. Karya ini diterjemahkan oleh jurnal Indonesia di Cornell University.
     
    Keempat:
     
    Menurut Saut, para sastrawan Indonesia yang menjadi sastrawan Horison "memilih ideologi berkesenian 'seni untuk seni', art for art's sake, l'art pour l'art". Dalam kata lain, memilih prinsip "Estetisisme adalah Panglima".
     
    Dalam dokumentasi atau arsip majalah itu, tidak pernah ada pernyataan atau indikasi bahwa menjadi sastrawan Horison memilih ideologi 'seni untuk seni' dan 'estetisme sebagai panglima'. Apalagi jika dikaitkan dengan Manikebu. Sebab bertentangan dengan dugaan Saut, dalam teks yang disiarkan Majalah Sastra di tahun 1963, salah satu pernyataan Manifes(to) Kebudayaan adalah justru menampik 'estetika di atas politik'.  Manikebu menganggap pendirian itu, (sama halnya pendirian 'politik di atas estetika'), mengandung "kontradiksi-kontradiksi". "Fungsi estetik murni", kata Manifes Kebudayaan, "adalah suatu imperialisme estetika".
     
    Kelima:
     
    Menurut Saut, seksualitas, konon, (mengapa "konon", Saut?)  adalah isu yang paling menghantui kepala-kepala jelita para perempuan muda urban Indonesia, para perempuan muda yang konon berpendidikan tinggi dan mandiri secara ekonomi.
     
    Saut juga menyebut "standar buka-bukaan Ayu Utami". Akan tetapi luas diketahui bahwa Ayu Utami, sastrawan perempuan  yang dianggap Saut membawakan "standar buka-bukaan", dikenal sebagai penulis novel Saman dan Larung. Kedua novel itu tidak melulu berbicara tentang sekualitas.
     
    Seperti dinyatakan Ratih Ganda Saputra dalam milis dan blog ACI, kedua novel Ayu (yang belum menerbitkan novel yang lain) adalah novel politik. Ayu Utami sendiri aktivis dan pendiri Aliansi Jurnalis Independen (AJI) yang melawan rezim Orde Baru. Kita tidak tahu waktu itu Saut entah di mana.
     
    Tokoh utama Saman adalah seorang mantan pastur muda yang terlibat dalam perlawanan petani yang digusur perusahaan kelapa sawit. Dalam Larung, tokoh utamanya ikut terlibat dalam pelarian para aktivis yang menentang rezim Orde Baru dan akhirnya ditembak mati oleh tentara.
     
    Demikianlah saya kemukakan bagaimana makalah Saut tidak didasarkan (atau memelintir?) fakta-fakta sejarah sastra Indonesia.  Kelihatannya Saut memang mampu sekali mengabaikan fakta. Contoh lain dalam makalahnya, ia mengatakan bahwa Sitok Srengenge, kurator TUK, pernah mengatakan bahwa "sastrawan Indonesia baru dianggap sebagai 'sastrawan Indonesia' setelah diundang dalam acara sastra TUK....."
     
    Tetapi Saut tidak dapat menyertai bukti tertulis maupun saksi-saksi yang menunjukkan Sitok Srengenge pernah mengatakan demikian. Boleh dikatakan, makalah Saut adalah makalah "kabar angin".
     
     
    Salam,
     
     
    E. Endratmoko
     
     


     

    __________________________________________________
    Do You Yahoo!?
    Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
    http://mail.yahoo.com __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___

    Re: [media-jabar] Re: Mau dibawa kemana LKBN Antara ?

    Salam,

    Saya mendapat infobeberapa bulan lalu bahwa Antara mengalami penurunan, yang saya artikan saat itu berkaitan dengan masalah finansial. Namun saya tidak dapat melihat lebih jauh sejauh mana penurunan itu terjadi dan konsekwensinya terhadap kelangsungan lembaga.

    Tetapi karena Antara adalah lembaga publik milik negara, maka saya fikir akan  ada upaya penyelamatan dari pemerintah.

    Pemilihan pimpinan yang berlatar belakang manajeman dan bisnis apakah juga dilatarbelakangi oleh alasan di atas, artinya pemerintah memandang bahwa penyelamatan Antara harus dilakukan dengan pembenahan manajeman dan penguatan bisnis?

    Sebagai warga saya justeru melihat bahwa permasalahanya bukan hanya pada masalah manjemen dan bisnis, tetapi justeru sejauh mana pemerintah memandang posisi kantor berita miliknegara tersebut harus berkiprah.

    Saya melihat bahwa Antara masih memerlukan sentuhan jurnalis, untuk menghidupkanya sebagai kantor berita nasional. Tentunya pada saat ini kamampuan kepemimpinan jurnalis perlu juga dibarengi dengan kemampuan managerial dan leadership. Tetapi roh jurnalis tetap menjadi inti penggerak sebuah kantor berita. Dan itu bedanya lembaga media dengan lembaga bisnis lain

    Wassalam

    On 10/25/07, mediacare <mediacare@cbn.net.id> wrote:

    Teman-teman di Antara bisakah menanggapi? Bung Umbu, mungkin? Bagaimana dengan Bung Didik, Bli Komang, Bung Nikita dan Bung Yuri?
     
    salam,
     
    mod
     
     
    ----- Original Message -----
    From: umbara00
    Sent: Thursday, October 25, 2007 10:50 AM
    Subject: [NaratamaTV] Mau dibawa kemana LKBN Antara ?

    Salam,

    Pergantian pimpinan sebuah lembaga adalah hal biasa. Namun,jadi agak
    tidak biasa jika penggantinya memiliki latar belakang yang
    berbeda,alias "tidak sesuai tradisi".

    Ini yang terjadi di Lembaga Kantor Berita Nasional/LKBN Antara. Jika
    pimpinan Antara biasanya berasal dari yang berlatarbelakang
    jurnalistik,kali ini tidak. Adalah Ahmad Muchlis Yusuf sebagai
    pimpinan baru Antara menggantikan Asro Kamal Rokan. Ahmad Muchlis
    Yusuf (AMY)merupakan pelaku bisnis dan manajmen bukan seorang atau
    mantan jurnalis.

    Hemmm....kira-kira mau dibawa kemana ya kantor berita yang didirikan
    Adam Malik itu ? Kenapa SBY memilih AMY ? ada apa gerangan ? Mohon
    kawan-kawan sharing ya. Mas Satrio,Mas Helmi,Mbak Sirikit,serta mas &
    mbak yang lain silahkan prediksi anda ya.....

    regard
    Diki Umbara
    http://dikiumbara.wordpress.com


    No virus found in this incoming message.
    Checked by AVG Free Edition.
    Version: 7.5.503 / Virus Database: 269.15.10/1091 - Release Date: 24/10/2007 14:31


    __._,_.___

    Your email settings: Individual Email|Traditional
    Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
    Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
    Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

    __,_._,___